Research Article

Epidemiologi pasien luka bakar di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018-2019

Ni Kadek Ayunda Sarini Dewi, I Made Suka Adnyana , I Gusti Putu Hendra Sanjaya, Agus Roy Rusly Hariantana Hamid

Ni Kadek Ayunda Sarini Dewi
Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

I Made Suka Adnyana
Divisi Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia. Email: madesukaadnyana@yahoo.com

I Gusti Putu Hendra Sanjaya
Divisi Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Agus Roy Rusly Hariantana Hamid
Divisi Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia
Online First: April 30, 2021 | Cite this Article
Dewi, N., Adnyana, I., Sanjaya, I., Hamid, A. 2021. Epidemiologi pasien luka bakar di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018-2019. Intisari Sains Medis 12(1): 219-223. DOI:10.15562/ism.v12i1.865


Background: Burns are loss of tissue or a form of tissue damage that occurs as a result of contact with heat sources such as fire, chemicals, hot water, electricity, and radiation which are a type of trauma with high morbidity and mortality so that they require special treatment from the initial phase to advanced phase. This study aims to find out, comprehend, and describe the epidemiology of burn patients' causes and mortality at the Sanglah General Hospital in 2018-2019.

Methods: The research was conducted with a descriptive method using cross-sectional studies. Samples were selected from the population-based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using SPSS version 24 software to obtain the epidemiology of the causes, length of stay, and burns mortality.

Results: The results showed that the highest cause of burns was caused by fire, namely 65 people (53.3%). In the adult group, most burns were caused by fire, namely 55 people (45.1%), while in the group of children, most burns were caused by objects / hot water, namely 14 people (11.5%). The mortality of burnt sufferers was 11 people (9%) out of 122 people (100%), where all deaths occurred in the adult group. An IIAB degree burns were the highest burns with the highest mortality with 10 people (90.9%). Most of the burn injuries caused by fire burns were 7 people (63.6%) and the highest case was second-degree burns caused by fire, namely 60 people (56.1%).

Conclusion: The results showed that the most common burns were caused by a fire in the adult group and objects/hot water in the children group. IIAB degree burns are the highest degree of burns with mortality.



Latar Belakang: Luka bakar adalah kehilangan jaringan atau suatu bentuk kerusakan jaringan yang terjadi akibat dari kontak dengan sumber panas seperti api, bahan kimia, air panas, listrik dan radiasi yang merupakan jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi sehingga memerlukan perawatan yang khusus mulai fase awal hingga fase lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan epidemiologi penyebab dan mortalitas pasien luka bakar di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2018-2019.

Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi potong lintang. Sampel dipilih dari populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 24 untuk mendapatkan epidemiologi penyebab dan mortalitas luka bakar.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa epidemiologi penyebab luka bakar tertinggi disebabkan oleh api yaitu 65 orang (53,3%).  Pada kelompok dewasa, pasien luka bakar terbanyak disebabkan oleh api yaitu 55 orang (45,1%), sedangkan pada kelompok anak-anak luka bakar terbanyak disebabkan oleh benda/air panas yaitu 14 orang (11,5%). Mortalitas pasien luka bakar yaitu 11 orang (9%) dari 122 orang (100%), dimana semua kematian terjadi pada kelompok dewasa. Luka bakar derajat IIAB merupakan derajat luka bakar dengan kematian tertinggi yaitu 10 orang (90,9%). Kematian luka bakar terbanyak disebabkan oleh luka bakar akibat api sebanya 7 orang (63,6%) dan kasus tertinggi adalah luka bakar derajat IIAB yang disebabkan oleh api yaitu 60 orang (56,1 %).

Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luka bakar tersering disebabkan oleh api pada kelompok dewasa dan benda/air panas pada kelompok anak-anak. Luka bakar derajat IIAB merupakan derajat luka bakar dengan kematian tertinggi.

 

References

Smolle C, Cambiaso-Daniel J, Forbes AA, Wurzer P, Hundeshagen G, Branski LK, et al. Recent trends in burn epidemiology worldwide: A systematic review. Burns. 2017;43(2):249-257.

Li H, Yao Z, Tan J, Zhou J, Li Y, Wu J, Luo G. Epidemiology and outcome analysis of 6325 burn patients: a five-year retrospective study in a major burn center in Southwest China. Sci Rep. 2017;7:46066.

Kaddoura I, Abu-Sittah G, Ibrahim A, Karamanoukian R, Papazian N. Burn injury: review of pathophysiology and therapeutic modalities in major burns. Ann Burns Fire Disasters. 2017;30(2):95-102.

Crowe CS, Massenburg BB, Morrison SD, Naghavi M, Pham TN, Gibran NS. Trends of Burn Injury in the United States: 1990 to 2016. Ann Surg. 2019;270(6):944-953.

Mason SA, Nathens AB, Byrne JP, Gonzalez A, Fowler R, Karanicolas PJ, et al. Trends in the epidemiology of major burn injury among hospitalized patients: A population-based analysis. J Trauma Acute Care Surg. 2017;83(5):867-874.

Martina NR, Wardhana A. Mortality analysis of adult burn patients. Burn. 2013;2(2):96-100.

Sarimin S. Evaluasi Kasus Luka Bakar Di RS Wahidin Sudirohusodo Periode Januari 2006 – Maret 2009 [Skripsi]. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. 2009:1-47.

Christoe CD, Dewi R, Pardede SO, Wardhana A. Luka Bakar pada Anak Karakteristik dan Penyebab Kematian. Majalah Kedokteran UKI. 2018;34(3):131-143.

Chaudhary IA. Burns: Frequency and Mortality Related to Various Age Groups. Journal of Surgery Pakistan (International). 2009;14(2):67-71.

Anam K, Dachlan I. Prognostic factors affecting the mortality of burn injuries patients in Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, Indonesia. J Med Sci. 2018;50(2):201-208.

Ariningrum D. Buku Manual Keterampilan Klinik Topik Manajemen Luka. Surakarta. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Universitas Sebelas Maret Fakultas Kedokteran. 2018.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 327
PDF Downloads : 194