Research Article

Faktor determinan kematian ibu di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016

Rela Hamdanillah , Anom Suardika, Made Darmayasa, Ida Bagus Gde Fajar Manuaba

Rela Hamdanillah
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: rhamdanillah@gmail.com

Anom Suardika
Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar-Bali

Made Darmayasa
Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar-Bali

Ida Bagus Gde Fajar Manuaba
Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar-Bali
Online First: December 01, 2020 | Cite this Article
Hamdanillah, R., Suardika, A., Darmayasa, M., Manuaba, I. 2020. Faktor determinan kematian ibu di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016. Intisari Sains Medis 11(3): 1075-1080. DOI:10.15562/ism.v11i3.249


Background: Maternal mortality is the death of women during pregnancy or within 42 days of delivery, whether associated with pregnancy or complications exacerbated by pregnancy and not related to incidental causes. Maternal mortality is a critical indicator in assessing the level of wellbeing and public health status. The risk of maternal death is divided into three such as remote determinants, intermediate determinants, and acute clinical determinants.

Aim: This study aims to determine the determinant factors as a role player in maternal mortality at Sanglah Hospital Denpasar in 2016.

Method: This research is cross-sectional descriptive research conducted at RSUP Sanglah Denpasar. The sample of the study was all mothers died at Sanglah Hospital during the year 2016. The data obtained in the form of patient medical record data. Data were analyzed by descriptive methods.

Result and Conclusion: The maternal mortality caused by the remoted determinant factors which were the highest in the maternal group with 9-12 years of education (77.3%) and the working mother group (54.5%). On the intermediate determinant, the highest is at age 20-35 years (81.8%), with parity 2-3 (63.6%), 2-10 year of gestational distance (54.5%), the most top obstetric factors are preeclampsia/eclampsia (27.2%), but the nonobstetric cause is the leading cause of maternal mortality.

 

Kematian ibu adalah kematian wanita selama masa kehamilan atau dalam kurun waktu 42 hari setelah melahirkan, baik yang berhubungan dengan kehamilan maupun komplikasi yang diperburuk oleh masa kehamilan, serta tidak berhubungan dengan penyebab incidental. Angka kematian ibu merupakan indikator penting dalam menilai tingkat kesejahteraan dan status kesehatan masyarakat. Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu secara garis besar dapat kelompokkan menjadi penyebab obstetrik dan penyebab non obstetrik. Menurut McCarthy dan Maine, risiko kematian ibu dibagi menjadi 3 yaitu, determinan jauh, determinan antara dan determinan dekat.

Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor determinan yang berperan dalam kematian ibu di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar. Sampel penelitian adalah semua ibu meninggal di RSUP Sanglah selama tahun 2016. Data yang diperoleh berupa data rekam medis pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif.

Hasil dan Kesimpulan: Kematian ibu yang disebabkan karena faktor determinan yang tertinggi yaitu pada kelompok ibu dengan pendidikan 9-12 tahun (36,4%) dan kelompok ibu yang bekerja (54,5%). Pada faktor determinan antara yang tertinggi yaitu pada usia 20-35 tahun (81,8%), dengan paritas 2-3 (63,6%), jarak kehamilan 2-10 tahun (54,5%), faktor penyebab obstetrik yang tertinggi adalah preeklampsia/eklampsia (27,2%), namun secara garis besar penyebab non obstetrik merupakan penyebab utama kematian ibu.

References

WHO. The WHO Application of ICD-10 to deaths during pregnancy, childbirth, and the puerperium: ICD-MM. Geneva: World Health Organization; 2012.

Biro Pusat Statistik. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta; 2012.

WHO. Global Health Observatory (GHO) Data: Maternal Mortality. Geneva: World Health Organization; 2015.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2014. Bali; 2015.

Sumarni. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kematian Ibu di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Periode tahun 2009-2011; 2012. [diunduh pada: 10 Oktober 2017).

Kirana, Nina. Gambaran Kematian Maternal di RSU dr. Pirngadi Medan tahun 2011; 2013. Tersedia di: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/35226 [diunduh pada: 12 April 2017]

Ningrum, Devi A. Hubungan Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Anemia Pada Kehamilan di BPS Ny “U” Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Tahun 2014. 2015.

Tersedia di: http://www.repository.poltekkesmajapahit.ac.id/index.php/PUB-KEB/article/download/171/141. [diunduh pada: 9 Oktober 2017]

Blanc, Ann K., Winfrey William, Ross John. New Findings for Maternal Mortality Age Patterns: Aggregated Result For 38 Countries; 2013. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3629034/ [diunduh pada 15 September 2017]

Lisonkova Sarka, Potts Jayson, et al. Maternal Age and Severe Maternal Morbidity: A Population Based Retrospective Cohort Study; 2017. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5448726/ [diunduh pada 28 September 2017]

Profil Kesehatan Republik Indonesia; 2015. Tersedia di: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2015.pdf [diunduh pada 20 Desember 2016]


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 31
PDF Downloads : 13