Research Article

Prevalensi dan faktor penentu prediabetes pada wanita muda obesitas di Kota Denpasar tahun 2019

Dinda Anggita Meiwita Sari , Desak Ketut Ernawati, Agung Nova Mahendra, I Wayan Weta

Dinda Anggita Meiwita Sari
Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Email: danggitams@gmail.com

Desak Ketut Ernawati
Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Agung Nova Mahendra
Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

I Wayan Weta
Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: October 15, 2020 | Cite this Article
Sari, D., Ernawati, D., Mahendra, A., Weta, I. 2020. Prevalensi dan faktor penentu prediabetes pada wanita muda obesitas di Kota Denpasar tahun 2019. Intisari Sains Medis 11(3): 679-683. DOI:10.15562/ism.v11i3.701


Background: The prevalence of prediabetic state in population is such a hard project to be confirmed within an increased number of obese population.

Aim: The study aims to define the prevalence of prediabetes among obese young women (body mass index, BMI >25 kg/m2) in Denpasar.

Methods: Research variables namely physical activity, food pattern, anthropometric values for identify level of obesity (light BMI 25-30, severe BMI >30 kg/m2), tipe of obesity (perifer obesity waist circumference <80 cm,  and central obesity waist circumference ≥80 cm), as well as fasting blood glucose (normal <100 mg/dL, prediabetes -125 mg/dL).

Results: the prediabetes prevalence of subjects is 38,1%. All subjects 42 (100%) have light daily physical activity, with high mean of cholesterol intake (more than 200mg) and low of PUFA intake (less than 10% of fat intake). Pre-diabetic subjects have higher waist circumference (visceral fat) than subjects with normal blood glucose (p=0.023). In contrary, that was no relationship between subcutaneous fat (bicep and tricep skinfold) to prediabetic state(p >0,05). Central obesity was significant OR 1,76 (1,33-2,33) risk of prediabetes compared to peripheral obesity (p= 0,023). However, there was not significant risk (OR 2,67 (0,738-9,63) (p= 0,130)) of severe obesity to be prediabetes compared to light obesity.

 

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi obesitas bersamaan dengan prevalensi diabetes melitus tipe 2. Prevalensi prediabetes sangat susah dideteksi pada suatu populasi.

Tujuan: untuk mengetahui prevalensi dan faktor penentu prediabetes pada wanita muda obese (indeks massa tubuh, IMT >25) di Denpasar.

Metode: Penelitian ini termasuk studi cross-sectional dengan variabel penelitian, meliputi aktivitas fisik, pola makan, antropometri pada tingkat obesitas (obesitas ringan IMT 25-30 kg/m2, obesitas berat IMT>30 kg/m2) dan jenis obesitas (obesitas perifer lingkar perut <80 cm, obesitas sentral lingkar perut >80 cm), serta kadar glukosa darah puasa (normal <100 mg/dL, prediabetes -125 mg/dL).

Hasil dan Simpulan: prevalensi prediabetes dari subjek adalah 38,1%. Semua subjek 42 (100%) memiliki aktivitas fisik harian yang ringan, dengan rata-rata asupan kolesterol yang tinggi (>200mg) dan asupan PUFA (pure unsaturated fatty-acid) yang rendah (<10% dari asupan lemak). Subjek dengan prediabetes mempunyai lingkar perut (lemak visceral) lebih besar dibandingkan dengan subjek dengan kadar gua darah normal (p=0,023). Sebaliknya, tidak didapat hubungan antara lemak subkutan (lipatan kulit bisep dan trisep) dengan kejadian prediabetes (p>0,05). Obesitas sentral bermakna berisiko menderita prediabetes OR 1,76 (1,33-2,33) dibandingkan dengan obesitas perifer (p= 0,023). Namun, tidak ada risiko yang signifikan [OR 2,67; (0,738-9,63) (p= 0,130)] obesitas berat menjadi prediabetes dibandingkan dengan obesitas ringan.

 

References

Kementrian Kesehatan RI. 2014. Waspada Diabetes. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta

DeFronzo, R.A. dan Abdul-Ghani, M. 2011. Assessment and treatment of cardiovascular risk in prediabetes: impaired glucose tolerance and impired fasting glucose. Am J Cardiol 108(Suppl):3B-24B doi:10.1016/j..amjcard.2011.03.013.

Williams B. 2004, Epidemiology and pathogenesis of hypertension in people with diabetes mellitus In: Hypertension diabetes. London: Taylor & Francis Group.

Awad, N., Langi, Y., Pandelaki K. 2013. Gambaran Faktor Resiko Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Poliklinik Endokrin Bagian/Smf FK-Unsrat RSU Prof. Dr. R.D Kandou Manado Periode Mei 2011 – Oktober 2011. Jurnal e-Biomedik (eBM) 1:45-49

Adekanmbi V.T., Uthman O.T., Erqou S. 2018. Journal of Diabetes. 161-172

National Diabetes Statistics Report. 2017. Centers for Disease Control and Prevention. 1-20

Wulandari PDA, Wirata G, Putri CWS. Hubungan Antara Asupan Energi, Asupan Protein Dan Aktivitas Fisik Terhadap Status Gizi Penduduk Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Upt Kesmas Blahbatuh II, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Medika Udayana, 2015; 4(7).

Kalupahana, N.S, Claycombe, K.J., Moustaid-Moussa, N. 2011. (n-3) Fatty acids alleviate adipose tissue, inflammation and insulin resistance: mechanistic insights. Adv Nutr. 2:304-16. doi: 10.3945/an.111.000505.

Gray, A., Rebecca, J., Threlkeld, R.J. 2019. Nutritional Recommendations for Individuals with Diabetes. www.Endotex.org

Santi B.T., Wiramihardja S., Arisanti N., Raksanagara A.S., Mariani H., Setiawati E.P. 2018. JMJ. 6(2):196-203

Dini, M.A.R., Widianti, I.G.A., Wardana, I.N.G. 2018. Prevalensi obesitas dengan menggunakan metode waist-hip ratio pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2014. Bali Anatomy Journal 1(1): 9-11

Dharmika, I.A.G.W., Negara, M.O., Kurniawan, Y. 2018. Hubungan obesitas sentral dengan testosterone deficiency syndrome (TDS) pada laki-laki dewasa di Denpasar tahun 2017. Bali Anatomy Journal. 1 (2): 35-38

Weta IW., Mahadewa T.G.B., Sutirtayasa W.P., Subawa A.A.N., Malik S.G., Widyadharma IP.E. Supplementation with 2:1 ratio of n-6:n-3 polyunsaturated fatty acid improves liver steatosis and serum cytokine levels in young obese balinese women: a randomized clinical trial. Asian J Pharm Clin Res, 2017. DOI: http://dx.doi.org/10.22159/ajpcr.2017.v10i12.20851

Weta, I.W., Sutirtayasa, I.W.P., Subawa, A.A.N., Malik, S.G. 2017. Supplementation 2000mg and 1000mg of linoleic acid and alfa linolenic acid delayed pre diabetic state in Balinese young obese women: A Randomised Clinical Trial. Bali Medical Journal 3(3): S55-S60. DOI:10.15562/bmj.v3i3.721


Article Views      : 110
PDF Downloads : 50