Research Article

Hubungan antara obesitas sentral dengan kadar Hba1c pada penduduk usia 30-50 tahun di Lingkungan Batursari Desa Bitera, Gianyar

Putu Devita Sucitawati , DGD Dharma Santhi, AA Ngurah Subawa

Putu Devita Sucitawati
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: dhitasucita@gmail.com

DGD Dharma Santhi
Departemen Patologi Klinis, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

AA Ngurah Subawa
Departemen Patologi Klinis, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: December 01, 2019 | Cite this Article
Sucitawati, P., Santhi, D., Subawa, A. 2019. Hubungan antara obesitas sentral dengan kadar Hba1c pada penduduk usia 30-50 tahun di Lingkungan Batursari Desa Bitera, Gianyar. Intisari Sains Medis 10(3). DOI:10.15562/ism.v10i3.451


Introduction: Central obesity is condition there is an accumulation of intraabdominal and subcutaneous fat that occurs in the abdominal area which can cause insulin resistance so that glucose is difficult to enter the cell and causes blood glucose levels to increase in Type 2 Diabetes Mellitus. Waist circumference is one indicator used for measure central obesity. This study aims to determine the relationship between central obesity and HbA1c levels.

Methods: This study was observational analytic with a cross sectional approach. The study population was adults aged 30-50 years in the Batursari, Bitera Village, Gianyar. Data taken included age, sex, occupation, waist circumference, BMI, HbA1c levels in 50 respondents taken by purposive sampling method. The relationship between central obesity and HbA1c levels was analyzed using Pearson correlation test with a significance level of 0.05.

Result: The majority of the sample were central obesity based on waist circumference (60%). The number of respondents with HbA1c level ≥ 6.5% by 30%. Pearson Product Moment correlation test between central obesity and HbA1c level with p = 0.001 and Pearson Correlation r = 0.456.

Conclusion: There is a significant positive relationship between central obesity and HbA1c levels


Latar Belakang: Obesitas sentral adalah suatu keadaan dimana adanya akumulasi lemak intraabdominal dan subkutan yang terjadi di daerah abdomen yang dapat menyebabkan resistensi insulin sehingga glukosa sulit untuk memasuki sel dan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat pada penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2. Lingkar pinggang merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur obesitas sentral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara obesitas sentral dengan kadar HbA1c.

Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penduduk dewasa usia 30-50 tahun di Lingkungan Batursari, Desa Bitera, Gianyar. Data yang diambil meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, lingkar pinggang, IMT, kadar HbA1c pada 50 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Hubungan antara obesitas sentral dengan kadar HbA1c dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson dengan derajat kemaknaan 0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami obesitas sentral berdasarkan lingkar pinggang (60%). Jumlah responden dengan kadar HbA1c ≥ 6,5% sebesar 30%. Uji korelasi Pearson Product Moment antara obesitas sentral dengan kadar HbA1c dengan nilai p = 0,001 dan nilai Pearson Correlation r = 0,456.

Simpulan: Terdapat hubungan positif bermakna antara obesitas sentral dengan kadar HbA1c.

References

PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus tipe II di Indonesia. Jakarta: PERKENI. 2015.

Putri, Asticaliana. Hubungan Obesitas dengan Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Umum daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Medical Journal of Lampung University. 2013. 2(4), 9-11.

WHO. Obesity: preventing and managing the global epidemic. WHO Technical Report Series. 2004. 894 (1), 6-8.

Manungkalit, Maria. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Diabetes Mellitus ( Tekanan Darah, Kadar Gula Darah dan Indeks Massa Tubuh ) Pada Usia Dewasa Awal. Jurnal Ners Lentera. 2015.3(1), 22-25.

Sari M., Wijaya D. Relationship between calorie intake, physical activity, and dopamine D2 receptor Taq1A gene polymorphism in normal-weight, overweight, and obese students of the faculty of medicine of university of Sumatera Utara.Bali Medical Journal. 2017. 6(1): 125-129. DOI:10.15562/bmj.v6i1.394.

Yuhara, Novena. “Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul Terhadap HbA1c Pada Pria Dewasa Sehat di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta”. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. 2016.

Srinivasan. Association Between Waist Circumference and Serum Triacylglycerol Status in Type 2 Diabetes Mellitus. Journal of Clinical and Diagnostic Research. 2013. 7(4), 634.

Septyaningrum, Nenni. Lingkar Perut Mempunyai Hubungan Paling Kuat dengan Kadar Gula Darah. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2014. 2(1), 48-51.

Kadir, Akmarawita. Penentu Kriteria Obesitas. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 2015.

Setiawan, Meddy. Pre-Diabetes dan Peran HbA1c Dalam Skrinning dan Diagnosis Awal Diabetes Mellitus. Universitas Muhammadiyah Malang. 2011. 7(1), 59-61.

Consensus statements [Internet]. IDF.org. 2019 [cited 4 March 2019]. Available from: https://www.idf.org/e-library/consensus-statements/60-idfconsensus-worldwide-definitionof-the-metabolic-syndrome

Sugianti E. Faktor Risiko Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa di DKI Jakarta: Analisis Lanjut Data Riskesdas 2007. Gizi Indonesia. 2009;32(2):109.

Purwandari, Henny. Hubungan Obesitas dengan Kadar Gula Darah Pada Karyawan di RS Tingkat IV Madiun. Jurnal Efektor. 2014. 25(1), 66.

Martins RA, Jones JG, Cumming SP, Coelho e Silva MJ, Teixeira AM, Veríssimo MT. Glycated Hemoglobin and Associated Risk Factors in Older Adults. Cardiovasc Diabeto. 2012. 11(1):13

Darmayanti D. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap HbA1c pada Karyawan Pria Dewasa Sehat di Universitas Sanata Dharma. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2014. 39-43.

Devang N, Nandini M, Rao S, Adhikari P. Mid Arm Circumference: An Alternate Anthropometric Index of Obesity in Type 2 Diabetes and Metabolic Syndrome. Br J Med Res. 2016. 12(1):1–8.

Tchernof, Andre. Pathophysiology of Human Viseral Obesity: An Update. Physiol Rev. 2013. 1(1), 359-380.

Evelyn M. Hubungan Lingkar Pinggang Dan Lingkar Lengan Atas Dengan HbA1c Pada Obesitas: Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2017. 7(2): 1279.

Kristanti EE. Karakteristik Prediabetes Di Puskesmas Pesantren I Kota Kediri. J Jurnal Biokimia. 2016. 2(2):156–64.


Article Views      : 26
PDF Downloads : 16