Research Article

Hubungan proteinuria dan batu saluran kemih: studi analitik

Zulfikar Ali , Eko Arianto

Zulfikar Ali
Spesialis Urologi, Departemen Bedah, Divisi Urologi, Rumah Sakit Kardinah, Tegal, Indonesia. Email: zulfikar_74@yahoo.com

Eko Arianto
Residen Urologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta
Online First: March 27, 2020 | Cite this Article
Ali, Z., Arianto, E. 2020. Hubungan proteinuria dan batu saluran kemih: studi analitik. Intisari Sains Medis 11(1): 286-290. DOI:10.15562/ism.v%vi%i.613


Latar Belakang: Batu saluran kemih (BSK) masih merupakan salah satu masalah tersering yang dihadapi urolog. Proteinuria dapat ditemukan pada kondisi gagal ginjal kronis (GGK), infeksi saluran kemih (ISK), keganasan, ataupun BSK. Protein urin diketahui berperan dalam proses supersaturasi dan agregasi BSK. Studi terkini menemukan hubungan protein marker urin dengan BSK pada level molekular setelah proses elektroforesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan proteinuria pada urinalisa dengan BSK.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian studi potong lintang dengan subjek pasien poli urologi di RSUD Kardinah, Tegal. Total sampel 200 pasien yang dikelompokkan menjadi 100 pasien BSK dan 100 pasien kontrol. Seluruh pasien dilakukan pemeriksaan ultrasound (USG) sebagai pemeriksaan diagnosis awal, kemudian dilakukan pemeriksaan urinalisa. Proteinuria dianggap positif untuk nilai protein urin +1 sampai +4 dan negatif pada nilai protein urin trace dan negatif. Variabel lain yang dianalisa adalah ISK, ph urin, usia, dan jenis kelamin.

Hasil: Pasien laki-laki memiliki kecenderungan BSK yang lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan rasio 1,8:1. Rentang usia kelompok BSK 23-78 tahun dan pada kelompok kontrol 17-85 tahun. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara proteinuria dengan BSK (p = 0,203). Terdapat hubungan antara ISK dengan BSK (p = 0,002) dan ph urin dengan BSK (p = 0,024). Terdapat hubungan antara ISK dengan proteinuria pada uji univariat dan multivariat (p = 0,000).

Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan antara proteinuria dengan BSK. Terdapat hubungan antara proteinuria dengan ISK. Proteinuria muncul karena proses inflamasi pada kasus infeksi akibat batu. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan jenis protein urin yang menjadi inhibitor pada pasien non stone former dan jenis protein urin yang ditemukan pada stone former.

References

Wein AJ, Kavoussi LR, Partin AW, Peters CA. Campbell-Walsh Urology. 11th ed. Elsevier; 2016.

Türk C, Vice-chair TK, Petrik A, Sarica K, Skolarikos A, Straub M, et al. EAU Guidelines on Urolithiasis. 2016;

Carroll MF, Temte JL, Ph D, Madison W. Proteinuria in Adults : A Diagnostic Approach. 2000;62(6):1–7.

Haley WE, Enders FT, Vaughan LE, Mehta RA, Thoman ME, Vrtiska TJ, et al. Kidney Function After the First Kidney Stone Event. 2016;91(12):1744–52.

Bergsland KJ, Kelly JK, Coe BJ, Coe FL, Kristin J, Kelly JK, et al. Urine protein markers distinguish stone-forming from non-stone-forming relatives of calcium stone formers. 2019;60612:530–6.

Scales CD, Curtis LH, Norris RD, Springhart WP, Sur RL, Schulman KA, et al. Changing Gender Prevalence of Stone Disease. J Urol. 2007;177(3):979–82.

Lieske JC, Peña De La Vega LS, Slezak JM, Bergstralh EJ, Leibson CL, Ho KL, et al. Renal stone epidemiology in Rochester, Minnesota: An update. Kidney Int. 2006;69(4):760–4.

Penniston KL, McLaren ID, Greenlee RT, Nakada SY. Urolithiasis in a rural Wisconsin population from 1992 to 2008: Narrowing of the male-to-female ratio. J Urol [Internet]. 2011;185(5):1731–6. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.juro.2010.12.034

Khan A, Rai M, Gandapur, Pervaiz A, Shah A, Hussain A, et al. Epidemiological risk factors and composition of urinary stones in Riyadh Saudi Arabia. J Ayub Med Coll Abbottabad. 2004;15:56–8.

Safarinejad MR. Adult urolithiasis in a population-based study in Iran: Prevalence, incidence, and associated risk factors. Urol Res. 2007;35(2):73–82.

Tanthanuch M, Apiwatgaroon A, Pripatnanont C. Urinary tract calculi in southern Thailand. J Med Assoc Thai. 2005;88(1):80–5.

Qaader DS, Yousif SY, Mahdi LK. Prevalence and etiology of urinary stones in hospitalized patients in Baghdad. East Mediterr Heal J. 2006;12(6):853–61.

Rule AD, Krambeck AE, Lieske JC. Chronic kidney disease in kidney stone formers. Clin J Am Soc Nephrol. 2011;6(8):2069–75.

Vasudevan V, Samson P, Smith AD, Okeke Z. The genetic framework for development of nephrolithiasis. Asian J Urol [Internet]. 2017;4(1):18–26. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.ajur.2016.11.003

Hellemans R, Verpooten GA, Bosmans JL. A young man presenting with recurrent nephrolithiasis. NDT Plus. 2010;3(6):584–7.

Lin J, Fung TT, Hu FB, Curhan GC. Association of dietary patterns with albuminuria and kidney function decline in older white women: A subgroup analysis from the nurses health study. Am J Kidney Dis. 2011;57(2):245–54.

Kumar V, De La Vega LP, Farell G, Lieske JC. Urinary macromolecular inhibition of crystal adhesion to renal epithelial cells is impaired in male stone formers. Kidney Int. 2005;68(4):1784–92.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 388
PDF Downloads : 310