Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengaruh cuci hidung dengan daun dewandaru (Eugenia uniflora L) terhadap infiltrasi sel inflamasi pada mukosa hidung tikus wistar yang menderita rinitis alergi

Abstract

Introduction: Pitanga Leaves (Eugenia uniflora L) was known to contain flavonoids such as quercetin – a substance that can prevent inflammation on an allergic reaction by preventing the degranulation of cell mast and prevent enzymes cyclooxygenase and lipoxygenase. The effects of quercetin in Suriname Cherry towards the allergic reaction can be identified by the decrease in inflammatory cell infiltration in the nasal mucosa.

Methods: This study is a laboratory experiment using post-test only control group design. The study used 28 male Rattus norvegicus aged 8 – 12 weeks with body weights of 200 – 280 grams. The rats were divided into 4 groups: K Group (rats were induced with ovalbumin and were not treated), K1 Group (rats were induced with ovalbumin and were therapized an intranasal therapy using NaCl 3% in Day 21 – 31), P1 Group (rats were induced with ovalbumin and were given intranasal therapies with a 10mg/ml Pitanga Leaves extract in Day 21 – 31), and P2 Group (rats were induced with ovalbumin and were given internasal therapies with a 20mg/ml Pitanga Leaves extract. Afterwards, histopathology preparations were created, examined, and scored from inflammatory cell infiltration in the nasal mucosa.

Results: Inflammatory cell infiltration was found on different significance between groups K, K1, P1, and P2 (p<0.05). On groups with 10mg/ml and 20mg/ml Pitanga Leaves extract therapy, there was a significant decrease in inflammatory cell infiltration compared to the control group (p<0.05). There was no significant difference between the K and K1 groups (p>0.05).

Conclusion: Rats that were induced with allergic rhinitis and were given intranasal therapy using Pitanga Leaves extract had lower inflammatory cell infiltration compared to the rats that were not given therapy.


Latar Belakang: Daun dewandaru (Eugenia uniflora L) telah diketahui memiliki kandungan flavonoid yang salah satunya merupakan kuersetin yang memiliki kemampuan untuk mencegah proses inflamasi pada reaksi alergi dengan cara mencegah degranulasi sel mast dan juga mencegah enzim siklooksigenase dan lipoksigenase. Pengaruh dari kuersetin pada daun dewandaru terhadap reaksi alergi ini dapat ditandai dengan penurunan infiltrasi sel inflamasi pada mukosa hidung.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan post-test only control group design.  Penelitian ini menggunakan 28 ekor tikus jantan galur wistar berusia 8 – 12 minggu dengan berat badan 200-280 gram. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Kelompok K (tikus mendapatkan induksi ovalbumin dan tidak mendapatkan perlakuan), Kelompok K1 (tikus mendapatkan induksi ovalbumin dan terapi NaCl 3% secara intranasal pada hari ke 21-31), Kelompok P1 (tikus mendapatkan induksi ovalbumin dan terapi dengan ekstrak daun dewandaru 10mg/ml secara intranasal pada hari ke 21-31), dan Kelompok P2 (tikus mendapatkan induksi ovalbumin dan terapi dengan ekstrak daun dewandaru 20mg/ml secara intranasal pada hari ke 21-31). Kemudian dilakukan pembuatan dan pemeriksaan preparat histopatologi mukosa hidung dan dilakukan scoring pada infiltrasi sel inflamasi pada mukosa hidung.

Hasil: Infiltrasi sel inflamasi ditemukan berbeda signifikan antar kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, dan perlakuan 2 (p<0.05). Pada kelompok terapi dengan daun dewandaru 10mg/ml dan 20mg/ml ditemukan infiltrasi sel inflamasi yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0.05). Pada kelompok kontrol negatif dan kontrol positif hasil ditemukan tidak berbeda signifikan (p>0.05).

Simpulan: Pemberian terapi intranasal dengan ekstrak daun dewandaru pada tikus yang diinduksi rinitis alergi memiliki infiltrasi sel inflamasi yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diinduksi rinitis alergi tanpa diberikan terapi.

References

  1. Irawati N., Kasakeyan E., Rusmoni N. Rinitis Alergi, dalam: Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Badan Penerbit FKUI, Jakarta. 2015. pp. 106–112.
  2. Bousquet J., Khaltaev N., Cruz AA., Denburg J., Fokkens W., Alkis T., Torsen Z., Carlos BC., Walter GC., Chris VW., Ioana A., Nadia A., Claus B., Michael B. ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) 2008 Update. Blackwell Munksgaard. 2008. 63 8–160.
  3. Hermelingmeier KE., Weber RK., Hellmich M., Heubach CP., Mosges R., Nasal irrigation as an adjunctive treatment in allergic rhinitis: A systematic review and meta-analysis. American Journal of Rhinology & Allergy. 2012. 26, 119–125.
  4. Rai IN., Wijana G., Sudana IP., Wiraatmaja IW., Semarajaya CGA. Buah-Buahan Lokal Bali: Jenis Pemanfaatan dan Potensi Pengembangannya. Percetakan Pelawa Sari. 2016.
  5. Suhendi A., Sjahid LR., Hanwar D. Isolasi Dan Identifikasi Flavonoid Dari Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.). Pharmaceutical Journal of Indonesia. 2011. 12.
  6. Daniel G., Krishnakumari S., SCREENING OF Eugenia uniflora (L.) Leaves IN Various Solvents for Qualitative Phytochemical Constituents. International Journal of Pharma and Bio Sciences. 2015. 1 6, 1008–1015.
  7. Brodowska KM. Natural flavonoids : classification, potential role, and application of flavonoid analogues. European Journal of Biological Research. 2017. 2 (7), 108–123.
  8. Principi N., & Esposito S. Nasal irrigation: an imprecisely defined medical procedure. International journal of environmental research and public health. 2017. 14(5), 516.
  9. Guilliams TG., Nasal Allergies: Natural Approaches for the Prevention and Treatment of Allergic Rhinitis. The Standard. 2007. 8, 1–8.

How to Cite

Anggraini, A., Sutanegara, S. W. D., & Saputra, K. A. D. (2019). Pengaruh cuci hidung dengan daun dewandaru (Eugenia uniflora L) terhadap infiltrasi sel inflamasi pada mukosa hidung tikus wistar yang menderita rinitis alergi. Intisari Sains Medis, 10(3). https://doi.org/10.15562/ism.v10i3.452

HTML
390

Total
428

Share

Search Panel

Anggraini Anggraini
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Sari Wulan Dwi Sutanegara
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Komang Andi Dwi Saputra
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal