Research Article

Faktor-faktor yang berpengaruh pada Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Buleleng, Bali, Indonesia tahun 2016

Gede Bagus Rawida Wijaya , I Made Muliarta, Padma Permana

Gede Bagus Rawida Wijaya
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia. Email: bagusrawida@gmail.com

I Made Muliarta
Departemen Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Padma Permana
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
Online First: March 26, 2020 | Cite this Article
Wijaya, G., Muliarta, I., Permana, P. 2020. Faktor-faktor yang berpengaruh pada Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Buleleng, Bali, Indonesia tahun 2016. Intisari Sains Medis 11(1): 223-227. DOI:10.15562/ism.v11i1.528


Background: Overweight or obesity is a global health problem that is significantly rising, and it can reduce a person’s quality of life, and also his family. Several factors could influence the Body Mass Index (BMI) as a simple indicator to assess obesity. This study aims to know the factors-related to the BMI among Senior High School students in Buleleng District, Bali, Indonesia, in 2016.

Methods: An analytic cross-sectional study using primary data was conducted through direct anthropometric measurements and questionnaires among 164 students at Buleleng District, Bali, Indonesia, in 2016. A stratified random sampling technique was used to enrol the students in Buleleng District that meet the inclusion and exclusion criteria. Variables assessed in this study were gender, age, BMI, parent’s BMI, level of physical activity, and eating habit. Data were analysed using SPSS version 23 for Windows software with a significance level of 0.05.

Results: Females were predominant in this study (54.00%) compared with males (46.00%), followed by age 16 years old (41.00%), average BMI of respondents 31.25 kg/m2, and the average parent’s BMI were 27.25 kg/m2. Bivariate analysis showed there was no significant relationship between physical activity level with student’s BMI (p = 0.330), diet level the student’s BMI (p = 0.550), father’s BMI to the student’s BMI (p = 0.205). However, a significant relationship was found between a mother’s BMI to the student’s BMI (p=0.038) 

Conclusion: A significant relationship was found between mother’s BMI to the BMI of Senior High Scholl students in Buleleng District, Bali, Indonesia, in 2016. According to the result, special attention and counselling on nutritional status against the senior high school students and parents in Buleleng District are necessarily important.

 

Latar Belakang: Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan masalah kesehatan dunia yang memiliki kenaikan secara signifikan, dan dapat mengurangi kualitas hidup seseorang, dan juga keluarganya. Beberapa faktor dapat memengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator sederhana untuk menilai obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan BMI di antara siswa SMA di Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia, pada tahun 2016.

Metode: Penelitian potong lintang analitik menggunakan data primer dilakukan dengan pengukuran antropometrik dan kuesioner secara langsung terhadap 164 siswa di Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia, pada tahun 2016. Teknik pengambilan sampel acak stratifikasi digunakan untuk melibatkan siswa di Kabupaten Buleleng yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang dinilai dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, BMI, BMI orang tua, tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan makan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 23 untuk perangkat lunak Windows dengan tingkat kebermaknaan 0,05.

Hasil: Jenis kelamin perempuan dominan dalam penelitian ini (54,00%) dibandingkan dengan laki-laki (46,00%), diikuti dengan usia 16 tahun (41,00%), BMI rata-rata responden 31,25 kg/m2, dan BMI orang tua rata-rata sebesar 27,25 kg/m2. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan BMI siswa (p = 0,330), tingkat diet BMI siswa (p = 0,550), maupun BMI ayah dengan BMI siswa (p = 0,205). Namun, terdapat hubungan yang bermakna ditemukan antara BMI ibu dengan BMI siswa (p = 0,038).

Kesimpulan: Hubungan yang bermakna ditemukan antara BMI ibu dengan BMI siswa SMA di Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia, pada tahun 2016. Berdasarkan hasil ini, perhatian khusus dan konseling tentang status gizi terhadap siswa SMA dan orang tua di Kabupaten Buleleng merupakan hal yang penting.

References

de Onis M, Blössner M, Borghi E. Global prevalence and trends of overweight and obesity among preschool children. Am J Clin Nutr. 2010;92(5):1257-64

Dewi MR, Sidiartha IGL. Prevalensi dan faktor risiko obesitas anak sekolah menengah atas di daerah urban dan rural. Medicina. 2013;44(4):15-21

Hartyaningtyas GY, Fatmah. Faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswa SMA Marsudirini Bekasi tahun 2013. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. 2013.

Sartika RAD. Faktor Risiko Obesitas pada Anak 5-15 Tahun di Indonesia. Makara Kesehatan. 2011;15(1):37-43.

Samosir, Arissa I. Hubungan Antara Citra Tubuh, Pola Konsumsi, dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja Putri SMP St. Kristoforus 2 Jakarta Barat. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. 2008.

Anam MS, Mexitalia M, Widjanarko B, Pramono A, Susanto H, Subagio HW. Pengaruh Intervensi Diet dan Olahraga Terhadap Indeks Massa Tubuh, Lemak Tubuh, dan Kesegaran Jasmani pada Anak Obes. Sari Pediatri. 2010;12(1):36-41

Nurdin NW. Hubungan Status Gizi Orang Tua, Asupan Makanan, Durasi Menonton TV serta Bermain Games dan Faktor Lain dengan Status Gizi (Kegemukan) pada Siswa TK Islam Al-Azhar 03 Kota Cirebon Tahun 2012. [Skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. 2012.

Tchicaya A, Lorentz N. Relationship between Children’s Body Mass Index and Parents’ Obesity and Socioeconomic Status: A Multilevel Analysis Applied with Luxembourg Data. Health. 2014,6(17):2322-2332.

Sari RI. Faktor yang berhubungan dengan status gizi remaja usia 12-15 tahun di Indonesia tahun 2007 (analisis data sekunder Riskesdas tahun 2007). [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2012.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 442
PDF Downloads : 367