Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Dislipidemia pada penderita nefropati diabetik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali tahun 2018

Abstract

Background: Diabeticcnephropathy isaa commonacomplication of diabetes and the main cause of chronic kidney disease in developed countries. Diabetics develop toward nephropathy in about 40% of cases. This condition is characterized by increased albuminuria or decreased glomerular filtration levels. Patient with diabetic nephropathy and dyslipidemia have higher renal parameters such as blood ureum and serum creatinine.

Aim:  The study aims to determine gender, age, blood pressure, smoking habit, and lipid profile, ureum and creatinine characteristic in patients with diabetic nephropathy.

Method: This research was descriptive cross-sectional approach applying 40 patient with diabetic nephropaty who visited Sanglah General Hospital Denpasar in Januari-Desember 2018. The sampling technique used consecutive sampling techniques and used secondary data in the form of medical records. 

Results and Conclusion: Most of diabetic nephropathy patients was male (55%), belong to age range of 51 to 60 years (50%), had hypertension (55%) and smoking history (15%).  Lipid profile parameter found that diabetic nephropathy patients had 52% increase in triglycerides and 62.5% decrease in HDL levels.  Results for urea levels found that 57.5% samples had urea levels >23 mg/dL and 80% had creatinine levels >0.90 mg/dL.

 

 

Latar Belakang: Nefropati diabetik adalahh komplikasi umum dari diabetes dan penyebab utama penyakit ginjal kronis di negara maju. Sekitar 40% penderita diabetes berkembang ke arah nefropati, dimana kondisi ini ditandai dengan peningkatan albuminuria atau penurunan tingkat filtrasi glomerulus. Penderita nefropati diabetik dengan dislipidemia memiliki parameter ginjal seperti ureum darah dan serum kreatinin yang lebih tinggi.

Tujuan: Untuk mengetahui untuk mengetahui gambaran jenis kelamin, usia, tekanan darah dan riwayat merokok serta profil lipid, ureum dan keratinin padaapenderitaadiabetes mellitusstipe 2 (DMT2)ddengan nefropatii diabetik.

Metodee: PenelitianNini bersifat deskritif dengann metode crosss-sectional. Sampel penelitiann adalah 40 orang penderita nefropati diabetik yang mmelakukan perawatann di RumahSSakit UmumPPusat (RSUP) SanglahDDenpasar pada bulan jJanuari – Desember 2018. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive samplingg dann menggunakann dataasekunder berupaarekam medis.

Hasil dan Simpulan: Mayoritas pasien nefropati diabetik adalah berjenis kelamin laki-laki (55%), dengan umur bekisar 51 – 60 tahun (50%), mengalami hipertensi (55%) dan memiliki riwayat merokok (15%). Gambaran profil lipid pasien nefropati diabetik didapatkan peningkatan trigliserida (52%) dan penurunan kadar HDL (62,5%). Hasil untuk parameter kadar ureum mendapatkan sebanyak 57,5% pasien memiliki kadar ureum >23 mg/dL dan sebanyak 80% memiliki kadar keratinin >0,90 mg/dL.

