Research Article

Karakteristik presbikusis di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar tahun 2017

I Gusti Ayu Mahaprani Danastri , Made Wiranadha

I Gusti Ayu Mahaprani Danastri
PPDS-1 Ilmu Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher, Faukltas Kedokteran, Universitas Udayana-RSUP Sanglah Denpasar, Bali-Indonesia. Email: igadanastri@gmail.com

Made Wiranadha
Departemen/KSM Ilmu Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher, Faukltas Kedokteran, Universitas Udayana-RSUP Sanglah Denpasar, Bali-Indonesia
Online First: April 01, 2021 | Cite this Article
Danastri, I., Wiranadha, M. 2021. Karakteristik presbikusis di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar tahun 2017. Intisari Sains Medis 12(1): 92-97. DOI:10.15562/ism.v12i1.885


Introduction: Presbycusis is sensorineural hearing loss that related to age and the most common cause of hearing loss in elderly.  Total population in Gianyar regency in 2010 is 445.031 and the population of people aged over 60 year old is 46.468 or 10.44% from total population.

Method: This study was conducted in Sukawati district, Gianyar Regency on Saturday, September 30, 2017. The hearing threshold is measured one time by audiometric examination. This study used a descriptive cross sectional design and data analysis was carried out with the SPSS program.

Result:  The results of this study were presbycusis most prevalent in women (60%). Presbycusis most prevalent at ages 65-69 years old (48%). Most type of presbycusis was strial type (57.69%). The average hearing treshold on right ear was 51.86 dB and average hearing threshold on left ear was 53.95 dB. The highest level of education in this study was elementary school and is obtained in the age group of 65-69 years old.

Conclusion: This study shows various degree of deafness, hearing acuity, age, sex and level of education so the possibility of presbycusis burden can increase later in the population.

 

 

Latar belakang: Presbikusis merupakan gangguan pendengaran sensorineural yang dikaitkan dengan faktor usia dan merupakan penyebab terbanyak gangguan pendengaran pada orang tua. Jumlah penduduk Kabupaten Gianyar tahun 2010 sebesar 445.031 jiwa dan usia 60 tahun ke atas sebesar 46.468 jiwa atau 10,44%.

Metode: Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada hari Sabtu, 30 September 2017. Ambang dengar diukur sebanyak satu kali dengan pemeriksaan audiometri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif Cross sectional dan analisis data dilakukan dengan program SPSS 16.0.

Hasil: Dari seluruh sample, didapatkan penderita perempuan 30 orang (60%) dan laki-laki 20 orang (40%). Rerata ambang dengar pada perempuan 49,67 dB, dan pada laki-laki 51,23 dB. Berdasarkaan kelompok umur, penderita terbanyak masuk ke kelompok umur 65-69 yaitu 24 penderita (48%). Tingkat pendidikan terbanyak pada penelitian ini yaitu sekolah dasar dan didapatkan pada kelompok umur 65-69 tahun. Rerata ambang dengar telinga kanan 51,86 dB dan telinga kiri 53,95 dB. Tipe presbikusis yang paling banyak ditemukan adalah tipe strial 57,69%.

Simpulan: Presbikusis memperlihatkan variasi yang beragam pada derajat ketulian, ketajaman pendengaran, onset umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan sehingga kemungkinan beban presbikusis di populasi dapat meningkat di kemudian hari.

References

Kim TS, Chung JW. Evaluation of Age-Related Hearing Loss. Korean J Audiol. 2013;17:50-53.

Lee KY. Pathophysiology of Age-Related Hearing Loss (Peripheral and Central). Korean J Audiol. 2013;17:45-49.

Sitohang V, Budijanto D, Hardhana B, Soenardi TA. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

Lalwani, AK. The Aging Inner Ear. Dalam: Lalwani AK, penyunting. Diagnosis and Treatment in Otolaryngology Head and Neck Surgery. Edisi ke-2. New York: The MacGraw-Hill Companies Inc. 2008: 689-96.

Kaya KH, Koc AK, Sayun I, Gunes S, Canpolat S, Simsek B. Etiological Classification of Presbycusis In Turkish Population According To Audiogram Configuration. Kulak Burun Bogaz Ihtis Derg. 2015;25(1):1-81.

Mills JH, Khariwala SS, Weber PC. Anatomy and Physiology of Hearing. Dalam: Bailey BJ, penyunting. Head & Neck Surgery-Otolaryngology. Edisi ke-4. Philadelphia: W&W Lippincott. h. 2006;1883-1903.

Soetirto I, Hendarmin H, Bashiruddin J. Gangguan Pendengaran (Tuli). Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, penyunting. Buku ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Edisi ke-6. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2007. Hal.10-22.

Salonen J. Hearing Impairment and Tinnitus in The Elderly. (Tesis). Department of Otorhinolaryngology- Head and Neck Surgery, University of Turku, Turku, Finland; 2013.

Melinda, Muyassaroh, Zulfikar. Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Presbikusis di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang. ORLI. 2012;42(1):48-52.

Kim S, Lim E, Kim H, Park J, Jarng S, Lee S. Sex Differences in a Cross Sectional Study of Age-related Hearing Loss in Korean. Clinical Expert Otorhinolaryngoly. 2010;3(1):27–31.

Niklaus T, Hanebuth D, Probst R. Prevalence of age-related hearing loss un Europe. Eur Arch Otorhinolaryngology. 2011;268:1101-1107.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 275
PDF Downloads : 134