Research Article

Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali

I Made Adi Narendranatha Komara , I Putu Oka Kresna Jayadi, Ni Luh Putu Ari Jayanti, Putu Triyasa, Arya Krisna Manggala, Putu Sutisna

I Made Adi Narendranatha Komara
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Rumah Sakit Umum Sanjiwani, Denpasar, Bali, Indonesia. Email: adinarendra40@gmail.com

I Putu Oka Kresna Jayadi
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Rumah Sakit Umum Sanjiwani, Denpasar, Bali, Indonesia

Ni Luh Putu Ari Jayanti
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Rumah Sakit Umum Sanjiwani, Denpasar, Bali, Indonesia

Putu Triyasa
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Rumah Sakit Umum Sanjiwani, Denpasar, Bali, Indonesia

Arya Krisna Manggala
Mahasiswa, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

Putu Sutisna
Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
Online First: December 01, 2020 | Cite this Article
Komara, I., Jayadi, I., Jayanti, N., Triyasa, P., Manggala, A., Sutisna, P. 2020. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali. Intisari Sains Medis 11(3): 1247-1251. DOI:10.15562/ism.v11i3.672


Background: In Indonesia, 100,000 infants died caused by diarrhea annually. In 2014, diarrhea sufferers were found mostly in Community Health Center II West Denpasar. In 2015, primarily located in Desa Pemecutan Kelod, which is in the working area of Community Health Center II West Denpasar. The occurrence of diarrhea in children cannot be separated from the role of their mothers. This study aims to determine the relationship of mothers’ knowledge level on prevention of diarrhea with the occurrence of diarrhea in under-five children in Desa Pemecutan Kelod.

Methods: A cross sectional analytic design was conducted among 90 samples. The variables studied were mothers’ knowledge as an independent variable and diarrhea in under-five children as a dependent variable. The instrument used in this study was a questionnaire that has been examined for validity. Data were analyzed using SPSS version 17 for Windows.

Results: The results showed that most respondents had good knowledge of 63.3%, around 38.6% of the under-five children suffered diarrhea. Mothers with sufficient knowledge (21.1%), approximately 42.1% of the under-five children suffered diarrhea, and mothers with inadequate knowledge (15.6%), around 78.6% of the under-five children suffered diarrhea. There was a significant relationship between mothers’ knowledge level in preventing diarrhea and diarrhea in under-five children (p=0.025).

Conclusion: Based on the study results, particularly regarding the fact there was still a low level of mothers’ knowledge, it is recommended the health center staff give proper health education on the prevention of diarrhea.


Latar Belakang: Setiap tahun di Indonesia 100.000 balita meninggal karena diare. Pada tahun 2014 di temukan penderita diare di Provinsi Bali terbanyak di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat, sedangkan pada tahun 2015 terbanyak di Desa Pemecutan Kelod yang merupakan wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Tingginya angka kejadian diare pada anak tidak lepas dari pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita di Desa Pemecutan Kelod. 

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analytic cross sectional dengan 90 sampel yang dipilih secara random sampling. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan ibu sebagai variabel bebas dan kejadian diare pada balita sebagai variabel tergantung. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas. Data dianalisis dengan SPSS version 17 for Windows.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (63,3%) ibu memiliki pengetahuan baik, dan sebanyak 38,6% balitanya mengalami diare. Pada 21.1% ibu dengan pengetahuan cukup, sebanyak 42,1% balitanya mengalami diare, dan pada 15,6% ibu yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 78,6% balitanya mengalami diare. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita (p=0,025).

KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian ini, terutama dengan kenyataan masih ada pengetahuan ibu yang kurang, disarankan agar petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pencegahan diare.

References

Oyofo BA, Lesmana M, Subekti D, et al. Surveillance of bacterial pathogens of diarrhea disease in Indonesia. Diagn Microbiol Infect Dis. 2002;44(3):227-234.

Aranda-Michel J, Giannella RA. Acute diarrhea: a practical review. Am J Med. 1999;106(6):670-676.

Hodges K, Gill R. Infectious diarrhea: Cellular and molecular mechanisms. Gut Microbes. 2010;1(1):4-21.

Black R, Fontaine O, Lamberti L, Bhan M, Huicho L, Arifeen SE, et al. Drivers of the reduction in childhood diarrhea mortality 1980-2015 and interventions to eliminate preventable diarrhea deaths by 2030. J Glob Health. 2019;9(2):020801.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Profil kesehatan Indonesia 2007. Jakarta. 2007. Diakses: 12 Maret 2018] [Tersedia pada: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2007.pdf]

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil kesehatan Bali Tahun 2015. Dinas Kesehatan Provinsi Bali: Bali. 2015, p. 161.

Saberi F, Amini S, Jan Nesari R. Mothers' roles in prevention and care of diarrhea in children of aran and bidgol, iran. Nurs Midwifery Stud. 2014;3(2):e19985.

Pati GPP, Rose DKN, Hartantyo I, Soemantri A. Peran ibu terhadap durasi diare akut anak umur 6-24 bulan selama perawatan. Sari Pediatri. 2013;15(1);56-60.

Oloruntoba EO, Folarin TB, Ayede AI. Hygiene and sanitation risk factors of diarrhoeal disease among under-five children in Ibadan, Nigeria. Afr Health Sci. 2014;14(4):1001-1011.

Wardoyo FS. Hubungan pengetahuan ibu tentang diare dan kondisi jamban dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Blimbing Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen tahun 2011 [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang: Semarang. 2011

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil kesehatan Kota Denpasar Tahun 2014. Dinas Kesehatan Kota Denpasar: Denpasar. 2014, p. 26-27.

Maklihah L, Fatimah S, Simangunsong B. Gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan dan penanggulangan secara dini kejadian diare pada balita di Desa Hegarmanah Jatinagor. Students E-Journals. 2012;1(1):1-15.

He Z, Cheng Z, Shao T, et al. Factors Influencing Health Knowledge and Behaviors among the Elderly in Rural China. Int J Environ Res Public Health. 2016;13(10):975.

Gore JI, Surawicz C. Severe acute diarrhea. Gastroenterol Clin North Am. 2003;32(4):1249-1267.

Haroun HM, Mahfouz MS, El Mukhtar M, Salah A. Assessment of the effect of health education on mothers in Al Maki area, Gezira state, to improve homecare for children under five with diarrhea. J Family Community Med. 2010;17(3):141-146.

Nasution E. Pengaruh perilaku ibu tentang pola makan anak balita terhadap kejadian diare di Kecamatan Tanjung Morawa [Tesis]. Universitas Sumatera Utara: Sumatera. 2012

Khikmah F. Hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta. 2012.

Ani LS, Suwiyoga K. Traveler’s Diarrhea Risk Factors on Foreign Tourists in Denpasar Bali-Indonesia May and August 2013. Bali Medical Journal. 2016;5(1):152-156.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 61
PDF Downloads : 22