Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Perbedaan rasio neutrofil-limfosit terhadap lama rawat anak dengan pneumonia di Ruang Kaswari, RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Indonesia

Abstract

Background: Pneumonia is one of the most common causes of lower respiratory tract infections and ranked second to the cause of infant mortality (23.8%) and toddlers (15.5%) in Indonesia. The neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) can be used as an indicator of the systemic inflammatory response due to pneumonia infection. This study aims to determine the difference in the value of RNL and the outcome of pediatric pneumonia.

Methods: Analytical observational study with cross-sectional study design was conducted among 40 children with pneumonia who were admitted to the Kaswari Room at Wangaya Hospital in Denpasar City from January 2018 - March 2019 and fulfilled the inclusion criteria and exclusion criteria. The sample is determined by consecutive sampling. In this study, data regarding complete blood count were obtained from medical record register books (documentation). Data were analyzed using SPSS version 24 for Mac OSX.

Result: There was no significant difference between patients with pneumonia who were hospitalized ≤ 4 days with those hospitalized> 4 days (P>0.05). Most of the samples were between 1 month to 1 year (62.5%) and more were male samples (55). There is a significant difference in the value of NLR (1.18 (0.07-13.83); p = 0.028) for the length of stay.

Conclusion: There are significant differences in the value of the neutrophil-lymphocyte ratio in the length of stay of pediatric patients with pneumonia in the Kaswari room of Wangaya Hospital, Denpasar City.

 

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab infeksi saluran napas bawah terbanyak menduduki peringkat kedua penyebab kematian bayi (23,8%) dan balita (15,5%) di Indonesia. Rasio neutrofil-limfosit (RNL) dapat digunakan sebagai salah satu indikator terhadap respon inflamasi sistemik akibat infeksi pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai RNL pada luaran penyakit pneumonia anak.

Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dilakukan terhadap 40 pasien anak dengan pneumonia yang dirawat di Ruang Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar sejak bulan Januari 2018 – Maret 2019 serta memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi Sampel ditentukan dengan cara consequtive sampling. Data tentang darah lengkap pada penelitian ini diperoleh dari buku register rekam medis (dokumentasi). Data dianalisis dengan SPSS versi 24 untuk Mac OSX.

Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pasien pneumonia yang dirawat inap ≤ 4 hari dengan yang dirawat inap > 4 hari (P>0,05). Sebagian besar sampel berusia antara 1 bulan hingga 1 tahun (62,5%) dan lebih banyak yang sampel berjenis kelamin laki-laki (55). Terdapat perbedaan nilai RNL yang signifikan (1,18 (0,07-13,83); p=0,028) pada lama rawat inap.

Simpulan:  Terdapat perbedaan bermakna nilai rasio neutrofil-limfosit pada lama rawat pasien anak dengan pneumonia di ruang Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar.

