Research Article

Gambaran faktor risiko penyebab terjadinya celah bibir dan celah langitan di Denpasar tahun 2019

Kadek Tia Indah Purwitasari, I Gusti Putu Hendra Sanjaya, Agus Roy Rusly Hariantana Hamid

Kadek Tia Indah Purwitasari
Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

I Gusti Putu Hendra Sanjaya
Sub Divisi Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Agus Roy Rusly Hariantana Hamid
Sub Divisi Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia. Email: royruslyhamid@yahoo.com
Online First: August 01, 2020 | Cite this Article
Purwitasari, K., Sanjaya, I., Hamid, A. 2020. Gambaran faktor risiko penyebab terjadinya celah bibir dan celah langitan di Denpasar tahun 2019. Intisari Sains Medis 11(2): 697-701. DOI:10.15562/ism.v11i2.656


Background: Cleft lips and cleft palate are congenital abnormalities in the form of clefts that occur due to the lips or palate that are not fully integrated or developing separately. Factors causing cleft lips are a multifactorial combination of genetic factors and environmental factors. In Indonesia, the patients of cleft lips and cleft palate increase of 7,500 people per year. This study aims to determine the description of risk factors causing cleft lips and cleft palate in Denpasar 2019.

Methods: The research was conducted by a descriptive method using a cross-sectional approach. Samples were selected from the population-based on inclusion and exclusion criteria. This study was conducted to obtain the risk factors causing cleft lips and cleft palate based on a genetic factor, a drug used, smoking, alcohol, pregnancy disorders, chemicals, nutrition, history of antenatal care, obesity and diabetes, parent’s age, economic status, and infant’s gender. Data were analyzed using SPSS software version 22.

Results: The results showed that cases of cleft lips and cleft palate in Denpasar 2019 based on genetic factor is 24,0%, drug used (34%), smoking history (52%), no history of alcohol consumption, pregnancy disorders (28%), chemicals exposure (18%), do not get additional nutrition (42%), didn’t take any antenatal care (26%), obesity and diabetes (4%), the most parent’s age in pregnancy are productive age group (60%), majority low economic families status (60%), and infant’s gender dominated by the male (66%).

Conclusion: This finding is useful because it can provide insight into the description of the risk factors causing cleft lips and cleft palate in Denpasar 2019. Further analytic research is needed to find the relationship between various risk factor variables.

 

 

Latar Belakang: Celah bibir dan celah langitan merupakan kelainan kongenital berupa celah yang terjadi akibat bibir atau atap mulut tidak sepenuhnya menyatu atau berkembang secara terpisah. Faktor penyebab celah bibir adalah kombinasi multifaktor baik itu faktor genetik dan faktor lingkungan. Di Indonesia penderita kelainan celah bibir dan celah langitan bertambah rata-rata 7.500 orang per tahun dan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko penyebab terjadinya celah bibir dan celah langitan di Denpasar tahun 2019.

Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan pendekatan potong lintang. Sampel dipilih dari populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran faktor risiko penyebab terjadinya celah bibir dan celah langitan berdasarkan faktor genetik, penggunaan obat-obatan, merokok, alkohol, gangguan kehamilan, zat kimia, nutrisi, riwayat antenatal care, obesitas dan diabetes, usia orang tua, status ekonomi, dan jenis kelamin bayi. Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 22

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kasus celah bibir dan celah langitan di Denpasar tahun 2019 berdasar faktor keturunan sebesar 24,0%, penggunaan obat-obatan (34,0%), riwayat merokok (52,0%), tidak ada riwayat alkohol, gangguan kehamilan (28,0%), paparan zat kimia (18,0%), tidak mendapat nutrisi (42,0%), tidak melakukan antenatal care (26,0%), obesitas dan diabetes (4,0%), usia orang tua saat kehamilan terbanyak pada kelompok usia produktif (60,0%), status ekonomi mayoritas status keluarga ekonomi rendah (60,0%), jenis kelamin bayi dengan kejadian celah bibir dan celah langitan di dominasi oleh jenis kelamin laki-laki (66,0%).

Kesimpulan: Temuan ini bermanfaat karena dapat memberikan wawasan mengenai gambaran faktor risiko penyebab terjadinya celah bibir dan celah langitan di Denpasar tahun 2019. Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut guna mencari hubungan antara berbagai variabel faktor risiko.

