Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Kasus karsinoma sel basal pada seorang wanita lanjut usia yang diterapi dengan eksisi dan island pedicle flap

  • Putu Akopita Devi ,
  • Ketut Kwartantaya ,
  • Ni Kadek Setyawati ,
  • Adelia Martalova AJ ,
  • Indry Salonika Sutiawan ,

Abstract

Introduction: Basal cell carcinoma (BCC) is a malignant tumor categorized as non-melanoma skin cancer and is the most common type of cancer found in human. An escalation of cancer treatment cost has been observed for the past few years, with a cost increase up to two-fold annually, resulting in a new socioeconomical problem in a country. Although BCC has low mortality rates, it has high morbidity rates due to the local destruction it caused. Hence, this makes BCC an important issue to be discussed, especially in developing countries including Indonesia which is facing a double burden disease at the same time.

Case Report: A 65-year-old female came to the dermatovenereology outpatient department and was diagnosed with a nasal basal cell carcinoma. Considering the size and location of the tumor, a 5-mm wide excision was performed with tumescent anesthesia. The defect was predicted using island pedicle flap technique. Subsequent follow-ups five and twelve days after the procedure showed good flap viability, without any signs of tissue necrosis or infection on the former lesion location.

Conclusion: BCC treatment depends highly on the anatomical location and histological characteristics of the lesion. Excision was performed due to its high-risk location in the face. After blood supply and esthetics considerations, flap was performed for skin reconstruction. Island pedicle flap was the most ideal flap design for facial BCC excision, as seen on this case.

 

Pendahuluan: Karsinoma sel basal (KSB) merupakan tumor ganas yang tergolong pada kelompok kanker kulit non-melanoma. KSB merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada manusia. Pada beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan biaya yang dikeluarkan untuk kanker kulit hingga lebih dari dua kali lipat setiap tahunnya, sehingga menimbulkan suatu masalah sosioekonomi yang tinggi pada suatu negara. Meskipun memiliki angka mortalitas yang rendah, KSB dapat menyebabkan angka morbiditas yang tinggi akibat destruksi lokal yang disebabkan oleh KSB tersebut. Hal ini menjadikan KSB harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia yang sedang menghadapi kenaikan angka penyakit infeksi dan non-infeksi pada saat yang bersamaan.

Laporan Kasus: Seorang Wanita 65 tahun datang ke poliklinik rawat jalan dermatovenereologi dan didiagnosis dengan karsinoma sel basal pada hidung. Mempertimbangkan ukuran dan lokasi tumor, eksisi selebar 5 mm dilakukan dengan bantuan anestesi tumescent, dan defek bedah diperkirakan menggunakan teknik island pedicle flap. Follow-up hari ke-5 dan 12 setelah prosedur menunjukkan viabilitas flap yang baik, tanpa adanya nekrosis jaringan atau infeksi pada lokasi lesi.

Simpulan: Penatalaksanaan KSB bergantung pada lokasi anatomis dan histologis dari lesi. Pada kasus, modalitas terapi eksisi dipilih karena lokasi lesi pada wajah yang termasuk risiko tinggi. Rekonstruksi kulit yang dipilih adalah flap. Pemilihan jenis flap memerlukan beberapa pertimbangan khusus, khususnya suplai pembuluh darah dan estetika. Island pedicle flap merupakan desain flap yang paling ideal untuk kasus eksisi KSB dengan lokasi pada wajah, seperti yang dapat ditemukan pada kasus ini.

References

  1. Tang J, Epstein EJ, Oro A. Basal Cell Carcinoma and Basal Cell Nevus Syndrome. In: Kang S, Amagai M, Bruckner A, Enk A, Margolis D, MicMichael A, et al., editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. New York: McGraw-Hill Education; 2019. page 1884–900.
  2. Tay SH, Chan MMF, Oh CC. Dermoscopy for pigmented basal cell carcinoma in Asian patients. Hong Kong J Dermatol. 2019;27(1):5–11.
  3. Fania L, Didona D, Morese R, Campana I, Coco V, Di Pietro FR, et al. Basal cell carcinoma: From pathophysiology to novel therapeutic approaches. Biomedicines. 2020;8(11):449.
  4. Kim DP, Kus KJB, Ruiz E. Basal cell carcinoma review. Hematol Clin. 2019;33(1):13–24.
  5. Soyer H, Rigel D, McMeniman E. Actinic Keratosis, Basal Cell Carcinoma, and Squamous Cell Carcinoma. In: Bolognia J, Schaffer J, Cerroni L, editors. Dermatology. Elsevier; 2018. page 1872–93.
  6. Fakhrosa I, Sutedja EK, Agusni JH, Feriza V, Saraswati NA. Tinjauan Pustaka: Manifestasi Klinis dan Gambaran Dermoskopi pada Karsinoma Sel Basal. Syifa’MEDIKA J Kedokt dan Kesehat. 2018;8(2):54–67.
  7. Kato J, Horimoto K, Sato S, Minowa T, Uhara H. Dermoscopy of melanoma and non-melanoma skin cancers. Front Med. 2019;11:180-186.
  8. Suyuthie HD, Harahap WA, Khambri D, Rustam R. Eksisi Luas dan Rekonstruksi Karsinoma Sel Basal Wajah. Cermin Dunia Kedokt. 2022;49(1):27–31.
  9. McDaniel B, Badri T, Steele R. Basal Cell Carcinoma. StatPearls - NCBI Bookshelf2020;
  10. Jayarajan R. Reconstructive Options for Cutaneous Defects of the Nose: A Review. Med J Clin . 2016;3(2)1-8.
  11. Kwon KH, Lee DG, Koo SH, Jo MS, Shin H, Seul JH. Usefulness of vy advancement flap for defects after skin tumor excision. Arch Plast Surg. 2012;39(6):619-624.
  12. Smith N, Cha KB, Bichakjian C. Perioperative Considerations in Dermatologic Surgery. In: Kang S, Amagai M, Bruckner A, Enk A, Margolis D, MicMichael A, et al., editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. New York: McGraw-Hill; 2019. page 3706–25.

How to Cite

Devi, P. A., Kwartantaya, K. ., Setyawati, N. K. ., Martalova AJ , A. ., & Sutiawan, I. S. . (2023). Kasus karsinoma sel basal pada seorang wanita lanjut usia yang diterapi dengan eksisi dan island pedicle flap. Intisari Sains Medis, 14(3), 1040–1043. https://doi.org/10.15562/ism.v14i3.1847

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Putu Akopita Devi
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ketut Kwartantaya
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ni Kadek Setyawati
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Adelia Martalova AJ
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Indry Salonika Sutiawan
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal