Research Article

Dermatitis atopi pada bayi usia 0-12 bulan kelahiran RSUP Sanglah Denpasar dengan riwayat atopi keluarga antara bulan Desember 2015-Januari 2016

Made Bandem Kenny Wijaya Nugraha , Ketut Dewi Kumara Wati, I Made Kardana

Made Bandem Kenny Wijaya Nugraha
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Email: bandemkennyw@yahoo.com

Ketut Dewi Kumara Wati
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah

I Made Kardana
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah
Online First: December 01, 2020 | Cite this Article
Nugraha, M., Kumara Wati, K., Kardana, I. 2020. Dermatitis atopi pada bayi usia 0-12 bulan kelahiran RSUP Sanglah Denpasar dengan riwayat atopi keluarga antara bulan Desember 2015-Januari 2016. Intisari Sains Medis 11(3): 1045-1048. DOI:10.15562/ism.v11i3.205


Atopy disease is a genetic predisposition to develop any allergies in person. The example of atopic disease is atopic dermatitis, a chronic residual skin disorder that often occurs in infancy to children with itching, redness, and vesicles on the skin as its symptoms. The causes of atopic dermatitis are a family history of atopy, age, and environmental factors. If the parent or the family has a history of atopy, there will be a chance for the child to has dermatitis atopy in the next time.

Aim: This study aims to determine the role of family history in atopy dermatitis’s incidence in infants aged 0-12 months.

Method: Total sampling method used in the study obtained 39 samples with a family history of atopy. Anamnesis was conducted to determine the history of atopy which is owned by the samples.

Result: It showed that 22 samples had atopy dermatitis and 17 samples didn’t have atopy dermatitis.

Conclusion: The results of this study indicated that family history of atopy has a role in atopy dermatitis’s incidence in infants aged 0-12 months.

 

Penyakit atopi merupakan salah satu penyakit genetik yang mengembangkan suatu alergi pada individu. Contoh dari penyakit atopi adalah dermatitis atopi, yaitu penyakit kulit kronik residif yang umumnya terjadi saat usia bayi hingga anak-anak dengan gejala berupa rasa gatal, kemerahan, serta terbentuknya vesikel pada kulit. Pencetus munculnya dermatitis atopi adalah faktor riwayat atopi pada keluarga, faktor usia, dan faktor lingkungan. Apabila orang tua atau keluarga memiliki riwayat atopi, maka semakin besar kemungkinan untuk anak mengalami dermatitis atopi dikemudian hari.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran riwayat atopi yang dimiliki keluarga terhadap kejadian dermatitis atopi pada bayi usia 0-12 bulan.

Metode: Dari total sampling diperoleh 39 sampel dengan riwayat atopi. Anamesis dilakukan untuk mengetahui riwayat atopi yang dimiliki sampel.

Hasil: Hasil anamnesis mendapatkan 22 sampel mengalami dermatitis atopi dan 17 sampel tidak mengalami dermatitis atopi.

Simpulan: Riwayat atopi keluarga memiliki peran terhadap kejadian dermatitis atopi pada bayi usia 0-12 bulan.

References

Evina, B. Clinical Manifestations and Diagnostic Criteria of Atopic Dermatitis. J MAJORITY. 2015; Vol 4(4): 23-30. Tersedia pada Jurnal Kedokteran Universitas Lampung: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/574/578 [diunduh Desember 2017]

Moreno JC. Atopic Dermatitis. Alergol Immunol Clin 2000; Vol 15: 279-95.

Kanchongkittiphon W. Child with Atopic Dermatitis. US National Library of Medicine National Institutes of Health. 2015. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4273176/ [diunduh: November 2016]

Leung D., et al. Atopic dermatitis: new insights and opportunities for therapeutic intervention. J Allergy Clin Immunol. 2008; Vol. 105: Hal. 860-76.

Anggraeni M. Nilai Atopi Keluarga Menentukan Kejadian Dermatitis Atopik Pada Bayi Usia 0-4 Bulan. 2013. Tersedia pada http://www.pps.unud.ac.id/thesis/detail-855-nilai-atopi-keluarga-menentukan-kejadian-dermatitis-atopik-pada-bayi-usia-04-bulan.html [diakses: 2 februari 2017]

Eliska N., Thaha M., Anwar,C. Faktor Risiko pada Dermatitis Atopi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2015; Vol. 2 (1): Hal 143-149.

Thomas IN, Myalil JM. How significant is family history in dermatitis atopic? A study on the role of family history in atopic dermatitis. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ekologi dan Aspek Perilaku Vektor. Direktorat Jenderal PP dan PL Jakarta. 2007.

Leung D., Eichenfield L., Bogunewwicz M. Atopic dermatitis (atopic eczema). In: Wolf K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DA, ed. Fitzpatrick’s Dermatology in general medicine 7th ed. New York: Mc Graw Hill. 2008: hal. 146-57

Kunz B.&Ring J. Clinical features and diagnostic criteria of atopic dermatitis. Dalam Harper, J., Oranje, A. &Prose, N. (Eds.) Textbook of pediatric dermatology. London: Blackwell Publishing. 2006.

Sugito TL. Penatalaksanaan Terbaru Dermatitis Atopik. Dalam : Boediardja SA, ed. Dermatitis atopik. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2009;hal. 39-55.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 166
PDF Downloads : 116