Research Article

Gambaran biaya rawat inap pengobatan pneumonia pada pasien anak di RSUP Sanglah tahun 2018

A.A Ngurah Yamananda , Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, Putu Cintya Denny Yuliyatni

A.A Ngurah Yamananda
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: p.yamananda.24@gmail.com

Wayan Citra Wulan Sucipta Putri
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Putu Cintya Denny Yuliyatni
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: December 01, 2019 | Cite this Article
Yamananda, A., Sucipta Putri, W., Yuliyatni, P. 2019. Gambaran biaya rawat inap pengobatan pneumonia pada pasien anak di RSUP Sanglah tahun 2018. Intisari Sains Medis 10(3). DOI:10.15562/ism.v10i3.455


Introduction: Pneumonia is the leading cause of death on children in Indonesia with a percentage reaching 21%, especially in infants aged less than 2 months. In the world, this disease is the number one killer of children where more than two million children have died from it, or causes one in five under-five deaths worldwide every year. High pneumonia morbidity and mortality rates are closely related to the quality of services, and the quality of resources in a health facility, up to the cost of treatment.

Method: This research is an observational research with descriptive research design, and uses crossectional data collection methods (cross section). This study aims to determine the description of pneumonia treatment consisting of direct medical costs, direct non-medical costs, and indirect costs of the average cost therapy for pneumonia in pediatric patients at the Sanglah Hospital inpatient care in 2018.

Result: Data were obtained from 21 samples of children with pneumonia. The average direct medical cost of patients was Rp. 3,838,270, the average direct non-medical cost is Rp. 1,443,076, and the average indirect cost is Rp. 941.905.

Conclusion: The average direct medical cost of a patient is Rp. 3,838,270, room costs are the largest component, 26.9% of the average total medical costs. The average direct non-medical cost of patients is Rp. 1,443,076, consumption costs are the largest component of non-medical costs, 51.3% of the average total non-medical costs. Average patient indirect costs are Rp. 941.905, maternal productivity costs are the largest indirect cost component, 67.8% of the average total indirect costs.


Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita di Indonesia dengan persentase mencapai 21%, terutama pada bayi yang berumur kurang dari 2 bulan. Di dunia, penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu balita dimana lebih dari dua juta balita telah meninggal karenanya, atau penyebab satu dari lima kematian balita di seluruh dunia setiap tahunnya. Angka kesakitan dan kematian pneumonia yang tinggi sangat terkait dengan mutu layanan dan kualitas sumber daya di suatu fasilitas kesehatan, sampai dengan pembiayaan terapinya.

Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian deskriptif, dan menggunakan metode pengambilan data crossectional (potong lintang) untuk mengetahui gambaran pengobatan pneumonia yang terdiri dari biaya medis langsung, biaya non medis langsung, dan biaya tidak langsung dari rata-rata biaya terapi pneumonia pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUP Sanglah pada tahun 2018.

Hasil: Data dari 21 sampel pasien pneumonia anak, rerata biaya medis langsung pasien adalah sejumlah Rp. 3.838.270, rerata biaya non medis langsung adalah sejumlah Rp. 1.443.076, dan reratabiaya tidak langsung adalah sejumlah Rp. 941.905.

Simpulan: Rerata biaya medis langsung pasien adalah sejumlah Rp. 3.838.270, biaya kamar adalah komponen terbesar, 26.9% dari rerata total biaya medis. Rerata biaya non medis langsung pasien adalah Rp. 1.443.076, biaya konsumsi adalah komponen biaya non medis terbesar, 51.3% dari rerata total biaya non medis. Rerata biaya tidak langsung pasien adalah Rp. 941.905, biaya produktifitas ibu adalah komponen biaya tidak langsung terbesar, 67.8% dari rerata total biaya tidak langsung.

References

Nandika WP., Siadi PP. Hubungan status gizi terhadap angka kejadian community-acquired pneumonia (CAP) pada balita di RSUP Sanglah Denpasar. Intisari Sains Medis. 2018. 9(3). DOI:10.15562/ism.v9i3.178

Price SA., Wilson L. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2, Egc Kedokteran, Jakarta. 2006.

UNICEF/WHO. Pneumonia: the forgotten killer of children. Geneva: The United Nations Children’s Fund/World Health Organization. 2006.

World Health Organization. Pneumonia. Fact sheet N°331 [cited 2013 Nov 13]. 2013.

Rudan, Igor, dkk. Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bulletin of the World Health Organization. 2008. 86: 408–416.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan riset kesehatan dasar. 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2007.

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2013. 2013.

Alldredge BK., Corelli RL., Ernst ME. Koda-Kimble and Young’s Applied Therapeutics: The Clinical Use of Drugs, Lippincott Williams & Wilkins. 2012.

Bradley JS., Byington CL., Shah SS., Alverson B., Carter ER., Harrison C., dkk. Executive Summary: The Management of Community-Acquired Pneumonia in Infants and Children Older Than 3 Months of Age: Clinical Practice Guidelines by the Pediatric Infectious Diseases Society and the Infectious Diseases Society of America. Clinical Infectious Diseases 2011. 53: 617–630.

Bauer TT., Welte T., Ernen C., Schlosser BM., Waschke IT., Zecuw J., Werninghaus GS. 2005. Cost Analysis of Community Acquired 17 Pneumonia from the Hospital Perspective. Chest. 2005. 128. 2238- 2246.

Sheila EAN., Ruth M, Maria ADSV, dkk. Hospitalization costs of severe bacterial pneumonia in children: comparative analysis considering different costing methods. 2017.

Nuraini N. Gambaran Pengobatan dan Analisis Biaya Terapi Pneumonia pada Pasien Anak di Instalasi Rawat Inap RS “X” Tahun 2011, Fakultas Farmasi Univesitas Muhammadiyah Surakarta. 2012.


Article Views      : 17
PDF Downloads : 8