Research Article

Hubungan antara kejadian delirium dengan anemia pada pasien geriatri di bangsal rawat inap geriatri RSUP sanglah

Shelvy Florence Gousario , RA Tuty Kuswardhani

Shelvy Florence Gousario
Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia. Email: shelvy.gousario@gmail.com

RA Tuty Kuswardhani
Departemen/ KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia
Online First: August 01, 2020 | Cite this Article
Gousario, S., Kuswardhani, R. 2020. Hubungan antara kejadian delirium dengan anemia pada pasien geriatri di bangsal rawat inap geriatri RSUP sanglah. Intisari Sains Medis 11(2): 625-628. DOI:10.15562/ism.v11i2.625


Background: Delirium is common, occurs in 20% to 79% of hospitalized older patients. It has been associated with increased health care costs, long-term cognition deficits, and increase mortality. Anemia has been noted as one of predisposing factors for delirium. Elderly patients with many risk factors will be vulnerable to a low level precipitating insult, whereas those without risk factors may only become delirious after a high level insult. The objective of this study was to find association between delirium status and anemia among elderly patients.

Method: cross-sectional design using analytic observational was conducted with purposive sampling. Total subject of this study was one hundred and sixteen elderly patients, taken at geriatric ward Sanglah general hospital from January to May 2016. Delirium status was screened using Confusion Assessment Method (CAM). Assessment of delirium was confirmed if meet the criteria acute, fluctuating onset an inattention, plus disorganized thinking and/or changes in consciousness. Anemia was defined as level of serum hemoglobin < 10 g/dL. Statistical analysis used was chi square comparative test .

Results: One hundred and sixteen elderly patients age 60 to 95 years old with mean 72.16 + 8.179 were included. The prevalence of delirium and anemia were 28 (24.1%) and 40 (34.5%) respectively. We found significant association between delirium status and anemia (p= 0.034).

Conclusion: there was significant association between delirium status and anemia among elderly patients at geriatric ward Sanglah general hospital.

 

Pendahuluan: Delirium merupakan suatu keadaan yang sering terjadi pada 20 hingga 70% pasien geriatri yang menjalani rawat inap. Keadaan ini dihubungkan dengan peningkatan biaya kesehatan, defisit kognitif jangka panjang, serta peningkatan mortalitas. Anemia telah diketahui sebagai salah satu faktor predisposisi terjadinya delirium. Pasien geriatri dengan banyak faktor risiko akan lebih rentan terhadap jejas yang kadarnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara delirium dan anemia pada pasien geriatri.

Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang analitik menggunakan consecutive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 116 pasien yang berasal dari bangsal rawat inap geriatri RSUP Sanglah Denpasar pada Januari hingga Mei 2016. Delirium dievaluasi menggunakan metode CAM (Confusion Assessment Method). Anemia didefenisikan sebagai kadar hemoglobin serum <10 g/dL. Analisa statistik menggunakan uji komparatif chi-square.

Hasil: Dari 116 pasien yang menjadi sampel dalam penelitian ini, didapatkan rata-rata umur 72,16 + 8,179 dengan umur terendah 65 tahun dan tertinggi 95 tahun. Prevalensi delirium dan anemia sebesar 28 (24,1%) dan 40 (34,5%) berturut-turut. Didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian delirium dengan anemia (p= 0,034)

Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara kejadian delirium dengan anemia pada pasien-pasien geriatri di bangsal rawat inap geriatri RSUP Sanglah Denpasar.

References

Folstein MF, Ross C. Cognitive impairment in the elderly. Dalam: Kelley WM, penyunting. Textbook of Internal Medicine. Edisi ke-2. Philadelphia: JB Lippincott; 1992. h. 2408–2410.

Jorm AF, Korten AE, Henderson AS. The prevalence of dementia: a quantitative integration of the literature. Acta Psychiatr Scand. 1987;76:465-479.

Kurniawan J. Faktor prognosis mortalitas di ruang rawat akut geriatri. Thesis. Postgraduate Program in Internal Medicine Specialist. Faculty of Medicine, University of Indonesia. Jakarta, 2010.

Cole MG, Ciampi A, Belzile E. Persistent delirium in older hospital patients: a systematic review of frequency and prognosis. Age Ageing. 2009;38(1):19-26.

Saxena S, Lawley D. Delirium in the elderly: a clinical review. Postgrad Med J. 2009;85:405-13.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Sem I, 2013. [diakses 28 Juli 2019]; Diunduh dari: www.depkes.go.id

Joosten E, Lemiengre J, Nells T, Verbeke G, Milisen K. Is anemia a risk factor for delirium in an acute geriatric population?. Gerontology. 2006;52:382-385.

Supriadi E. Faktor-faktor prognosis kematian sindrom delirium pada geriatri. [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia. 2005.

Adiwinata R, Oktaliansah E, Maskoen TT. Angka Kejadian Delirium dan Faktor Risiko di Intensive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. JAP. 2016;4(1):36-41.

Aldemir M, Ozen S, Kara IH, Sir A, Bac B. Predisposing factors for delirium in the surgical intensive care unit. Critical care. 2001;5(5):265-270.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 18
PDF Downloads : 9