Research Article

Tingkat pengetahuan dan sikap tentang hepatitis B pada dokter gigi di Denpasar Utara

I Gusti Ngurah Bagus Jayanta Ananda , I Ketut Agus Somia

I Gusti Ngurah Bagus Jayanta Ananda
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: ananda.jayanta@gmail.com

I Ketut Agus Somia
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universtas Udayana-RSUP Sanglah Denpasar, Bali-Indonesia
Online First: March 03, 2020 | Cite this Article
Ananda, I., Somia, I. 2020. Tingkat pengetahuan dan sikap tentang hepatitis B pada dokter gigi di Denpasar Utara. Intisari Sains Medis 11(1): 51-54. DOI:10.15562/ism.v11i1.530


Introduction: Hepatitis B virus is a double stranded DNA virus that belongs to hepadnaviridae family. This virus can be transmitted through unsterile medical instruments, unsafe sex, and blood transfusions from hepatitis B infected individuals. This study aims to evaluate the knowledge and attitude of hepatitis B among dentist in North Denpasar.

Method: This study was a descriptive cross sectional study. Data collection was done by using questionnaire. The study population were dentists in North Denpasar. Subject consisted of 28 respondents that were chosen by random sampling. Study was done from November 2016 until January 2017.

Result: Majority of the respondent had a high knowledge level (75%) regarding transmission of hepatitis B. Similar proportion was found for high and low knowledge level regarding prevention of hepatitis B. Most respondent (57.8%) had a low level of knowledge regarding hepatitis B in general. More respondent had a positive attitude regarding hepatitis B (71.4%). Majority of respondent aged <30 years old had a good knowledge (64.2%), meanwhile bad knowledge was found in more respondent for other age group. Based on the characteristic of attitude regarding hepatitis B according to age and gender, it was found that more respondent had a positive attitude in each group.

Conclusion: Results of this study found that most of the respondent had a good knowledge and attitude regarding hepatitis B, but the knowledge in respondent aged over 30 were found to be bad.

 

Pendahuluan: Virus hepatitis B merupakan virus DNA beruntai ganda yang termasuk dalam famili hepadnaviridae. Penularan hepatitis B terjadi melalui alat medis tidak steril, hubungan seksual berisiko, dan transfusi darah dari individu yang terinfeksi virus hepatitis B. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap mengenai hepatitis B pada dokter gigi di Denpasar Utara.

Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross-sectional dengan metode pengumpulan data melalui kuisioner. Subjek penelitian adalah dokter gigi di Denpasar Utara. Sejumlah 28 sampel dipilih dengan teknik random sampling yang dilaksanakan dari November 2016 hingga Januari 2017.

Hasil: Mayoritas subjek memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (75%) mengenai penyebaran hepatitis B.  Proporsi yang sama didapatkan untuk tingkat pengetahuan tinggi dan rendah mengenai pencegahan hepatitis B. Mayoritas subjek (57,8%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang hepatitis B secara umum. Lebih banyak responden didapatkan memiliki sikap positif terhadap hepatitis B (71,4%). Sebagian besar responden berusia <30 tahun memiliki tingkat pengetahuan yang baik (64,2%), sedangkan tingkat pengetahuan buruk lebih banyak didapatkan pada kedua kelompok usia lainnya. Berdasarkan karakteristik sikap dokter gigi terhadap hepatitis sesuai umur maupun sesuai jenis kelamin, pada tiap kelompoknya didapatkan lebih banyak responden yang memiliki sikap positif.

Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap tentang hepatitis B pada dokter gigi di Denpasar Utara sebagian besar adalah baik, namun pada kelompok usia diatas 30 tahun, tingkat pengetahuan terkait hepatitis B adalah kurang baik.

References

Sharma SK, Saini N, Chwla Y. Hepatitis B virus: inactive carriers. Virology Journal. 2005; 2:82-90.

Soewignjo S, Gunawan S. Hepatitis virus B. EGC. 2008: 250-261.

Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Buku Ajar Patologi Robbins. EGC. 2012:136-139.

Price SA, Wilson LM. Patofisiologi: Konsep KlinisProses-Proses Penyakit. 2012. EGC: 53-62.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. 2013.

Sowmya K, Anubhuti M, Dhara D, Manisha T, Shreenivas K, Sandeep G. A cross sectional study on the knowledge of hepatitis B infection among dental professionals. Journal of Virology and Microbiology. 2013; 4(2):45-52.

Tirounilacandin P, Krishnaraj S, Chakravarthy K. Hepatitis-B infection: awareness among medical, dental interns in India. Ann Trop Med Public Health. 2009; 2: 33-36.

Khan S. Detection of hepatitis B virus in clinically suspected infectious hepatitis pregnant and non-pregnant women. Bali Medical Journal. 2017; 6(3): S105-S108. DOI:10.15562/bmj.v6i3.366


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 41
PDF Downloads : 19