Research Article

Evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi di Rumah Sakit Bangil

Yolanda Virgi Firdaus, Abdul Kadir Jaelani, Fauna Herawati , Rika Yulia

Yolanda Virgi Firdaus
Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Abdul Kadir Jaelani
Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bangil

Fauna Herawati
Departemen Farmasi Klinis-Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya.. Email: fauna@staff.ubaya.ac.id

Rika Yulia
Departemen Farmasi Klinis-Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya.
Online First: June 01, 2021 | Cite this Article
Firdaus, Y., Jaelani, A., Herawati, F., Yulia, R. 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi di Rumah Sakit Bangil. Intisari Sains Medis 12(2): 407-414. DOI:10.15562/ism.v12i2.948


Introduction: Trauma to the bones causes fractures and generally increases the risk of infection. To reduce the risk of infection, prophylactic therapy can be given before surgery. Previous studies have suggested that prophylactic antibiotics were irrational and can increase the incidence of antibiotic resistance. This study aims to determine the compatibility of antibiotics prescription for prophylactic fracture surgery based on hospital antibiotics (PPAB) and ASHP guidelines. In addition, this study also determined the quantity of prophylactic antibiotic used.

Methods: This was an observational study by taking data from patient medical records and data on antibiotic sales during the period January to November 2020 at Bangil Hospital retrospectively. The data were analyzed descriptively to determine the suitability of the six indicators of accuracy namely right indication, the right type, the right route, the right dose, the right time of administration and the right duration of administration. Antibiotics quantity analyzed quantitatively by using DDD/100 days patient method and DU 90%.

Results: A total of 83 samples were obtained by purposive sampling that met the criteria. The evaluation results of the appropriateness of prophylactic antibiotics based on the guidelines were the right type (28.92%), right indication (100%), right dose (55.42%), right route (100%), right duration of administration (66.27%) and right timing of administration (98.80%). Evaluation of the quantity concluded that the total value of DDD was 86.71 DDD/100 days of patients with the highest value on the use of Cefuroxime and Ceftriaxone.

Conclusion: The highest use of antibiotics focuses on the use of Cefuroxime and Ceftriaxone. The appropriateness of the use of prophylactic antibiotics in orthopedic surgery patients is the right indication, right route, and right time of administration based on PPAB and ASHP guidelines. The accuracy of the type, dose, and duration of administration still needs to be improved.

 

 

Pendahuluan: Trauma pada tulang menyebabkan keretakan tulang (patah tulang atau fraktur). Patofisiologi fraktur terbagi menjadi dua yaitu fraktur tertutup (closed fracture (CF)) dan fraktur terbuka (open fracture (OF)). Kondisi fraktur umumnya dapat memicu resiko infeksi. Untuk mengurangi risiko infeksi, dapat diberikan terapi profilaksis yang dilanjutkan dengan pembedahan. Penelitian terdahulu mencantumkan bahwa penggunaan antibiotik profilaksis digunakan secara irasional pada pasien bedah yang dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian PPAB dan guideline (ASHP) serta mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik profilaksis menggunakan metode DDD/100 hari pasien.

Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data dari rekam medis pasien dan data penjualan antibiotik selama periode Januari hingga November 2020 di Rumah Sakit Bangil secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data dianalisis untuk mengetahui kesesuaian terhadap enam indikator ketepatan yaitu tepat indikasi, tepat jenis, tepat rute, tepat dosis, tepat lama pemberian dan tepat waktu pemberian. Data dianalisis secara kuantitatif dengan metode DDD/100 hari pasien dan DU 90%.

Hasil: Total diperoleh 83 sampel penelitian secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil evaluasi terhadap kesesuaian antibiotik profilaksis berdasarkan PPAB RS Bangil dan pedoman ASHP adalah tepat jenis (28,92%), tepat indikasi (100%), tepat dosis (55,42%), tepat rute (100%), tepat lama pemberian (66,27%) dan tepat waktu pemberian (98,8%). Evaluasi kuantitas disimpulkan bahwa didapatkan total nilai DDD yaitu 86,71 DDD/100 hari pasien dengan nilai tertinggi pada penggunaan Sefuroksim dan Seftriakson.

Simpulan: Penggunaan antibiotik tertinggi terfokus pada sefuroksim dan seftriakson. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi adalah tepat indikasi, tepat rute, dan tepat waktu pemberian berdasarkan PPAB dan pedoman ASHP. Ketepatan jenis, dosis, dan lama pemberian masih perlu ditingkatkan.

References

Wardhani R. Studi Penggunaan Antibiotika Terapi Pada Bedah Ortopedi Kasus Close dan Open Fracture [Skripsi]. [Surabaya]: Universitas Airlangga; 2006.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Riset Kesahatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta; 2018.

Suarni L. Faktor-faktor penyebab terjadinya penyakit osteoporosis pada lansia di upt pelayanan sosial lanjut usia di wilayah Binjai tahun 2017. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan. 2017;2(1):60. Available from: http://dx.doi.org/10.34008/jurhesti.v2i1.61

Coughlan T, Dockery F. Osteoporosis and fracture risk in older people. Clin Med (Lond). 2014;14(2):187–91. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24715132

Darmadi. Infeksi Nosokomial: Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika; 2008.

