Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Tingkat kualitas hidup pasien anak epilepsi dengan QOLCE-16

Abstract

Background: Epilepsy is defined clinically as unprovoked seizures lasting more than 24 hours. In Indonesia there are more than 700.000 to 1.400.000 cases of epilepsy with an increase of around 70,000 new cases every year. In addition, it is estimated that 40-50% occur in children. The level of quality of life of people with epilepsy is worth paying attention to because it is an indicator of the success of treating epilepsy sufferers. This research was conducted to determine the quality of life of pediatric epilepsy patients using an instrument, namely the quality of life in childhood epilepsy questionnaire-16 (QOLCE-16).

Method: The research was conducted by conducting interviews with the patient's parents. Data presentation is carried out descriptively. Sample determination was carried out using the sample size formula for nominal data, with a minimum sample of 92 people.

Results: Total of 93 samples that met the inclusion criteria, it was found that the majority of people with epilepsy were aged 6-11 years (44.09%), male (63.44%), with comorbidities (53.76%) , suffered from epilepsy for more than 3 years (62.37%). Apart from that, it was also found that the type of epilepsy most commonly suffered was generalized epilepsy (41.94%), the last education of the patient's parents was junior high school (48.39%) and the parents' income was below IDR 1,500,000-, (41, 94%).

Conclusion: After conducting interviews with QOLCE-16, it was found that more samples had a low quality of life (61.29%).

 

Latar Belakang: Epilepsi merupakan didefinisikan secara klinis sebagai kejadian kejang yang tidak terprovokasi yang menyerang lebih dari 24 jam. Di Indonesia terdapat lebih dari 700.000 sampai dengan 1.400.000 kasus epilepsi dengan pertambahan sekitar 70.000 kasus baru setiap tahunnya. Selain itu, diperkirakan 40-50% terjadi pada anak-anak. Tingkat kualitas hidup penyandang epilepsi patut diperhatikan karena merupakan salah satu indikator keberhasilan perawatan penderita epilepsy. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien anak epilepsi menggunakan sebuah instrument yaitu quality of life in childhood epilepsy questionnaire-16 (QOLCE-16). 

Metode: Penelitian dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan orang tua pasien. Penyajian data dilakukan secara deskriptif. Penentuan sampel dilakukan dengan rumus besar sampel untuk data nominal, dengan sampel minimal adalah 92 orang.

Hasil: Dari 93 sampel yang memenuhi kriteria inklusi ditemukan bahwa terdapat paling banyak penderita epilepsi berada di usia 6-11 tahun (44,09%), berjenis kelamin laki-laki (63,44%), dengan komorbiditas (53,76%), menderita epilepsi selama lebih dari 3 tahun (62,37%). Selain itu, didapatkan juga bahwa tipe epilepsi yang paling banyak diderita adalah epilepsi umum (41,94%), pendidikan terakhir orang tua pasien adalah SMP (48,39%) serta penghasilan orang tua di bawah Rp 1.500.000-, (41,94%).

Simpulan: Setelah dilakukan wawancara dengan QOLCE-16 didapatkan bahwa lebih banyak sampel yang memiliki kualitas hidup rendah (61,29%).

References

  1. Maryam IS, Ayu I, Wijayanti S, Tini K. Karakteristik Pasien Epilepsi Di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Periode Januari-Desember 2016. Callosum Neurology Journal. 2018;1:91-96.
  2. Singh G, Sander JW. The global burden of epilepsy report: Implications for low- and middle-income countries. Epilepsy Behav. 2020;105:106949. doi: https://doi.org/10.1016/j.yebeh.2020.106949.
  3. Setiaji A, Sareharto S, Paksi T. Pengaruh Penyuluhan Tentang Penyakit Epilepsi Anak Terhadap Pengetahuan Masyarakat Umum. Jurnal Media Medika Muda. 2014;2:1-14.
  4. Beghi E. The Epidemiology of Epilepsy. Neuroepidemiology. 2020;54(2):185–191.
  5. Rahmawati N. Permasalahan dan Koping Pada Ibu dari Anak dengan Riwayat Epilepsi”, Journal of Chemical Information and Modeling. 2013;53(9):1689–1699.
  6. Yanuar MI. Hubungan Lama Menderita Epilepsi Dengan Kualitas Hidup. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2014:1–5.
  7. Laratmase AJ. Pengembangan Alat Ukur Kualitas Hidup Nelayan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan. 2016;17(1):34–41.
  8. Goodwin SW, Ferro MA, Speechley KN. Development and assessment of the Quality of Life in Childhood Epilepsy Questionnaire (QOLCE-16). Epilepsia. 2018;59(3):668–678.
  9. Sastroasmoro S, Ismael S. Perkiraan Besar Sampel dalam Penelitian Klinis". 5th ed. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis.Jakarta: CV Sagung Seto. 2014;364 - 365.
  10. Sutanegara NBA, Mahalini DS, Hartawan INB, Wati DK. Karakteristik Penderita Epilepsi pada Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Tahun 2020, Jurnal Medika Udayana. 2020;9(7):80-85.
  11. Daoud S, Belghuith S, Farhat N, Sakka S, Hdiji O. Factors influencing on quality of life in patients with epilepsy. Neurology. 2021;96(15):1-9.
  12. Guekht AB, Mitrokhina TV, Lebedeva AV, Dzugaeva FK, Milchakova LE, Lokshina OB, Feygina AA, Gusev EI. Factors influencing on quality of life in people with epilepsy. Seizure. 2007;16(2):128–133.
  13. Akdemir V, Sut N, Guldiken B. Factors affecting the quality of life in drug-resistant epilepsy patients. Acta Neurologica Belgica. 2016;116(4):513–518.
  14. Ampu MN. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Di Puskesmas Neomuti Tahun 2018. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora. 2021;2(12):9–19.
  15. Yuliasri TR. Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Cara Memerah Dan Menyimpan Air Susu Ibu (Asi). Jurnal Ilmu Kebidanan. 2022;8(2):17–20.
  16. Siddalingaiah N, Chawla K, Nagaraja SB, Hazra D. Risk factors for the development of tuberculosis among the pediatric population: a systematic review and meta-analysis. European Journal of Pediatrics. 2023;3007–3019.
  17. Wiyono H, Parellangi A, Amiruddin A. Hubungan Dukungan Keluarga Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt. Puskesmas Kujau Kabupaten Tana Tidung. Aspiration of Health Journal. 2023;1(1):90–96.
  18. Adhitya V, Ayu M, Dewi R, Indra RM. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Anak dengan Epilepsi di RSUP dr . Mohammad Hoesin Palembang Pendahuluan kemampuan aktivitas fisik seseorang dalam Metode Penelitian analitik observasional dengan desain studi Mohammad Hoesin Palembang. Majalah Kedokteran Sriwijaya. 2018;3:146–153.
  19. Vakili M, Rahimdel A, Bahrami S. Epidemiological Study of Epilepsy in Yazd-Iran. Bali Med J. 2016;5(1):162-5.

How to Cite

Sari, P. R. P. G., Mahalini, D. S. ., Hartawan, I. N. B. ., & Wati, D. K. . (2023). Tingkat kualitas hidup pasien anak epilepsi dengan QOLCE-16. Intisari Sains Medis, 14(3), 1249–1253. https://doi.org/10.15562/ism.v14i3.1908

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Putu Ratih Padmarini Gantari Sari
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Dewi Sutriani Mahalini
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Nyoman Budi Hartawan
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Dyah Kanya Wati
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal