Review Article

Manifestasi klinis dan penanganan demam berdarah dengue grade 1: sebuah tinjauan pustaka

Desak Putu Rendang Indriyani , I Wayan Gustawan

Desak Putu Rendang Indriyani
General Practitioner, Bali Royal hospital, Denpasar, Bali. Email: desak.indry@gmail.com

I Wayan Gustawan
Pediatrician, Bali Royal hospital, Denpasar, Bali; Pediatric Department, School of Medicine, Universitas Udayana, Sanglah General Hospital, Denpasar, Bali
Online First: October 26, 2020 | Cite this Article
Indriyani, D., Gustawan, I. 2020. Manifestasi klinis dan penanganan demam berdarah dengue grade 1: sebuah tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis 11(3): 694-698. DOI:10.15562/ism.v11i3.847


Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the Dengue virus from the Flavivirus genus, Flaviviridae family, with four serotypes (DEN-1. DEN-2, DEN-3, and DEN-4). Primary dengue fever Grade 1 should receive serious attention by monitoring the patient's clinical manifestations so that patients get the right therapy immediately. If it is not treated quickly and adequately, the patient can experience an emergency with signs of shock and cause death.

Method: The writing methodology used is a literature review. The literature source consists of relevant journals and books from the search engines PubMed, Google Scholar, and Proquest.

Results: Dengue virus infection can be asymptomatic and symptomatic. Symptomatic dengue virus infection generally has a clinical spectrum grouped into 3, namely undifferentiated fever, dengue fever, and dengue hemorrhagic fever. Dengue fever (DD) patients who have no comorbidities and social indications can be treated as outpatients. Patients are given symptomatic treatment in the form of antipyretics such as paracetamol at a dose of 10-15 mg/kg/body weight, repeated 4-6 hours if fever. The management of dengue hemorrhagic fever (DHF) is symptomatic and supportive. Supportive therapy in the form of fluid replacement, which is the main point in managing DHF.

Conclusion: In patients with dengue hemorrhagic fever grade I, close monitoring is needed regarding their clinical condition. This is because grade 1 dengue has the potential to be a more critical clinical condition. Early treatment will determine a better outcome.

 

 

Pendahuluan: Demam Berdarah (DB) disebabkan oleh vírus Dengue (genus Flavivirus), dengan empat serotipe utama, yaitu DEN1. DEN2, DEN3 dan DEN4. Penyakit DB utamannya Demam berdarah dengue (DBD) Grade 1 harus mendapat perhatian serius, salah satunya dengan melakukan monitoring manifestasi klinis pasien agar pasien mendapatkan terapi yang tepat dengan segera. Apabila tidak diatasi dengan tepat dan cepat pasien dapat mengalami kegawatan dengan tanda-tanda syok dan dapat menyebabkan kematian. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru mengenai tanda-tanda klinis DBD grade 1 agar praktisi dapat memberikan penanganan terbaik sebelum jatuh pada kondisi kritis

Metode: Dalam penulisan ini digunakan metode tinjauan pustaka. Sumber bacaan berasal jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan dan sesuai dari PubMed dan Google Scholar.

Hasil: Manifestai klinis DB dapat tidak bergejala (asimtomatik) dan bergejala simtomatik. Pasien dengan gejala dengue secara umum memiliki tiga jenis spektrum klinis yaitu demam yang tidak terdiferensiasi, demam dengue, dan demam berdarah dengue.. Pasien demam dengue (DD) yang tidak memiliki komorbiditas dan indikasi sosial dapat diperlakukan sebagai pasien rawat jalan. Pasien diberikan pengobatan simptomatik berupa anitpiretik seperti parasetamol dengan dosis 10-15 mg/kg/BB/dosis, diulang 4-6 jam bila demam. Tatalaksana demam berdarah dengue (DBD) diberikan secara simtomatis (sesuai gejala) dan suportif. Penanganan suportif dapat diberikan berupa cairan tambahan yang merupakan poin utama dalam penatatalaksanaan DBD.

Kesimpulan: Pada pasien demam berdarah dengue derajat I diperlukan pemantauan yang ketat terkait kondisi klinis pasien. Hal ini dikarenakan DBD grade 1 berpontensi menjadi kondisi klinis yang lebih kritis. Penanganan dini akan menentukan outcome yang lebih baik.

References

Buletin Jendela Epidemiologi: Topik Utama Demam Berdarah Dengue. Pusat Data dan Surveilans epidemiologi Kementrian Kesehatan RI. ISSN-2087-1546. 2010.

Profil Kesehatan Provinsi Bali tahun 2013

Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013

WHO. 2014. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. France: WHO Press. [Online] Tersedia di: http://www.who.int/rpc/guidelines/9789242547871/en/ .

WHO, Regional Office for South East Asia. 2011. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever: Revised and expanded edition. SEARO Technical Publication Series No. 60. India

WHO. 2006. Dengue Haemorrhagic Fever: early recognition, diagnosis and hospital management. WHO Country Office in Dili, East Timor.

Soegijanto, Soegeng dkk. 2012. The Changing Clinical Performance of Dengue Virus Infection In The Year 2009. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, Vol. 3. No. 1 January–March 2012: 5−9

Suhendro, Nainggolan Leonard, Khie Chen, dan Pohan HT. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi V Jilid III. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius. Jakarta

Harikushartono, Hidayah N, Darmowandowo W, Soegijanto S. Demam Berdarah Dengue: Ilmu Penyakit Anak, Diagnosa dan Penatalaksanaan. Jakarta: Salemba Medika; 2002.

Aryu, Candra. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator Vol. 2 No. 2 Tahun 2010: 110 –119

Suzanne Moore Shepherd. 2014. Dengue. Pennsylvania. Hospital of University of Pennsylvania.

Gibson RV. Dengue Conundrums. International Journal of Antimicrobial Agents. 2010; Vol 36(26-39).

SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah. 2010. Pedoman Pelayanan Kesehatan Medis. Denpasar


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 233
PDF Downloads : 125