References

  1. Wantania JM., Naning R., Wahani A. Infeksi Respiratori Akut. Dalam: Buku Ajar Respirologi Anak, Rahajoe NN, Supriyatno B, Setyanto DB. Edisi 1. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta, 2008.
  2. Supriyatno B. Infeksi Respiratorik Bawah Akut pada Anak. Sari Pediatri. 2006;8(2):100-106.
  3. World Health Organization. Revised WHO classification and treatment of childhood pneumonia at health facilities. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data. 2014;1-22
  4. Rasyid Z. Factors Associated with occurrence of childhood pneumonia in Bangkinang Hospital Kampar regency. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2013;2(3):136-140.
  5. Rudan I, Boschi-Pinto C, Biloglav Z, Mulholland K. Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bull World Health Organ. 2008;86(5): 408–416.
  6. Kliegman RM. Respiratory System. Pada Nelson Textbook of Pediatrics, Sarnaik AP, Heidemann SM, Clark JA. Edisi 2. Elsevier: Canada, 2016;1981-2156.
  7. Prabawa IPY, Bhargah A, Liwang F, Tandio DA, Tandio AL, Lestari AAW, Budiana ING, Manuaba IBAP. Pretreatment Neutrophil-to-Lymphocyte ratio (NLR) and Platelet-to-Lymphocyte Ratio (PLR) as a Predictive Value of Hematological Markers in Cervical Cancer. Asian Pac J Cancer Prev. 2019;20(3):863-868.
  8. Lowsby R, Gomes C, Jarman I, Lisboa P, Nee PA, Vardhan M, et al. Neutrophil to lymphocyte count ratio as an early indicator of blood stream infection in the emergency department. Emerg Med J. 2015;32(7):531-4.
  9. Han SY, Lee IR, Park SJ, Kim JH, Shin JI. Usefulness of neutrophil-lymphocyte ratio in young children with febrile urinary tract infection. Korean J Pediatr. 2015;59(3):139-144.
  10. Katleya F, Anam M, Dadiyanto DW. Rasio Jumlah Neutrofil-Limfosit pada Awal Masuk Rawat sebagai Faktor Risiko Luaran Pneumonia Anak. Sari Pediatri. 2015;17(1):47-51.
  11. Tiewsoh K, Lodha R, Pandey RM, Broor S, Kalaivani M, Kabra SK. Factors determining the outcome of children hospitalized with severe pneumonia. BMC Pediatr. 2009;9:15.
  12. Lakshman R, Finn A. Neutrophil disorders and their management. J Clin Pathol 2001;54(1):7-19.
  13. de Jager CP, Wever PC, Gemen EF, Kusters R, van Gageldonk-Lafeber AB, van der Poll T, et al. The neutrophil-lymphocyte count ratio in patients with community-acquired pneumonia. PLoS One. 2012;7(10):e46561.
  14. Kaunang CT, Runtunuwu AL, Wahani AMI. Gambaran karakteristik pneumonia pada anak yang dirawat di ruang perawatan intensif anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2013 – 2015. Jurnal e-Clinic (eCJ.) 2016:4(2):1-9
  15. Nurjannah N, Sovira N, Anwar S. Profil Pneumonia pada anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin, studi retrospektif. Sari Pediatri. 2012;13(5):324-328
  16. Monita, O.; Yani, F. F.; Lestari, Y., Profil pasien pneumonia komunitas di bagian anak RSUP DR. M. Djamil Padang Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015, 4 (1).
  17. Dani; Widyarto, B.; Mairi, M., GAMBARAN KARAKTERISTIK BALITA PENDERITA PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2013. 2013.
  18. Efni, Y.; Machmud, R.; Pertiwi, D., Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Padang. Jurnal Kesehatan Andalas 2016, 5 (2), 365-370.
  19. Hadisuwarno, W.; Setyoningrum, R. A.; Umiastuti, P., Host factors related to pneumonia in children under 5 years of age. Pediatrica Indonesiana 2015, 55 (5), 248-251.
  20. Nurnajiah, M.; Rusdi; Desmawati, Hubungan Status Gizi dengan Derajat Pneumonia pada Balita di RS. Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016;5 (1), 218-225.
  21. Walukow CRA, PROFIL PNEUMONIA NEONATAL DI SUB BAGIAN NEONATOLOGI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2009-JULI 2011. Jurnal e-biomedik. 2013; 1(1):106-110
  22. Nikmah A, Rahardjo SS, Qadrijati I. Indoor smoke exposure and other risk factors of pneumonia among children under five in Karanganyar, Central Java. Journal of Epidemiology and Public Health. 2018;3(1):25-40.
  23. Tamba R, Sidhartani M, Musrichan M. faktor risiko infeksi respiratorik akut bawah pada anak. Sari Pediatri 2010;11(5):330-334.
  24. Meizikri Yani FF, Yusrawati. Hubungan kejadian pneumonia neonatus dengan beberapa faktor risiko di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010-2012. Jurnal Kesehatan Andalas 2016;5(3):208-613
  25. Fonseca Lima EJ, Mello MJ, Albuquerque MF, Lopes MI, Serra GH, Lima DE. Risk factors for community-acquired pneumonia in childrenunder five years of age in the post-pneumococcal conjugatevaccine era in Brazil: a case control study. BMC Pediatr. 2016;16(1):157.
  26. Iswari BM, Nurhidayah I, Hendrawai S. Hubungan status imunisasi: FPT-HB-HIB dengan pneumonia pada balita usia 12-24 bulan di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. E-journal UMM. 2017;8 (2):101-115.
  27. Artawan A, Purniti PS, Sidiartha IGL. Hubungan antara Status Nutrisi dengan Derajat Keparahan Pneumonia pada Pasien Anak di RSUP Sanglah. Sari Pediatri. 2016;17(6):418-422.
  28. Baharirama MV, Artini IGA. Karakteristik pola pemberian antibiotika untuk pasien community acquired pneumonia anak di instalasi rawat inap RSUD Buleleng Tahun 2013. E-Jurnal Medika. 2017;6(3).1-3
  29. 40.Suharjono SJ, Yuniati T, Sumarno, Semedi SJ, Nur-W D. Studi penggunaan antibiotika pada penderita rawat inap pneumonia. Majalah Ilmu Kefarmasian. 2009;6(3):142-155.
  30. Farida Y, Trisna A, Nuw-W D. Studi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Rujukan Daerah Surakarta. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 2017, 02, 44-52.
  31. Pramana KP, Subanada IB. Hubungan jumlah leukosit serta kadar C-reactive protein dengan derajat keparahan pneumonia pada anak. Jurnal Ilmiah Kedokteran MEDICINE. 2015;46(1): 77-81.
  32. Lee JH, Song S, Yoon SY, Lim CS, Song JW, Kim HS. Neutrophil to lymphocyte ratio and platelet to lymphocyte ratio as diagnostic markers for pneumonia severity. Br J Biomed Sci. 2016;73(3):140-142.

How to Cite

Wasita, I. K. S., Setiawan, P. A., Suryawan, I. W. B., & Widiasa, A. A. M. (2019). Perbedaan rasio neutrofil-limfosit terhadap lama rawat anak dengan pneumonia di Ruang Kaswari, RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Indonesia. Intisari Sains Medis, 10(3). https://doi.org/10.15562/ism.v10i3.471

HTML
272

Total
779

Share

Search Panel

I Kadek Serisana Wasita
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Putu Andrie Setiawan
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Wayan Bikin Suryawan
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Anak Agung Made Widiasa
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal