Research Article

Pengaruh personal hygiene terhadap timbulnya akne vulgaris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Putu Angga Dharmayuda , Ketut Kwartantaya Winaya

Putu Angga Dharmayuda
Pre-graduate in Medical School, Faculty of Medicine, Universitas Udayana. Email: dharmayudaangga@gmail.com

Ketut Kwartantaya Winaya
Dematology and Venereology Departement, Faculty of Medicine, Universitas Udayana-Sanglah General Hospital.
Online First: July 07, 2018 | Cite this Article
Dharmayuda, P., Winaya, K. 2018. Pengaruh personal hygiene terhadap timbulnya akne vulgaris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Intisari Sains Medis 9(2). DOI:10.15562/ism.v9i2.258


Latar Belakang: Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit kulit yang meradang berasal dari folikel pilosebasea. Ada beberapa Faktor yang mempengaruhi terjadinya akne vulgaris antara lain terdapat peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel pilosebasea, peningkatan kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Personal hygiene dapat berpengaruh terhadap timbulnya keluhan penyakit kulit seperti personal hygiene. Kebersihan yang baik adalah kebersihan yang menghilangkan kelebihan sebum tanpa merusak lipid pelindung kulit, dan menghilangkan bakteri dari permukaan kulit. Kebanyakan remaja khususnya pelajar SMA seringkali mengabaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan wajah mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene terhadap keluhan acne vulgaris.  

Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian crossectional analitik untuk mencari hubungan antara personal hygiene dengan acne vulgaris. Data dari penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari hasil kuisioner  Dengan jumlah sampel sebanyak  43. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square antara tingkat personal hygiene dan kejadian akne vulgaris menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,020) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat personal hygiene  dengan kejadian akne vulgaris.

Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa yang memiliki tingkat personal hygiene buruk lebih banyak mengalami acne vulgaris. Terdapat hubungan yang signifikan antara menjaga personal hygiene dengan timbulnya akne vulgaris (p=0,020).   

References

James TG, Elston DM. Clinical Dermatology 10th Ed. Philadelphia: Elsevier Saunders. 2006.

Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 6th Ed. New York: McGraw-Hill Companies. 2009. h. 20-33.

Bogle MA, Militello G. Dermatology: apictorial review 2nd edition. New York: McGraw-Hill. 2010. h.81-93.

Djuanda S, Sri AS. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2003. h.126-131.

Nosbaum A. Allergic and irritant contact dermatitis. Pathophysiology and immunology diagnosis. Eur J Dermatol. 2009;19(1):1–8.

Streit M, Lasse RB. Contact Dermatitis: Clinics and Pathology. Acta Odontol Scand. 2001;59(2):309-314.

Thyssen JP. The epidemiology of hand eczema in the general population - prevalence and main findings. Contact Dermatitis. 2010;62(2):75-87.

Dharmahayu PM, Suryawati N. Karakteristik dermatitis kontak akibat kerja pada pengrajin patung di desa mas, ubud tahun 2016. E-jurnal medika udayana. 2018;7(3):128-135.

Nelson JL, Mowad CM. Allergic contact dermatitis: patch testing beyond the true test. J Clin Aesthet Dermatol. 2010;3(10):36-41.

Karlien B. Prevalensi penderita dermatitis kontak iritan di rumah sakit umum pusat angkatan udara periode 1 januari 2011-31 desember 2012. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. 2013.

Azhar K, Hananto M. Hubungan proses kerja dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di kabupaten bantaeng sulawesi selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2011;10(1):1-9.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 51
PDF Downloads : 29