Research Article

FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI

Marvy Khrisna Pranamartha

Marvy Khrisna Pranamartha
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: agungmarvy@gmail.com
Online First: December 15, 2015 | Cite this Article
Pranamartha, M. 2015. FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI. Intisari Sains Medis 4(1): 66-69. DOI:10.15562/ism.v4i1.51


Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, dengan gejala umum berupa demam tinggi dan nyeri perut. Tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan saluran cerna.1
Untuk bisa memahami patogenesis dari demam tifoid sampai ke tingkat selular dan molekular, ada 5 hal penting yang harus digaris bawahi, yaitu:
1. Tipe 3 Sistem Sekresi (T3SS)
2. Virulence Genes dari Salmonella yang mengkode 5 SIP (Salmonella Invasion Protein) SIP A, B, C, D, dan E.
3. Toll R2 dan toll R3 yang merupakan lapisan luar dari makrofag.
4. Sistem imun lumen usus sampai ke organ dalam
5. Fungsi endotelial sel dalam inflamasi.
Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Virulensi salmonella tidak lepas dari peranan SPI, yang terletak di dalam kromosom dan plasmid bakteri. 
Dimana SPI 1 dan SPI 2 telah dikaji cukup mendalam karena keterkaitannya dengan T3SS, dan berperan sangat penting pada invasi awal serta siklus hidup intrasel dari bakteri Salmonella.
Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. Selalu menjaga kebersihan lingkungan hidup kita agar terhindar dari kontaminasi dengan bakteri Salmonella typhi. Agar mewaspadai sejak dini pencegahan dan pengobatan penyakit typhus. 
Studi mendalam perlu dilakukan agar kita mampu lebih memahami proses kompleks antara patogen dan sel inang. Mengingat dari 15 SPI yang sudah diketahui, hanya SPI 1 dan SPI 2 yang sudah dikaji secara mendalam.

No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 947
PDF Downloads : 727