Research Article

Faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Wangaya Kota Denpasar

Bella Kurnia , I Wayan Bikin Suryawan, A.A. Made Sucipta

Bella Kurnia
Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya, Denpasar-Bali. Email: bellakurnia12@gmail.com

I Wayan Bikin Suryawan
Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya, Denpasar, Bali

A.A. Made Sucipta
Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya, Denpasar, Bali
Online First: April 01, 2020 | Cite this Article
Kurnia, B., Suryawan, I., Sucipta, A. 2020. Faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Intisari Sains Medis 11(1): 323-326. DOI:10.15562/ism.v11i1.548


Background: Birth asphyxia is a serious clinical problem worldwide. There are many reasons a baby may not be able to take in enough oxygen before, during, or just after birth. Birth asphyxia is the inabiity of neonates to start breathing spontaniously right after birth.

Objective: This study was designed to assess the risk factors of birth asphyxia in neonates in Wangaya General Hospital.

Methods: It is a case control study. The data of the newborn and mother was retrospectively collected from medical record in Wangaya Regional General Hospital between November 2018 to March 2019. It uses consecutive sampling. Bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using logistic regresssion.

Results: Bivariate analysis of risk factors of birth asphyxia that are studied are: low birth weight p value 0.000 (OR: 30.118); Number of birth p value 0,013 (OR 4,025); Prematurity p value 0.001 (OR 18.286); PROM p value 0.751 (OR 1.508); preeclampsia p value 1.000 (OR 0.804); and Cesarean Section p value 0.218 (OR 0.479). From multivariate analysis, the result was low birth weight p value 0.020; number of birth p value 0.003; prematurity p value 0.766; caesarean section p value 0,028.

Conclusion: Risk factor of birth asphyxia in Wangaya General Hospital are low birth weight; number of birth (Primipara); and caesarean section.

 

Latar Belakang: Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi yang serius di seluruh dunia. Ada beberapa penyebab dimana bayi tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup sebelum, selama, atau setelah lahir. Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana neonatus tidak dapat memulai bernafas dengan spontan segera setelah lahr.Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor resiko terjadinya asfiksia neonatorum pada neonatus di RSUD Wangaya.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian case control. Data neonatus dan data ibu diambil dari data rekam medis di RSUD Wangaya sejak November 2018 hingga Maret 2019. Studi ini menggunakan consecutive sampling. Analisa bivariat menggunakan chi square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistik.

Hasil: Hasil dari analisa bivariat adalah: BBLR p value 0,000 (OR: 30.118); Paritas p value 0,013 (OR 4,025); Prematuritas p value 0.001 (OR 18.286); KPD p value 0.751 (OR 1.508); Preeklampsia p value 1.000 (OR 0.804); and Bedah Caesar p value 0.218 (OR 0.479). Dari analisa multivariat, hasilnya adalah BBLR p value 0.020; Paritas p value 0.003; prematuritas p value 0.766; bedah sesar p value 0,028.

Simpulan: Fakor resiko terjadinya asfiksia neonatorum di RSUD Wangaya adalah BBLR; Paritas (Primipara); and bedah sesar.

References

Gilang, Notoatmodjo H, Rakhmawatie MD. Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (studi di rsud tugurejo semarang). Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang; 2010. (https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/1300)

Majeed R, Memon Y, Majeed F, Shaikh NP, Rajar UD. Risk factors of birth asphyxia. J Ayub Med Coll Abbottabad; 2007.

Kemenkes RI. Untuk menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi perlu kerja keras. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia; 2010.

Utomo MT. Risk factors for birth asphyxia. Folia Medica Indonesiana; 2011. (http://journal.unair.ac.id/filerPDF/03%2011023%20MartonoE2%20_format%20FMI_.pdf)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Bayi berat lahir rendah. Dalam : standar pelayanan medis kesehatan anak. Ed I. Jakarta. 2004

Nugroho PMC. Tingkat keparahan asfiksia neonatorum pada bayi berat lahir rendah; 2015.

Oktavionita V. Perbedaan angka kejadian risiko asfiksia neonatorum antara bayi kurang bulan denganbayi cukup bulan pada berat bayi lahir rendah (BBLR). Surakarta: Universitas Muhammadiyah; 2017.

Wiradharma. Kardana IM, Dharma AIW. Risiko asfiksia pada ketuban pecah dini di rsup sanglah. Sari Pediatri; 2013. (https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/339)

Fanny F. Sectio caesarea sebagai faktor risiko kejadian asfiksia neonatorum. Lampung: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung; 2015.


Article Views      : 32
PDF Downloads : 16