Case Report

Penyembuhan lesi periapikal melalui perawatan apeksifikasi dengan kalsium hidroksida pada gigi permanen muda

Putu Ratna Kusumadewi Giri

Putu Ratna Kusumadewi Giri
Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar,Indonesia. Email: ratna_kdg12@yahoo.com
Online First: December 01, 2020 | Cite this Article
Giri, P. 2020. Penyembuhan lesi periapikal melalui perawatan apeksifikasi dengan kalsium hidroksida pada gigi permanen muda. Intisari Sains Medis 11(3): 1522-1526. DOI:10.15562/ism.v11i3.709


Background: Principle treatment of non-vital teeth with open apex is not different from the endodontic treatment of non-vital teeth, including cleaning and shaping root canals and obturation of root canals with filling materials. Chemomechanical cleansing of the root canal by administering intracanal drugs to help close the apex and formed the apex barrier. The treatment that can be done is Apexification. Apexification aims to stimulate further development or to continue the process of forming a tooth apex that has not yet fully grown but has already experienced pulp death by forming hard tissue in the apex area of the tooth. The material often used for apexification is Calcium hydroxide (Ca(OH)2) because of its ability to stimulate the hard tissue around the apex as an apical calcific barrier.

Case report: A 15-year-old male patient had broken teeth five years ago, never experienced swelling, but often felt pain. The tooth was filled not long after it broke two months ago. It started to hurt when biting. The objective examination showed, on element 21, there was a composite fill in the mesial to distal region, vitality tests using CE (-), percussion (+) and palpation (-). The periapical radiographs showed a radiopaque area on the crown of tooth 21 in the 2/3 area of the crown. At the end of the apex, it appears not completely closed, and there is a radiolucent image of about 4mm. The action on tooth 21 was performed root canal treatment and calcium hydroxide application to the root canal and was controlled.

Conclusion: The result of treatment after six months of control started to show the apical barrier at the apex area, and then the crown was fixed permanently.

 

Latar belakang: Perawatan gigi non vital dengan apeks terbuka pada prinsipnya tidak berbeda dengan perawatan endodontik gigi non vital, yaitu meliputi pembersihan dan pembentukan saluran akar, disinfeksi saluran akar dan obturasi saluran akar dengan bahan pengisi. Pembersihan saluran akar secara kemomekanis dengan pemberian obat-obatan intrakanal untuk membantu penutupan apeks dan membentuk barrier apeks. Perawatan yang dapat dilakukan yaitu Apeksifikasi.  Apeksifikasi bertujuan untuk merangsang perkembangan lebih lanjut atau meneruskan proses pembentukan apeks gigi yang belum tumbuh sempurna tetapi sudah mengalami kematian pulpa dengan membentuk jaringan keras pada daerah apeks gigi. Bahan yang sering digunakan untuk apeksifikasi adalah Kalsium hidroksida (Ca(OH)2), karena kemampuannya merangsang jaringan keras di sekitar apeks, sebagai apical calcific barrier.

Laporan kasus: Pasien laki-laki berusia 15 tahun giginya patah 5 tahun yang lalu, tidak pernah mengalami pembengkakan, tetapi sering terasa nyeri. Gigi tersebut sudah ditambal tidak lama setelah patah, dan sejak 2 bulan yang lalu mulai terasa sakit saat menggigit. Pemeriksaan objektif menunjukkan, pada elemen 21 nampak tumpatan komposit pada daerah mesial sampai distal, tes vitalitas menggunakan CE (-), perkusi (+) dan palpasi (-). Hasil pemeriksaan radiografi periapikal menunjukkan terdapat daerah radiopaque pada mahkota gigi 21 didaerah 2/3 mahkota yang mengenai mesial dan distal. Pada ujung apeks nampak belum tertutup sempurna dan terdapat gambaran radiolusen yang berbatas tidak jelas sekitar 4mm. Tindakan pada gigi 21 dilakukan perawatan saluran akar dan aplikasi kalsium hidroksida pada saluran akar dan dilakukan kontrol.

Kesimpulan: Hasil perawatan setelah kontrol 6 bulan mulai nampak apical barrier pada daerah apeks kemudian dilakukan tumpatan permanen pada mahkota.

References

Caliskan KM, Turkun M, Turkey IW. Periapical repair and apical closure of a pulpless tooth using calcium hydroxide. Oral surg oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod. 1997;84:683-7.

Camp JH, Barrett EJ, Pulver F. Pediatrics Endodontics: Endodontic Treatment For The Primary and Young, Permanent Dentition In: Cohen S, Burns RC, editor. Pathways of The Pulp 8th Ed: St Louis:CV Mosby Co. 2002;833-9.

Alphianti LT. Perawatan Apeksifikasi dengan Pasta Kalsium Hidroksida: Evaluasi Selama 12 Bulan. IDJ FK UMY. 2014;3:52-9.

Inajati, Untara RT. Apeksifikasi dengan mineral trioxide aggregate dan perawatan intracoronal bleaching pada gigi insisivus sentralis kiri maksila non vital diskolorasi. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia. 2016;2:101-8.

Bremann LH, Blanco L, Cohen. Treatment option for open apex that failed to revascularize. Dalam A Clinical Guide to Dental Traumatology. Gutmann, JL, Dumsha, TC, Lovdahl, PE, Problem Solving Vital Pulp Therapy Including the Management of The Incompletely Formed Root Apex. Dalam Problem Solving in Endodontics. Prevention Identification and Management. Mosby: St Louis Missouri. 2006;4:72-84.

Simon S, Rilliad F, Berdal A, Machtou P. The Use of Mineral Trioxide Aggregate in One-Visit Apexification Treatment: a perspective study. Int Endod J. 2007; 40: 186-197.

Weine, FS. Endodontic therapy. St.Louis: CV Mosby Co. 2004;6:519-29.

Townbridge,H., Kim,S., Suda,H. Structure and functions of the dentin and pulp complex In : Cohen S, Burns RC (Eds). Pathways of the pulp. St. Louis: CV Mosby Co. 2002;8:415.

Torabinejad M, Walton RE. Protecting the pulp preserving the apex. Dalam endodontics principles and practice. St Louis: Missouri. 2009;4:29-37.

Cohen S, Hargreaves, KM. Treatment of The Nonvital Pulp. In Pathways og the Pulp. Mosby,Inc, anaffiliate of Elsevier Inc. 2006;9:620-874.

Pitt Ford TR, Shabahang S. Management of incompletely formed roots In: Walton R, Torabinejad M, editor. Principles and practice of endodontics. Philadelphia: WB Saunders. 2002;388-403.

Sidharta, W. Penggunaan Kalsium hidroksida di bidang konservasi gigi. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. 2000;7:435-37.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 381
PDF Downloads : 295