References

Worley ML, Patel KG, Kilpatrick LA. Cleft Lip and Palate. Clin Perinatol. 2018;45(4):661-678.

Resnick CM, Estroff JA, Kooiman TD, Calabrese CE, Koudstaal MJ, Padwa BL. Pathogenesis of Cleft Palate in Robin Sequence: Observations from Prenatal Magnetic Resonance Imaging. J Oral Maxillofac Surg. 2018;76(5):1058-1064.

Yılmaz HN, Özbilen EÖ, Üstün T. The Prevalence of Cleft Lip and Palate Patients: A Single-Center Experience for 17 Years. Turk J Orthod. 2019;32(3):139-144.

Supandi A, Monoarfa A, Oley MH. Angka Kejadian Celah Bibir di Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2011-2013. Jurnal E-Clinic (ECL). 2014;2(2):1-7

Yu W, Serrano M, Miguel SS, Ruest LB, Svoboda KK. Cleft lip and palate genetics and application in early embryological development. Indian J Plast Surg. 2009;42 Suppl(Suppl):S35-S50.

Yılmaz HN, Özbilen EÖ, Üstün T. The Prevalence of Cleft Lip and Palate Patients: A Single-Center Experience for 17 Years. Turk J Orthod. 2019;32(3):139-144.

Rezaallah B, Lewis DJ, Zeilhofer HF, Berg BI. Risk of Cleft Lip and/or Palate Associated With Antiepileptic Drugs: Postmarketing Safety Signal Detection and Evaluation of Information Presented to Prescribers and Patients. Ther Innov Regul Sci. 2019;53(1):110-119.

Munsie JW, Lin S, Browne ML, Campbell KA, Caton AR, Bell EM, et al. Maternal bronchodilator use and the risk of orofacial clefts. Hum Reprod. 2011;26(11):3147-3154.

Acuña-González G, Medina-Solís CE, Maupomé G, Escoffie-Ramirez R, Hernandoz-Romano J, Marquez-Corona MDL, et al. Family history and socioeconomic risk factors for non-syndromic cleft lip and palate: a matched case-control study in a less developed country. Biomedica. 2011;31(3):381-391.

Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Edisi 2 Jakarta: EGC. 2012.

Yunani, Bustami A, Angelina C. Faktor Kelainan Kongenital pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung 2015. Jurnal Dunia Kesmas 2016;5(2):74-83.

Kawalec A, Nelke K, Pawlas K, Gerber H. Risk factors involved in orofacial cleft predisposition - review. Open Med (Wars). 2015;10(1):163-175.

Lammer EJ, Shaw GM, Iovannisci DM, Finnell RH. Maternal smoking, genetic variation of glutathione s-transferases, and risk for orofacial clefts. Epidemiology. 2005;16(5):698-701.

Maidartati, Parsaulian P. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Pengaruh Rokok terhadap Tumbuh Kembang Janin di Polikandungan RSUD Kota Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2015;3(1):38-50.

Polii EG, Wilar R, Umboh A. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan bawaan pada neonatus di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal E-Clinic (ECl), 2016;4(2):1-8

Radityo AN, Kosim MS, Budhi RK, Irawan G, Rini AE. Faktor Risiko Kelainan Kongenital Orofacial pada Neonatus. Media Medika Muda. 2016;1(1):1-6

Kozma A, Radoi V, Ursu R, Bohaltea CL, Lazarescu H, Carniciu S. GESTATIONAL Diabetes Mellitus and The Development of Cleft Lip/Palate in Newborns. Acta Endocrinol (Buchar). 2019;-5(1):118-122.

Bille C, Skytthe A, Vach W, Knudsen LB, Andersen AMN, Murray JC, et al. Parent's age and the risk of oral clefts. Epidemiology. 2005;16(3):311-316.

Makbruri. Faktor Risiko Yang Memengaruhi Berat Badan Lahir Rendah Dan Sangat Rendah Di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang Periode 1 Januari-31 Desember 2008. Gradien: Jurnal Ilmiah MIPA. 2015;11(1):1079–84.

Loho JL. Prevelensi labioschisis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2011 – Oktober 2012. Jurnal e-Biomedik (eBM): 2013;1(1):396-401.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 549
PDF Downloads : 367