References

  1. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. PERKENI; 2015. pp. 6-9.
  2. Departemen Kesehatan RI. Diabetes Melitus penyebab kematian nomor 6 di dunia: Kemenkes tawarkan solusi cerdik melalui posbindu; 2013 [sumber online]. Diakses tanggal: 9 Juni 2017. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/article/print/2383.html.
  3. Departemen Kesehatan RI. Hari ginjal sedunia 2016: cegah nefropati sejak dini; 2016. [sumber online]. Diakses tanggal: 9 Juni 2017. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/article/print/16031000001.html.
  4. Jing, C. 2014. Diabetes and Kidney Disease, Diabetic Nephropathy: Scope of the Problem. Department of Medicine, Tulane University School of Medicine.Article
  5. American Diabetes Association. Nephropathy in diabetes; 2004. [sumber online]. Diakses tanggal: 9 Juni 2017. http://care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s79.
  6. Widiana IGR, Sja'bani M, Asdie AH. Profil lipid pada penderita dm tak tergantung insulin (niddm) yang disertai mikroalbuminuria. Berkala Ilmu Kedokteran. 1994;26(1):21-7.
  7. Arsono S. Diabetes melitus sebagai faktor risiko kejadian gagal ginjal terminal; 2005. [sumber online]. Diakses tanggal: 9 Juni 2017. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/5252.html
  8. Ludirdja J. Rerata durasi penderita diabetes melitus terkena nefropati daibetik sejak terdiagnosis diabetes melitus pada pasien di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah. IPTEKMA. 2010;2(1):24-29.
  9. Widianti, I.G.A., Wardana, I.N.G., Wirata, G. 2018. Sweet pranajiwa (Sterculia javanica R. Br) seed extract increases spermatogenesis and sexual behavior in mice (Mus musculus). IJBS 12(1): 7-12. DOI:10.15562/ijbs.v12i1.149
  10. Wardana, I.N.G., Widianti, I.G.A., Wirata, G. 2018. Testosterone increases corpus cavernous smooth muscle cells in oxidative stress-induced rodents (Sprague-Dawley). Bali Medical Journal 7(2): 313-322. DOI:10.15562/bmj.v7i2.970
  11. Kautzky-willer A, Harreiter J, Pacini G. Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of type 2 diabetes mellitus. Endocrine Reviews. 2016;37(3):278–316.
  12. Putri, Rahmadany I. Faktor Determinan nefropati diabetik pada penderita diabetes mellitus di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2015;3(1):109-21.
  13. Wulandari O, Martini S. Perbedaan kejadian komplikasi penderita diabetes melitus tipe 2 menurut gula darah acak. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2013;1(2):182-91.
  14. Blickle JF. Diabetic nephropathy in the elderly: diabetes & metabolism. Elsevier Masson SAS; 2007. pp.540-55.
  15. Harie S, Descoli E, Afriwardi. 2018. Faktor risiko pasien nefropati diabetik yang dirawat di bagian penyakit dalam RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2018;7(2):1-15.
  16. Nazar, Chaudhary MJ. Mechanism of hypertension in diabetic nephropathy. Journal of Nephropharmacology. 2014;3(2):49-55.
  17. Dian M, Rismayanti, Ansar J. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Komplikasi DM Pada Penderita DM Di RS IBNU SINA. Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin; 2016.
  18. Tristiyanto N. Perbedaan Kadar Gula Darah Pada Perokok Aktif Dan Perokok Pasif Di Kecamatan Madyopuro Tahun 2015; 2015. [sumber online]. Diakses tanggal 9 Juni 2019. Diakses dari: https://adoc.tips/perbedaan-kadar-gula-darah-pada-perokok-aktif-dan-perokok-pa.html.
  19. Wulandari A. Hubungan displidemia dengan kadar ureum dan keratinin darah pada penderita nefropati diabetic; 2012. [sumber online]. Diakses tanggal: 4 Juli 2019. Diakses dari: https://media.neliti.com/media/publications/105484-ID-hubungan-dislipidemia-dengan-kadar-ureum.pdf.
  20. Srinidhi R, Prajna K, Tirthal R. Lipid profile in Type 2 diabetes mellitus and in diabetic nephropathy. International Journal of Clinical Biochemistry and Research. 2017;4(4):379-82.
  21. Mulyani WRW, Sanjiwani MID, Sandra, Prabawa IPY, Lestari AAW, Wihandani DM, et al. Chaperone-Based Therapeutic Target Innovation: Heat Shock Protein 70 (HSP70) for Type 2 Diabetes Mellitus. Diabetes Metab Syndr Obes. 2020;13:559–568.
  22. Dabla PK. Renal function in diabetic nephropathy. World Journal Of Diabetes. 2010;1(2):48–56.
  23. Bhagaskara, Liana P, Santoso B. Hubungan kadar lipid dengan kadar ureum & kreatinin pasien penyakit ginjal kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 1 Januari-31 Desember 2013. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2015;2(2):223-30.

How to Cite

Wijaya, I. N. S., Santhi, D. G. D. D., & Lestari, A. A. W. (2020). Dislipidemia pada penderita nefropati diabetik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali tahun 2018. Intisari Sains Medis, 11(2), 773–777. https://doi.org/10.15562/ism.v11i2.689

HTML
292

Total
401

Share

Search Panel

I Nyoman Santa Wijaya
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Desak Gde Diah Dharma Santhi
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Anak Agung Wiradewi Lestari
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal