Research Article

Validitas nilai CA 19-9 praoperatif dalam memprediksi resektabilitas pada kejadian karsinoma pankreas

Kadek Adi Wiguna , Ketut Sudartana, Nyoman Golden

Kadek Adi Wiguna
Departemen/ SMF Bedah Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar. Email: kadek.adi.wiguna@gmail.com

Ketut Sudartana
Departemen/ SMF Ilmu Bedah Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar

Nyoman Golden
Departemen/ SMF Ilmu Bedah Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar
Online First: April 01, 2019 | Cite this Article
Wiguna, K., Sudartana, K., Golden, N. 2019. Validitas nilai CA 19-9 praoperatif dalam memprediksi resektabilitas pada kejadian karsinoma pankreas. Intisari Sains Medis 10(1). DOI:10.15562/ism.v10i1.340


Latar Belakang: Karsinoma pancreas adalah penyakit dengan median survival rate yang rendah dengan angka resectabilitas yang juga rendah. pasien dengan stadium lanjut hanya kurang dari 10 % dapat di reseksi dengan kriteria margin nol setelah sebelumnya dinyatakan dapat di reseksi dari pemeriksaan CT scan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui validitas dari CA 19-9 sebagai prediktor derajat invasive karsinoma pancreas. Metode: rancangan penelitian ini adalah kasus kontrol dengan retrospektif, menelusuri kebelakang data data pasien di rekam medik di RSUP Sanglah Denpasar mulai agustus 2015 sampai agustus 2017. Didapatkan 18 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: rata rata responden dengan karsinoma pancreas berumur 52 tahun, Kanker pancreas di nyatakan unresectable berdasarkan analisis curva Receiver Operating Characteristic (ROC) AUC (Area Under Curve) sebesar 83,8% (CI 95%: 54,4% - 100, %) Titik potong dari kurva AUC kadar CA 19-9 yaitu 126,76 dengan sensitifitas sebesar 76, 9 % dan spesifitas 80 %. Secara statistic didapatkan CA 19-9 valid sebagai penentu unresektabilitas dengan sensitivitas sebesar 76,9%. Kesimpulan: CA 19-9 merupakan tumor marker yang dapat memprediksi derajat invasi suatu kanker pancreas sehingga diharapkan tindakan lebih tepat dapat segera diambil bila kita mengetahui nilai dari tumor marker ini

References

Buchler,Uhl,Malfertheiner, Sarr. Disease of the Pancreas. Karger 2004

McCulloch, Peter et all. Gastrointestinal Oncology Evidence and Analysis.2005.Informa 2005.10;232

Mehmet Killic et all.Value of Preoperatif Serum CA 19-9 levels in predicting resectability of pancreatic cancer. Can J surg vol 9 no 4 page 241 , Agustus 2006

Lall CG, Howard TJ, Skandarajah A, et al. New concepts in staging and treatment of locally advanced pancreatic head cancer. AJR Am J Roentgenol. 2007;189:1044–1050. doi: 10.2214/AJR.07.2131

American Cancer Society. Tumor Markers. 2012. Available at http://www.cancer.gov. Accessed on June 10th 2016.

National Cancer Institute. Tumor markers. Available at http://www.cancer.gov. Accessed on June 5th 2016

Rückert F, Pilarsky C, Grützmann R. Serum Tumor Markers in Pancreatic Cancer – Recent Discoveries. 2010. Cancers 2010, 2, 1107-24

Ballehaninna UK, Chamberlain RS. The Clinical Utility of serum CA 19-9 gin the diagnosis, prognosis and management of Pancreatic Adenocarcinoma: J Gastrointest Oncol 2012; 3(2):105-19.

Locker G Y, Hamilton S, et al. ASCO 2006 Update of recomendation for The Usa of Tumor Markers in Gastrointestinal Cancer. JCO 2006; 24: 5313-27

Kannagi Reiji, Carbohydrate Antigen Sialyl Lewis a – Its Pathophysiologycal Significance and Induction in Cancer prograssion. Chang Gung Med J 2007; 3: 189-207.

Tian F, Appert H E, et al. Prognostic value of serum Ca 19-9 Levels in Pancreacitic Adenocarcinoma. Ann. Surg. 1992; 215: 350-5.

Pavai S, Yap SF, FRCPath. The Clinical Significance of Elevated levels of serum CA 19-9. Med J Malaysia. 2003; 58: 667-71.

Hardjoeno H, dkk. Tumor Marker. Interpretasi Hasil tes Laboratorium Diagnostik, bagian dari standar pelayanan medik. Makassar: Lephas. 2012: 422

Biomerieux, packege insert Kit Vidas Ca 19-9. Perancis. 2004

Inaudi P, Pasqui L, Torre GC, et al. CA 125 and CA 19-9 in Peritoneal, cyst and amniotic fluids. Med Oncol Tumor Pharmacother, 1988; 5(4): 233-8.

Pal K, Roy S, Mondal SA. Et al. Urinary level of CA 19-9 as Tumor Marker in Urothelial Carcinoma of the Bladder. Urology Journal. 2011; 8((3): 203-7.

Hardojo I. Pengantar Imunoasai Dasar. Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair (AUP). 2003: 47.

Corwin, J. Elizabeth.2009. Buku Saku Patofisiologi Edisi Rev. 3. Jakarta: EGC.

Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta kedokteran Jilid 1, Jakarta: Media Aesculapius

Vogt DP. Pancreatic cancer: a current overview. Curr Surg 2000;57:214-20

W.F. GANONG, Buku Ajar Fisiology Kedokteran 2012. Jakarta ;EGC

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, dkk. Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 4. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit. Dalam FK UI. Jakarta; 2006

H. Riess, ‎A. Goerke, ‎H. Oettle – 2007.Pancreas Cancer. Berlin Heidelberg New York: Springer 2007.

Suyono, Slamet, (2001), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi 3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta. Underwood, J.C.E

Suresh T. Chari, MD. Semin Oncol. 2007 August ; 34(4): 284–294. doi:10.1053/j.seminoncol.2007.05.005.

Price, Sylvia. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Vol. 2. Jakarta EGC

Dahlan, M. Sopiyudin. 2009. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika


Article Views      : 77
PDF Downloads : 43