Research Article

Perbandingan efektivitas ketorolac, deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi rasa nyeri dengan menggunakan penilaian visual analogue scale (VAS) pada pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia

Andini Febriana , I Putu Indra Ade Janiartha, Kiki Megasari, Bambang Priyatno, Christanto Nugroho

Andini Febriana
Program Pendidikan Dokter Muda, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia. Email: andinife.febriana@gmail.com

I Putu Indra Ade Janiartha
Program Pendidikan Dokter Muda, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia

Kiki Megasari
Program Pendidikan Dokter Muda, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia

Bambang Priyatno
Dokter Spesialis Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia

Christanto Nugroho
Dokter Spesialis Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia
Online First: April 01, 2021 | Cite this Article
Febriana, A., Janiartha, I., Megasari, K., Priyatno, B., Nugroho, C. 2021. Perbandingan efektivitas ketorolac, deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi rasa nyeri dengan menggunakan penilaian visual analogue scale (VAS) pada pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia. Intisari Sains Medis 12(1): 370-373. DOI:10.15562/ism.v12i1.957


Background: Pain is an unpleasant emotional and subjective sensory experience which is associated with real tissue damage, potentially damaging, or describing the conditions in which the damage occurred. The use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) as an analgesic to treat postoperative pain is one of the standard therapies. This study aims to examine various types of analgesics in pain management in patients after orthopedic surgery of the inferior extremities at Nganjuk Hospital, East Java.

Methods: This cross-sectional experimental study was conducted on 15 patients after inferior limb surgery at Nganjuk Hospital in the period May 2015 - June 2015. Data on the effectiveness of ketorolac, dexketoprofen, and paracetamol in reducing pain through VAS assessment were analyzed by SPSS version 20 for Windows.

Results: Most of the men in this study (66.70%). There was a decrease in the mean VAS value between examination II (24 hours) and I (8 hours) both in the group that received ketorolac injection 30 mg/ml (3.80±0.44), dexketoprofen 50 mg/2 ml (3.00±1.00), and paracetamol 1000 mg/100 ml (2.40±5.40).

Conclusion: The results of this study indicate that the decrease in the mean VAS value as a parameter of pain was found to be greatest in the group with 30 mg / ml ketorolac injection within 24 hours.

 

Latar Belakang: Nyeri adalah pengalaman sensoris subjektif dan emosional yang tidak menyenangkan dimana terkait dengan kerusakan jaringan yang nyata, berpotensi merusak, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Penggunaan obat golongan Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs (NSAID) sebagai analgesik untuk mengatasi nyeri pasca pembedahan merupakan salah satu standar terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis analgesik dalam manajemen nyeri pada pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD Nganjuk, Jawa Timur.

Metode: Penelitian eksperimental potong-lintang ini dilakukan terhadap 15 pasien pasca bedah ekstremitas inferior di RSUD Nganjuk pada periode Mei 2015 – Juni 2015. Data tentang efektivitas ketorolac, deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi rasa nyeri melalui penilaian VAS dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.

Hasil: Sebagian besar pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki (66,70%). Terdapat penurunan rerata nilai VAS antara pemeriksaan II (24 jam) dan I (8 jam) baik pada kelompok yang mendapatkan injeksi ketorolac 30 mg/ml (3,80±0,44), deksketoprofen 50 mg/2 ml (3,00±1,00), dan parasetamol 1000 mg/100 ml (2,40±5,40).

Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian penurunan nilai rerata VAS sebagai parameter terhadap nyeri ditemukan paling besar pada kelompok dengan injeksi ketorolac dosis 30 mg/ml dalam waktu 24 jam.

References

Raffaeli W, Arnaudo E. Pain as a disease: an overview. J Pain Res. 2017;10:2003-2008.

Polomano RC, Dunwoody CJ, Krenzischek DA, Rathmell JP. Perspective on pain management in the 21st century. Pain Manag Nurs. 2008;9(1 Suppl):S3-S10.

Gupta A, Bah M. NSAIDs in the Treatment of Postoperative Pain. Curr Pain Headache Rep. 2016;20(11):62.

Day RO, Graham GG. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) BMJ. 2013;346:f3195.

Villanueva MR, Smith TL, Erickson JS, Lee AC, Singer CM. Pain Assessment for the Dementing Elderly (PADE): reliability and validity of a new measure. J Am Med Dir Assoc. 2003;4(1):1-8.

Pritaningrum F. Perbedaan Skor Visual Analogue Scale antara Ketorolac dan Deksketoprofen pada Pasien Pasca Bedah [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2010.

Rodríguez MJ, Contreras D, Gálvez R, Castro A, Camba MA, Busquets C, et al. Double-blind evaluation of short-term analgesic efficacy of orally administered dexketoprofen trometamol and ketorolac in bone cancer pain. Pain. 2003;104(1-2):103-10.

Pranowo DA, Witjaksono. Pengaruh Deksketoprofen dengan Ketorolac terhadap Kadar Kortisol Plasma pada Tikus Wistar yang mengalami insisi. Jurnal Media Medika Muda. 2014;1(1):1-9

Laudanno OM, Piombo G, Cesolari JA, Godoy A, Rocaspana A, Aramberry L. Dexketoprofene, selective cox-1 inhibitor nsaids, without gastrointestinal injury in rats. Acta Gastroenterol Latinoam. 2002;32(1):17-20.

Sulistyowati R. Perbedaan Pengaruh Pemberian Ketorolac dan Deksketoprofen sebagai Analgesia Pasca Bedah terhadap Agregasi Trombosit [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2009.

Setyono CK. Pengaruh Ketorolac Intravena dan Deksketoprofen Intravena sebagai Analgesia Pasca Bedah Terhadap Waktu Perdarahan. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2009

Kesimci E, Gümü? T, Izde? S, Sen P, Kanbak O. Comparison of efficacy of dexketoprofen versus paracetamol on postoperative pain and morphine consumption in laminectomy patients. Agri. 2011;23(4):153-159.

Zippel H, Wagenitz A. Comparison of the efficacy and safety of intravenously administered dexketoprofen trometamol and ketoprofen in the management of pain after orthopaedic surgery: A multicentre, double-blind, randomised, parallel-group clinical trial. Clin Drug Investig. 2006;26(9):517-528.

Remy C, Marret E, Bonnet F. State of the art of paracetamol in acute pain therapy. Curr Opin Anaesthesiol. 2006;19(5):562-565.

Cakan T, Inan N, Culhaoglu S, Bakkal K, Ba?ar H. Intravenous paracetamol improves the quality of postoperative analgesia but does not decrease narcotic requirements. J Neurosurg Anesthesiol. 2008;20(3):169-173.

Seymour RA, Kelly PJ, Hawkesford JE. The efficacy of ketoprofen and paracetamol (acetaminophen) in postoperative pain after third molar surgery. Br J Clin Pharmacol. 1996;41(6):581-585.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 142
PDF Downloads : 63