Research Article

Analisis korelasi kadar serum prokalsitonin dengan jumlah leukosit pada penderita dengan kecurigaan sepsis di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Bagus Dwiki Arya Dharma , Ni Kadek Mulyantari, I Putu Yuda Prabawa

Bagus Dwiki Arya Dharma
Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia. Email: bdwikey@gmail.com

Ni Kadek Mulyantari
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

I Putu Yuda Prabawa
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia
Online First: April 01, 2020 | Cite this Article
Dharma, B., Mulyantari, N., Prabawa, I. 2020. Analisis korelasi kadar serum prokalsitonin dengan jumlah leukosit pada penderita dengan kecurigaan sepsis di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia. Intisari Sains Medis 11(1): 179-182. DOI:10.15562/ism.v11i1.525


Background: Sepsis is a systemic inflammatory response to infection, where the pathogen or toxin is released into the blood circulation, causing activation of the inflammatory process. Laboratory tests are used to detect inflammatory processes, one of which is procalcitonin. This study aims to determine the correlation between procalcitonin (PCT) serum levels by the leukocytes counts on suspected sepsis patients at Sanglah Hospital in Denpasar.

Methods: An analytic observational study with the cross-sectional design was conducted among 21 samples by consecutive sampling technique. The population in this study were sepsis patients who were treated at Sanglah Hospital Denpasar during February-June 2016 period. Data were analyzed using SPSS version 17 for Windows. 

Results:  Most of respondents were >35 years old (85.7%), Body Mass Index (BMI) > 20 kg/m2 (76.2%), leucocyte counts < 10.000/μL (42.9%), and PCT levels ≤ 0.5 ng/mL (61.9%). There is no significant correlation between white blood cells (WBC) and PCT by Spearman Correlation test (p=0.061; r=0,641).

Conclusion: The recent findings suggest that there was no significant correlation between PCT serum levels with the leucocytes counts among patients with sepsis.

 

Latar Belakang: Sepsis merupakan suatu respon inflamasi sistemik terhadap infeksi, dimana patogen atau toksin dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga terjadi aktivasi proses inflamasi. Tes laboratorium yang digunakan untuk mengetahui adanya proses inflamasi salah satunya adalah prokalsitonin (PCT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar serum prokalsitonin dengan jumlah leukosit pada penderita dengan kecurigaan sepsis di RSUP Sanglah Denpasar.

Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain tong lintang dilakukan terhadap 21 sampel dengan teknik konsekutif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien sepsis yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah Denpasar selama periode Februari-Juni 2016. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 17 untuk Windows.

Hasil: Sebagian besar responden berusia> 35 tahun (85,7%), Indeks Massa Tubuh (IMT)>20 kg / m2 (76,2%), jumlah leukosit <10.000 / μL (42,9%), dan tingkat PCT ≤ 0,5 ng / mL (61,9%). Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara sel darah putih (WBC) dan PCT dengan uji Korelasi Spearman (p = 0,061; r = 0,641).

Kesimpulan: Hasil penelitian saat ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar serum PCT dengan jumlah leukosit pada pasien dengan sepsis.

References

Assicot M, Gendrel D, Carsin H, Raymond J, Guilbaud J, Bohuon C. High serum procalcitonin concentrations in patients with sepsis and infection. Lancet. 1993 Feb 27;341(8844):515-8.

Herzum I, Renz H. Inflammatory markers in SIRS, sepsis and septic shock. Curr Med Chem. 2008;15(6):581-7.

Dellinger RP, Levy MM, Rhodes A, Annane D, Gerlach H, Opal SM, et al. Surviving sepsis campaign: international guidelines for management of severe sepsis and septic shock: 2012. Crit Care Med. 2013;41(2):580-637.

Berger MM, Marazzi A, Freeman J, Chioléro R. Evaluation of the consistency of Acute Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE II) scoring in a surgical intensive care unit. Crit Care Med. 1992;20(12):1681-7

Zhang JM, An J. Cytokines, Inflammation and Pain. Int Anesthesiol Clin. 2007;45(2): 27–37.

Becker KL, Snider R, Nylen ES. Procalcitonin assay in systemic inflammation, infection, and sepsis: clinical utility and limitations. Crit Care Med. 2008 Mar;36(3):941-52.

Octavia S. Hubungan antara Leukosit dengan Prokalsitonin sebagai Biomarker Sepsis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Bulan Agustus – Oktober 2015 Medan [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2015

Uzzan B, Cohen R, Nicolas P, Cucherat M, Perret GY. Procalcitonin as a diagnostic test for sepsis in critically ill adults and after surgery or trauma: A systematic review and meta-analysis. Crit Care Med. 2006;34(7):1996-2003.

Murzalina C. Procalcitonin Pada Pasien Sepsis Yang Telah Mendapat Perawatan Di Ruang Rawat Intensif [Tesis]. Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2007

Magrini L, Gagliano G, Travaglino F, Vetrone F, Marino R, Cardelli P. Comparison between white blood cell count, procalcitonin and C reactive protein as diagnostic and prognostic biomarkers of infection or sepsis in patients presenting to emergency department. Clin Chem Lab Med. 2014;52(10):1465-72.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 17
PDF Downloads : 5