Research Article

Sore throat pada siswa-siswi perokok dan non-perokok SMA Kota Denpasar tahun 2017

Tommy Sutanto , Putu Aryani, Anak Agung Sagung Sawitri

Tommy Sutanto
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana,. Email: sutanto.tommy@gmail.com

Putu Aryani
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Anak Agung Sagung Sawitri
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Online First: March 27, 2020 | Cite this Article
Sutanto, T., Aryani, P., Sawitri, A. 2020. Sore throat pada siswa-siswi perokok dan non-perokok SMA Kota Denpasar tahun 2017. Intisari Sains Medis 11(1): 263-267. DOI:10.15562/ism.v11i1.218


Background: Sore throat is a symptom that occurs due to the inflammation process that often disrupts everyday activities and decreases the quality of life of the patient. Smoking cigarette is one of the causes of a sore throat. Prevalence of smokers in Indonesia, especially in adolescents has reached 45%.

Aim: This study aimed to find the prevalence of sore throat as well as its tendency on smokers and non-smokers in high school students in Denpasar City and the characteristics of sore throat and smoking behavior.

Method: This is a descriptive study with a cross sectional research design. The samples of this study are students of SMA PGRI 1 Denpasar. The data in this study is primary data, gathered from questionnaires.

Result: Of the 63 samples included in the study, it was found that the prevalence of active smokers among high school students in Denpasar city reached 27% (95%CI: 16.6-39.7) with a higher proportion of men. The sore throat tends to occur more on active smokers with a proportion of 76.5% (95%CI: 50.1-93.2) than non-smokers with a proportion of 63% (95%CI: 47.5-76.8). Smoking behavior was found to have started, mostly, for 12 months with everyday consumption as the majority. The number of cigarettes smoked could reach 16 cigarettes a day.

Conclusion: Sore throat tends to occur more on smokers than non-smokers even though the difference is not a lot. The results of this study are expected to be used to educate adolescents about the harmful effect of smoking cigarette on health, considered on making policies around the consumption of cigarette in students and to be a foundation for further research to find the relationship between smoking behavior and sore throat.

 

Sore throat merupakan gejala yang terjadi akibat proses inflamasi yang sering kali mengganggu kegiatan sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup penderita. Merokok merupakan salah satu penyebab dari munculnya gejala ini. Prevalensi perilaku merokok di Indonesia, khususnya golongan remaja sudah mencapai 45.0%.

Tujuan: Untuk mencari prevalensi sore throat serta kecenderungan nya pada siswa-siswi perokok dan non-perokok SMA kota Denpasar serta mendapatkan karakteristik dari sore throat dan perilaku merokok.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMA PGRI 1 Denpasar. Data penelitian bersifat data primer dengan menggunakan kuesioner angket yang diisi sendiri oleh sampel.

Hasil: Dari 63 sampel yang diikutsertakan dalam peneltiian didapatkan prevalensi perokok aktif SMA kota Denpasar sebesar 27% (95%CI: 16,6-39,7) dengan proporsi pria yang lebih banyak. Sore throat lebih cenderung terjadi pada perokok aktif yaitu 76,5% (95%CI: 50,1-93,2) dibandingkan non-perokok yaitu 63% (95%CI: 47,5-76,8). Perilaku merokok ditemukan paling banyak sudah dilakukan semenjak 12 bulan terakhir dengan frekuensi konsumsi tersering adalah setiap hari dengan jumlah batang rokok yang dikonsumsi dapat mencapai 16 batang perhari.

Simpulan: Sore throat memiliki kecenderungan untuk lebih banyak terjadi pada perokok dibandingkan non-perokok walaupun tidak jauh berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan untuk mengedukasi pelajar remaja tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan, digunakan untuk pertimbangan pembuatan peraturan seputar konsumsi rokok di kalangan pelajar dan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut untuk menemukan hubungan antara perilaku merokok dengan sore throat. 

References

Cook J, Hayward G, Thompson M, Hay AD, Moore M, Little P, dkk. Oral corticosteroid use for clinical and cost-effective symptom relief of sore throat: study protocol for a randomized controlled trial. Trials. 2014;15:365.

Pelucchi C, Grigoryan L, Galeone C, Esposito S, Huovinen P, Little P, dkk. Guideline for the management of acute sore throat: ESCMID Sore Throat Guideline Group C. Pelucchi dkk. Guideline for management of acute sore throat. Clinical Microbioly Infection. 2012;18:1–28.

Addey D, Shephard A. Incidence, causes, severity and treatment of throat discomfort: A four-region online questionnaire survey. BMC Ear, Nose and Throat Disorders. 2012;12(1):1.

Worall G. Acute sore throat. Canadian Famoly physician. 2007;53:1961–2.

Little P, Stuart B, Richard Hobbs FD, Butler CC, Hay AD, Campbell J, dkk. Predictors of suppurative complications for acute sore throat in primary care: Prospective clinical cohort study. BMJ. 2013;347(November):1–14.

An LC, Berg CJ, Klatt CM, Perry CL, Thomas JL, Luo X, dkk. Symptoms of cough and shortness of breath among occasional young adult smokers. Nicotine Tobacco Research. 2009;11(2):126–33.

WHO. Global Youth Tobacco Survey (GYTS): Indonesia report 2014. WHO-Searo; 2015. 24 p.

WHO. WHO Report on the Global Tobacco Epidemic, 2013 Country profile; 20131–8.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Laporan Nasional 2013; 2013. 1–384.

Bagaitkar J, Demuth DR, Scott DA. Tobacco use increases susceptibility to bacterial infection. Tobacco-Induced Diseases. 2008;4(1):12.

Pramintari RD, Hastuti D, Djamaludin mohammad D. Pengaruh Gaya Pengasuhan Dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Konsumsi Rokok Siswa SMA Di Kota Bogor. Jurnal Soul. 2014;7(2):22–34.

Sanjiwani NLPY, Wulan IGAP. Pola Asuh Permisif Ibu dan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki di Sma Negeri 1 Semarapura Budisetyani. Jurnal Psikologi Udayana. 2014;1(2):344–52.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 3
PDF Downloads : 1