Lukito JI. Antibiotik Profilaksis pada Tindakan Bedah. Cermin Dunia Kedokteran. 2019;46(12):777–83. Available from: http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/article/view/401

Kementrian Kesehatan Indonesia. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Permenkes 2406 2011.

Backes M, Dingemans SA, Dijkgraaf MGW, van den Berg HR, van Dijkman B, Hoogendoorn JM, et al. Effect of Antibiotic Prophylaxis on Surgical Site Infections Following Removal of Orthopedic Implants Used for Treatment of Foot, Ankle, and Lower Leg Fractures: A Randomized Clinical Trial. JAMA. 2017;318(24):2438–45. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29279933

Alamrew K, Tadesse TA, Abiye AA, Shibeshi W. Surgical Antimicrobial Prophylaxis and Incidence of Surgical Site Infections at Ethiopian Tertiary-Care Teaching Hospital. Infect Dis (Auckl). 2019;12:1178633719892267–1178633719892267. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31819472

Dinata P. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotika Profilaksis Pada Pasien Bedah Tulang Fraktur Terbuka Ekstremitas Bawah Dirumah Sakit Ortopedi Prof Dr.R.Soeharso Surakarta Tahun 2017 [Skripsi]. [Surakarta]: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2018.

Kemenkes RI. Mari Bersama Atasi Resistensi Antimikroba (AMR) [Internet]. 2016. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16060800002/mari-bersama-atasi-resistensi-antimikroba-amr-.html

Radji M, Aini F, Fauziyah S. Evaluation of antibiotic prophylaxis administration at the orthopedic surgery clinic of tertiary hospital in Jakarta, Indonesia. Asian Pacific Journal of Tropical Disease. 2014;4(3):190–3. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/s2222-1808(14)60503-x

Waridiarto DS, Priambodo A, Lestari ES. Kualitas Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Bedah Orthopedi Di Bangsal Bedah Rsup Dr. Kariadi. JKD. 2015;4(4):618–25. Available from: https://www.neliti.com/publications/110766/

Megawati S, Rahmawati F, Wahyono D. EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH |. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2015;127–34. Available from: https://jurnal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/29552

Haryanto A, Priambodo A, Lestari ES. Kuantitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bedah Ortopedi RSUP dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2016;5(3):11.

Zulfa L. Studi Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Ortopedi di RSUD Kabupaten Sidoarjo [Skripsi]. [Surabaya]: Universitas Katolik Widya Mandala; 2020.

Rumah Sakit Bangil. Panduan Penggunaan Antibiotik. Pasuruan: RS Bangil; 2019.

Clinical Practice Guidelines for Antimicrobial Prophylaxis in Surgery [Internet]. Bethesda: American Society of Health-System Pharmacists; 2013 p. 86. Available from: https://www.ashp.org/-/media/assets/policy-guidelines/docs/therapeutic-guidelines/therapeutic-guidelines-antimicrobial-prophylaxis-surgery.ashx?la=en&hash=27EF2BB2D87067F5DBA9B9FB37C219D368F30152

WHO. Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) Classification [Internet]. Available from: https://www.who.int/tools/atc-ddd-toolkit/atc-classification

Herawati F, Yulia R, Hak E, Hartono AH, Michiels T, Woerdenbag HJ, et al. A Retrospective Surveillance of the Antibiotics Prophylactic Use of Surgical Procedures in Private Hospitals in Indonesia. Hosp Pharm. 2018/08/21 ed. 2019;54(5):323–9. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31555008

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknik Evaluasi Penggunaan Obat di Fasilitas Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.

Alfarisi R, Rihadah SR, Anggunan A. Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Lokasi Fraktur Dengan Lama Perawatan Pada Pasien Fraktur Terbuka di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan. February 15, 20192019;5(4):270–6. Available from: http://dx.doi.org/10.33024/.v5i4.970

Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Gambaran Umum Kabupaten Pasuruan 2020 | Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan [Internet]. pasuruankab. Available from: https://www.pasuruankab.go.id/pages-12-gambaran-umum-kabupaten-pasuruan-2018.html

Das N, Madhavan J, Selvi A, Das D. An overview of cephalosporin antibiotics as emerging contaminants: a serious environmental concern. 3 Biotech. 2019/05/24 ed. 2019;9(6):231–231. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31139546

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI No. 39 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga [Internet]. 39 2016. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/113087/permenkes-no-39-tahun-2016

Untari EK, Agilina AR, Susanti R. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Siantan Hilir Kota Pontianak Tahun 2015. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR). 2018;5(1):32–9. Available from: http://psr.ui.ac.id/index.php/journal/article/view/3870

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Kemenkes RI; 2011.

Jin J-F, Zhu L-L, Chen M, Xu H-M, Wang H-F, Feng X-Q, et al. The optimal choice of medication administration route regarding intravenous, intramuscular, and subcutaneous injection. Patient Prefer Adherence. 2015;9:923–42. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26170642

Pratama NYI, Suprapti B, Ardhiansyah AO, Shinta DW. Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Bedah dengan Menggunakan Defined Daily Dose dan Drug Utilization 90% di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy. 2019;8(4):256. Available from: http://dx.doi.org/10.15416/ijcp.2019.8.4.256

Ghoutsiyah. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Bangil Tahun 2018 [Skripsi]. [Malang]: UIN Malik Ibrahim; 2019.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 728
PDF Downloads : 493