Research Article

Gambaran dampak psikologis, sosial dan ekonomi pada ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar

Nicholas Prathama Limalvin , Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, Komang Ayu Kartika Sari

Nicholas Prathama Limalvin
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: limprathama@gmail.com

Wayan Citra Wulan Sucipta Putri
Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (KMKP) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Komang Ayu Kartika Sari
Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (KMKP) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali-Indonesia
Online First: March 03, 2020 | Cite this Article
Prathama Limalvin, N., Wulan Sucipta Putri, W., Kartika Sari, K. 2020. Gambaran dampak psikologis, sosial dan ekonomi pada ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar. Intisari Sains Medis 11(1): 81-91. DOI:10.15562/ism.v11i1.208


HIV or Human Immunodeficiency Virus is a type of virus that infects white blood cells and causes the decline of human immune. Physical problems are more visible in people living with HIV/AIDS (PLWHA). On the other hand, there are still psychological, social and economic problems that are still getting less attention from the community which also affect the lives of PLWHA.

Aim: The purpose of this research is to describe the psychological, social and economic impact on PLWHA in Yayasan Paramacitta Spirit Denpasar as well as the form of hope and support that expected by PLWHA.

Method: This study used qualitative method with 8 informants interviewed at Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar and Poli NAPZA Sanglah Hospital Denpasar.

Result: Some informants showed rejection or denial of his HIV status. Denial form that looks like depression until the desire to commit suicide. Some informants said that the spiritual support and group of fellow PLWHA can reduce the denial. After some time PLWHA can change perception and start accepting their condition. Some informants are still withdrawing from the community and do not open their status to others for fear of stigma and discrimination from the public if they open their HIV status. In addition, if HIV status is not known, people living with HIV have not felt stigmatized and discriminated. Health workers complained of still providing stigma and discrimination on PLWHA. Family still plays an important role in providing financial support to PLWHA. An informant who lost their jobs is not because of their HIV status, but their physical condition.

Conclusion:  The form of support that expected by PLWHA is the recognition of the community and they are treated by the same as others.

 

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyerang/menginfeksi sel darah putih dan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Di samping masalah fisik yang lebih terlihat pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) masih ada masalah psikologis, sosial dan ekonomi yang masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat yang tentunya juga mempengaruhi kehidupan dari ODHA.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dampak psikologis, sosial dan ekonomi pada ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar serta bentuk harapan dan dukungan yang diharapkan ODHA dari masyarakat.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah informan 8 orang yang diwawancarai di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar dan Poli Napza RSUP Sanglah Denpasar.

Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan bahwa sebagian informan memunculkan penolakan atau denial akan status HIV-nya. Bentuk denial yang terlihat seperti depresi hingga adanya keinginan untuk bunuh diri. Sebagian informan mengatakan bahwa dukungan spiritual dan kelompok sesama ODHA dapat meringankan masa denial-nya. Setelah beberapa waktu ODHA bisa merubah persepsi dan mulai menerima kondisinya. Sebagian informan masih menarik diri dari masyarakat dan belum terbuka pada orang lain karena khawatir akan stigma dan diskriminasi dari masyarakat apabila mereka membuka status HIV-nya. Di samping itu, apabila status HIV tidak diketahui, ODHA belum merasakan stigma dan diskriminasi. Tenaga kesehatan dikeluhkan masih memberikan stigma dan diskriminasi pada ODHA. Keluarga masih berperan penting dalam memberi dukungan finansial kepada ODHA. Seorang informan kehilangan pekerjaan bukan karena status HIV-nya melainkan karena kondisi fisiknya.

Simpulan: Bentuk dukungan yang diharapkan ODHA adalah pengakuan dari masyarakat dan diperlakukan sama seperti orang lain.

 

References

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi dan Analisis HIV AIDS; 2014.

Rini T, Lestari P. Kebijakan Pengendalian HIV / AIDS di Denpasar. J Kesehat Masy. 2013;8(1):45–8.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2015. Denpasar; 2016.

Dejman M, Ardakani HM, Malekafzali B, Moradi G, Gouya MM, Shushtari ZJ, et al. Psychological, Social, and Familial Problems of People Living with HIV/AIDS in Iran: A Qualitative Study. Int J Prev Med. 2015;6(126):1–9.

Karamouzian M, Akbari M, Haghdoost A-A, Setayesh H, Zolala F. “I Am Dead to Them”: HIV-related Stigma Experienced by People Living With HIV in Kerman, Iran. J Assoc Nurses AIDS Care. 2014;1–11.

Basavaraj KH, Navya MA, Rashmi R. Quality of life in HIV / AIDS. Indian J Sex Transm Dis AIDS. 2010;31(2):75–80.

Pardita DPY. Analisis Dampak Sosial, Ekonomi, dan Psikologis Penderita HIV AIDS di Kota Denpasar. Universitas Udayana; 2014.

Rosenfeld D, Anderson J, Ridge D, Asboe D, Catalan J, Collins S, et al. Social Support, Mental Health, and Quality of Life Among Older People Living with HIV. 2015.

Raco JR. Langkah-Langkah Penelitian Metode Kualitatif. In: L A, editor. Metode Peneltian Kualitatif. Jakarta: Grasindo; 2010. p. 98–132.

Sun W, Wu M, Qu P, Lu C, Wang L. Psychological well-being of people living with HIV/AIDS under the new epidemic characteristics in China and the risk factors: A population-based study. Int J Infect Dis. 2014;28:147–52.

Niu L, Luo D, Liu Y, Silenzio VMB, Xiao S. The Mental Health of People Living with HIV in China, 1998–2014: A Systematic Review. PLoS One. 2016;11(4):1–18.

Pinho CM, Dâmaso BFR, Gomes ET, Trajano M de FC, Andrade MS, Valença MP. Religious and spiritual coping in people living with HIV/Aids. Rev Bras Enferm. 2017;70(2):392–9.

Kamila N. AS. Persepsi Orang dengan HIV dan AIDS terhadap Peran Kelompok Dukungan Sebaya. J Kesehat Masy. 2010;6(1):36–43.

Gusti R, Farlina M. Studi Fenomenologi Pengalaman Orang Hiv/Aids (Odha) Dalam Mendapatkan Dukungan Keluarga Di Yayasan Lantera. J Ners. 2015;11(1):22–31.

Mhode M, Nyamhanga T. Experiences and impact of stigma and discrimination among people on antiretroviral therapy in Dar es Salaam: A qualitative perspective. AIDS Res Treat. 2016;2016:1–11.

Chaudhury S, Bakhla AK, Saini R. Prevalence, Impact, and Management of Depression and Anxiety in Patients with HIV: A Review. Neurobehav HIV Med. 2016;7(May):15–30.

Arriza BK, Dewi EK, Veronika D, Kaloeti S. Memahami Rekonstruksi Kebahagiaan pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). J Psikol Undip. 2011;10(2):153–62.

Diatmi K, Diah IG a. Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Orang Dengan HIV dan AIDS ( ODHA ) Di Yayasan Spirit Paramacitta. J Psikol Udayana. 2014;1(2):353–62.

Rahakbauw N. Dukungan Keluarga Terhadap Kelangsungan Hidup ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). INSANI. 2016;3(2):64–82.

Muliawan, P., Sawitri, A. 2016. Prevalence of HIV Infection Among Tuberculosis Patients in Bali, Indonesia. Bali Medical Journal 5(1): 65-70. DOI:10.15562/bmj.v5i1.272


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1741
PDF Downloads : 1638