Research Article

Karakteristik penderita polip hidung di poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018

I Made Surya Vedo Wirananda , Agus Rudi Asthuta, Komang Andi Dwi Saputra

I Made Surya Vedo Wirananda
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: suryavedow@gmail.com

Agus Rudi Asthuta
Bagian/SMF THT-KL RSUP Sanglah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Komang Andi Dwi Saputra
Bagian/SMF THT-KL RSUP Sanglah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: December 01, 2019 | Cite this Article
Wirananda, I., Asthuta, A., Saputra, K. 2019. Karakteristik penderita polip hidung di poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018. Intisari Sains Medis 10(3). DOI:10.15562/ism.v10i3.454


Introduction: Nasal polyps might trigger physical disorders and disrupt the normal function of daily life, causing decreases in productivity. Prevention and good management of nasal polyp cases become important. Therefore, information related to socio-demographic information is necessary even though the data available were still lacking.

Method: This descriptive research was done using a cross sectional design, which data were collected retrospectively. The research data were secondary data of patients’ medical records in ENT poly in RSUP Sanglah Denpasar. This research describes the data related to nasal polyp patients in Sanglah Depansar, 2018 based on age, sex, main symptoms, comorbidities, and therapy. Research samples were selected using total sampling technique, in which the whole population that matched the predetermined criteria were involved in this research as samples.

Result: 27 data met the inclusion criteria. Nasal polyp mostly occurred in the group of 40-60 years old patients as many as 11 persons (40.7%), with the youngest patient aged 10 years old. The results also indicated that the number of Nasal polyp in males reached 20 patients (74.1%) than in females of 7 people (25.9%). Nasal congestion was the main symptoms experienced by 15 people (55.6%), while sinusitis was the highest risk factor that occurred to 16 patients (59.3%). It was also found that rhinitis allergy was experienced by 7 patients (25.9%). Furthermore, 4 patients (14.8%) patients had rhinitis & sinusitis risk factor. There were 9 patients (33.3%) who underwent medical therapy, while 18 patients (66.7%) had undergone medical therapy and surgery.

Conclusion: The highest frequency of polyp patient in RSUP Sanglah Denpasar of 2018 was found in the group of patients aged between 46-50 years old (40.7%), The number of Nasal polyps was found higher in male patients (74.1%). Nasal congestion was the most common complaint (55,6%), while the most frequently-risk factor was sinusitis (59.3%). This research has confirmed that medicine and surgery were the most preferred nasal polyps therapy (66.7%).


Latar Belakang: Polip hidung dapat menyebabkan gangguan fisik dan gangguan fungsi normal kehidupan sehari-hari sehingga menyebabkan penurunan produktivitas. Pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap polip nasi sangat penting, sehingga informasi mengenai faktor sosio-demografi polip nasi sangat dibutuhkan walaupun data yang tersedia masih jarang

Metode: Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang didapat dari rekam medis pasien poli THT RSUP Sanglah Denpasar. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan penderita Polip Nasi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018 berdasarkan usia, jenis kelamin, keluhan utama, penyakit penyerta dan terapi. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah total sampling dimana seluruh populasi target yang memenuhi kriteria dimasukan sebagai sampel.

Hasil: Sebanyak 27 data yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan kelompok usia angka kejadian terbanyak terjadi pada kelompok usia 46-60 tahun (40,7%) dengan usia termuda yaitu 10 tahun. Angka kejadian pada laki-laki lebih banyak dari pada perempuan yaitu jumlah angka kejadian pada laki-laki sebanyak 20 orang (74,1%), perempuan 7 orang (25,9%). Hidung tersumbat merupakan keluhan utama yang paling banyak terjadi yaitu pada 15 orang (55,6%) dengan sinusitis sebagai faktor resiko tertinggi yang terjadi pada 16 orang (59,3%), sedangkan faktor resiko berupa rhinitis allergi didapatkan data sebanyak 7 orang (25,9%) dan pada faktor resiko rhinitis & sinusitis didapatkan 4 orang (14,8%). Pasien yang melakukan terapi medikamentosa didapatkan sebanyak 9 orang (33,3%), pada terapi medikamentosa & pembedahan didapatkan sebanyak 18 orang (66,7%).

Simpulan: Distribusi frekuensi penderita polip nasi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018 terbanyak berdasarkan kelompok usia yaitu kelompok usia 46-60 tahun (40,7%), angka kejadian pada laki-laki lebih banyak (74,1%), hidung tersumbat merupakan keluhan utama yang paling sering terjadi (55,6%) dengan sinusitis sebagai faktor resiko yang paling sering ditemukan (59,3%) dan terapi polip nasi berupa medikamentosa & pembedahan (66,7%).

References

Lubis A., Munir D., Nursiah S., Kusumawati R., Eyanoer P. The aerobic-anaerobic bacteria pattern and its sensitivity pattern in chronic rhinosinusitis patients, in Medan, Indonesia. Bali Medical Journal. 2018. 7(1): 51-55. DOI:10.15562/bmj.v7i1.801

Newton JR. & Ah-See KW., A review of nasal polyposis. Therapeutics and Clinical Risk Management. 2008. 4(2), p.507–512.

Kirtsreesakul V., Update on nasal polyps: Etiopathogenesis. Journal of the Medical Association of Thailand. 2005. 88(12), p.1966–1972.

Erbek SS. et al., The role of allergy in the severity of nasal polyposis. American journal of rhinology. 2007. 21(6), p.686–90. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17883886.

Pawliczak R., Lewandowska-Polak A. & Kowalski ML., Pathogenesis of nasal polyps: an update. Current allergy and asthma reports. 2005. 5(6), p.463–71. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16216171.

Mourina S. Karakteristik Dan Penatalaksanaan Penderita Polip Hidung Di Rsup H. Adam Malik Medan Tahun 2009-2011. repository USU. 2012

Bachert C. et al. Pharmacological management of nasal polyposis. Drugs. 2005.65(11), p.1537–1552.

Stjarne, Par. Momentosa Furoate Nasal Spray for the Treatment of Nasal Polyposis. Karolinska University Hospital. 2007.

Gevaert P. et all. Chronic Rhinosinusitis and Nasal Polyposis. World Allergy.2005.

Spafford P. Dealing With Nasal Polyps. The Canadian Journal of CME. 2002.

Kim J., Hanley JA. The Rule OF Woodstoves In Etiology of Nasal Polypsposis. 2002.

Assanasen P. & Naclerio RM. Medical and surgical management of nasal polyps. 2001. 27–36.


Article Views      : 588
PDF Downloads : 501