Research Article

Hubungan kadar gula darah dengan hipertensi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Sanglah

I Dewa Gede Indra Pratama Putra , Ida Ayu Putri Wirawati, Ni Nyoman Mahartini

I Dewa Gede Indra Pratama Putra
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: dewagedeindra26@gmail.com

Ida Ayu Putri Wirawati
Bagian/SMF Ilmu Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Nyoman Mahartini
Bagian/SMF Ilmu Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: December 01, 2019 | Cite this Article
Pratama Putra, I., Wirawati, I., Mahartini, N. 2019. Hubungan kadar gula darah dengan hipertensi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Sanglah. Intisari Sains Medis 10(3). DOI:10.15562/ism.v10i3.482


Background: Diabetes mellitus is a metabolic disease with a large number of cases and is characterized by conditions of hyperglycemia that occur due to abnormal insulin secretion, insulin action or both. One of the complications of diabetes is a stroke caused by hypertension. Therefore, this study aims to determine the relationship of blood sugar levels with hypertension in patients with type 2 diabetes mellitus at Sanglah General Hospital.

Methods: This study used observational analytic research with a cross-sectional approach. The subjects in this study were patients with type 2 diabetes mellitus who entered the inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a mercury meter to measure blood pressure, as well as medical record data to see blood glucose levels. Data obtained were analyzed using SPSS v. 22 to carry out the Pearson correlation test with a significance value of p <0.05.

Results: 45 respondents enrolled in this study, with an average age of 64.38 ± 9.719 years. Age 60 - 80 years (55.6%) and women (51.1%) were dominant in this study. Obtained respondents with conditions of hyperglycemia as much as 17.8% and experiencing stage 1 hypertension of 66.7% and stage 2 hypertension of 33.3%. The results of hypothesis testing with Pearson correlation test obtained r= -0.532 and p = 0.041 on systolic blood pressure and r = -0.535 and p = 0.040 on diastolic blood pressure (p <0.05).

Conclusions: There is a correlation between blood glucose levels with hypertension in patients with type 2 diabetes mellitus.


Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan jumlah kasus yang besar serta ditandai dengan kondisi hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Salah satu komplikasi dari diabetes adalah stroke yang disebabkan oleh hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan hipertensi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Sanglah.

Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien diabates mellitus tipe 2 yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah tensi meter air raksa untuk mengukur tekanan darah, serta data rekam medik untuk melihat kadar glukosa darah. Data yang diperoleh di analisis menggunakan SPSS v. 22 untuk dilakukan uji korelasi pearson dengan nilai signifikansi p < 0,05.

Hasil: 45 responden ikut serta dalam penelitian ini, dengan rerata usia 64,38 ± 9,719 tahun. Usia 60 – 80 tahun (55,6%) dan perempuan (51,1%) dominan dalam penelitian ini. Diperoleh responden dengan kondisi hiperglikemia sebanyak 17,8% dan mengalami hipertensi tahap 1 sebesar 66,7% serta hipertensi tahap 2 sebesar 33,3%. Hasil uji hipotesis dengan uji korelasi pearson diperoleh r= -0,532 dan p= 0,041 pada tekanan darah sistolik dan r= -0,535 dan p= 0,040 pada tekanan darah diastolik (p< 0,05).

Simpulan: Terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan hipertensi pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

References

Soegondo S. Hidup secara mandiri dengan Diabetes Melitus, Kencing Manis, Sakit Gula. Jakarta: FKU. 2008.

World Health Organization (WHO). Diabetes. 2008. Diakses pada tanggal 26 desember 2017 tersedia pada http://www.who.int/entity/diabetes

Gibney MJ., Kearney MJ., Arab L. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC. pp 5. 2009.

Guyton AC., Hall JE. Metabolisme Karbohidrat Dan Pembentukan Adenosin Tripospat dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. 2008.

Mihardja L. Faktor yang Berhubungan dengan Pengendalian Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus dalam Majalah Kedokteran Indonesia. Jakarta. 2009.

Sari M., Wijaya D. Relationship between calorie intake, physical activity, and dopamine D2 receptor Taq1A gene polymorphism in normal-weight, overweight, and obese students of the faculty of medicine of university of Sumatera Utara.Bali Medical Journal. 2017. 6(1): 125-129. DOI:10.15562/bmj.v6i1.394

Wikana J. Pemberian ekstrak etanol Cordyceps militaris dapat menurunkan kadar glukosa darah dan menghambat penurunan massa sel beta pankreas pada tikus diabetes mellitus yang diinduksi dengan Streptozotocin dan Nikotinamid.Intisari Sains Medis. 2018. 9(2). DOI:10.15562/ism.v9i2.174

Masharani U., German MS. dalam a lange greenspan’s basic and Clinical Endocrinology (8th ed), McGraw Hill Companies, USA. 18:66174. 2007.

Putra I., Dharma I., Wibhuti I. The relationship between the decrease in Glomerulus Filtration Rate (GFR) and the increase in amount of coronary artery lesions on coronary heart disease patients in Sanglah General Hospital, Denpasar-Indonesia. Intisari Sains Medis. 2018. 9(2). DOI:10.15562/ism.v9i2.160


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 26
PDF Downloads : 11