Research Article

Gambaran tingkat pengetahuan terkait anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bangli, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli

Rifky Acga , Made Agus Kresna Sucandra, Cynthia Dewi Sinardja

Rifky Acga
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: rifkycuy@gmail.com

Made Agus Kresna Sucandra
SMF/Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Sanglah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Cynthia Dewi Sinardja
SMF/Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Sanglah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: December 01, 2020 | Cite this Article
Acga, R., Sucandra, M., Sinardja, C. 2020. Gambaran tingkat pengetahuan terkait anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bangli, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Intisari Sains Medis 11(3): 1178-1182. DOI:10.15562/ism.v11i3.659


Background: Anemia is a disease or disorder that occurs in the blood and is an important fluid for the heart to pump throughout the body through arteries and veins. Abnormalities in the blood can affect one's health and quality of life. Based on WHO data in 2011 found the lowest average hemoglobin in Africa, Southeast Asia and the Mediterranean. Southeast Asia has the highest number of anemia in children and women. The prevalence of anemia in nonpregnant women is 37.7% to 41.5%, whereas in pregnant women it is 38.9% to 48.7%.

Methods: The purpose of this study was to determine the description of pregnant women's knowledge about anemia. This research is descriptive with an observational research approach that is cross sectional. The sample in this study was G1 pregnant women in Bangli District, Bangli Regency. Sampling is done using a totally sampling method where the samples taken are all members of the affordable population. Data is processed univariately.

Results: The results obtained from 31 respondents, showed that the level of knowledge of pregnant women associated with anemia has a higher rate in the age group 26-30 years (33.3%). Based on work, found a low level of compliance found in pregnant women who are not working or as housewives (IRT) which is 68.4%. Patients with junior high school education have a low adherence rate of 66.7%.

Conclusions: The description of the level of knowledge of pregnant women related to anemia in Bangli District mostly had a low level of knowledge, as many as 16 people or 51.6%. It is recommended to explain about the definition of anemia, things that cause anemia, signs and symptoms of anemia.

 

Latar Belakang: Anemia adalah suatu penyakit atau gangguan yang terjadi pada darah dan merupakan cairan penting bagi jantung untuk di pompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri maupun vena Kelainan pada darah dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Berdasarkan data WHO tahun 2011 ditemukan rata-rata hemoglobin yang paling rendah di Negara Afrika, Asia Tenggara dan Mediterania. Asia Tenggara memiliki jumlah anemia pada anak-anak dan wanita tertinggi. Prevalensi anemia pada wanita tidak hamil adalah 37.7% hingga 41.5%, sedangkan pada wanita hamil adalah 38.9% hingga 48.7%.

Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan penelitian observasional yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah adalah ibu hamil G1 di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode totally sampling dimana sampel yang diambil merupakan semua anggota populasi terjangkau. Data diolah secara univariat.

Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 31 responden, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil terkait anemia yang tinggi memiliki angka yang lebih tinggi pada kelompok usia 26-30 tahun (33,3%). Berdasarkan pekerjaan, ditemukan tingkat kepatuhan yang rendah terdapat pada ibu hamil yang tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga (IRT) yaitu 68,4%. Pasien dengan tingkat pendidikan SMP memiliki tingkat kepatuhan yang rendah yaitu 66,7%.

Simpulan: gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil terkait anemia di Kecamatan Bangli sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan rendah yaitu sebanyak 16 orang atau 51,6%. Disarankan untuk menyuluh tentang pengertian anemia, hal-hal yang menyebabkan anemia, tanda dan gejala anemia.

References

National Heart lung and Blood Institute. Your Guide to Anemia. 2011. Diakses: 23 Februari 2017. Dari: www.nhlbi.nih.gov.

Bekele A., Tilahun M. and Mekuria A. Prevalence of Anemia and Its Associated Factors among Pregnant Women Attending Antenatal Care in Health Institutions of Arba Minch Town, Gamo Gofa Zone, Ethiopia: A Cross-Sectional Study. 2019.

WHO. The global prevalence of anaemia in 2011. Geneva: World Health Organization; 2015.

Kassebaum, Nicholas J. The Global Burden of Anemia. USA: Department of Anesthesiology and Pain Medicine, Seattle Children’s Hospital, Seattle, WA. 2013.

Alflah, Yousef M., Imam, H Wahdan., Hasab, Dalia I., Tayel. Prevalence and Determinants of Anemia in Pregnancy. International Journal of Public Health Science (IJPHS). 2017. Vol.6, No.3, pp. 213~220.

Lindung P, Yuliana NSU. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang. 2013. 2 (1), 31–39.

Wawan, A dan Dewi M. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia, Edisi pertama, Nuha medika, Yogyakarta, Indonesia. 2011.

Lestari, T. Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan, Edisi pertama, Nuha Medika, Yogyakarta, Indonesia. 2015.

Notoadmojo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi kedua, Rineka Cipta, Jakarta, Indonesia. 2012.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 133
PDF Downloads : 54