Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Sebuah Tinjuan Pustaka Serum albumin sebagai marker prognostik pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan ketoasidosis diabetic (KAD)

Abstract

Background: Diabetic ketoacidosis (DKA) is a serious complication in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) characterized by ketonemia and acidemia. Appropriate education, insulin therapy, and prompt corrective action are crucial in managing DKA. Serum albumin, a plasma protein produced by the liver, has attracted attention as a prognostic marker in various medical conditions. However, the potential of serum albumin as a prognostic indicator in T2DM patients with DKA is not fully understood.

Purpose: This review aims to describe the role of serum albumin as a prognostic marker in T2DM patients with DKA and to evaluate the relationship between serum albumin level and the severity of DKA and the patient's clinical outcome.

Methods: This study was a literature review conducted by searching the latest published scientific articles on serum albumin and DKA in the PubMed, Google Scholar and ScienceDirect databases. Relevant articles were selected and evaluated to understand the relationship between serum albumin and prognosis in T2DM patients with DKA.

Results: Literature analysis shows that serum albumin can be an important prognostic marker in T2DM patients with DKA. Decreased serum albumin levels can occur due to dehydration in DKA and can also be related to inflammation and oxidative stress during ketosis. A low serum albumin level is associated with DKA's severity, a longer hospitalization duration, and an increased risk of complications and death in T2DM patients with DKA.

Conclusion: This literature review shows that serum albumin can potentially act as an important prognostic marker in T2DM patients with DKA. Monitoring serum albumin levels in patients with DKA can help identify high-risk patients and facilitate appropriate treatment planning. However, further research is needed to confirm these findings and understand the biological mechanisms underlying the relationship between serum albumin and prognosis in T2DM patients with DKA.

 

 

Latar Belakang: Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi serius pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) yang ditandai dengan ketonemia dan asidemia. Penyuluhan yang tepat, terapi insulin yang adekuat, dan tindakan korektif yang cepat sangat penting dalam penanganan KAD. Serum albumin, sebuah protein plasma yang diproduksi oleh hati, telah menarik perhatian sebagai marker prognostik dalam berbagai kondisi medis. Namun, potensi serum albumin sebagai indikator prognosis pada pasien DMT2 dengan KAD belum sepenuhnya dipahami.

Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk menggambarkan peran serum albumin sebagai marker prognostik pada pasien DMT2 dengan KAD serta mengevaluasi hubungan antara tingkat serum albumin dengan keparahan KAD dan hasil klinis pasien.

Metode: Studi ini merupakan tinjauan literatur yang dilakukan dengan mencari artikel ilmiah terbitan terbaru yang berhubungan dengan serum albumin dan KAD pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Artikel yang relevan diseleksi dan dievaluasi untuk memahami hubungan antara serum albumin dan prognosis pada pasien DMT2 dengan KAD.

Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa serum albumin berpotensi berperan sebagai marker prognostik yang penting pada pasien DMT2 dengan KAD. Penurunan kadar serum albumin dapat terjadi sebagai akibat dari dehidrasi yang terjadi pada KAD dan juga dapat berhubungan dengan inflamasi dan stres oksidatif yang terjadi selama proses ketosis. Tingkat serum albumin yang rendah dikaitkan dengan tingkat keparahan KAD, durasi rawat inap yang lebih lama, serta peningkatan risiko komplikasi dan kematian pada pasien DMT2 dengan KAD.

Kesimpulan: Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa serum albumin berpotensi sebagai marker prognostik penting pada pasien DMT2 dengan KAD. Monitoring kadar serum albumin pada pasien dengan KAD didapatkan membantu mengidentifikasi risiko tinggi dan memfasilitasi perencanaan pengobatan yang tepat. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi tinjauan ini dan untuk memahami lebih lanjut mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara serum albumin dan prognosis pada pasien DMT2 dengan KAD.

References

  1. Soewondo P. Ketoasidosis Diabetik. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 4th ed. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006.p.1896-9.
  2. Van Zyl DG. Diagnosis and treatment of diabetic ketoacidosis. SA Fam Prac. 2008;50:39-49. http://dx.doi.org/10.1080/20786204.2008.10873664
  3. Masharani U. Diabetic ketoacidosis. In: McPhee SJ, Papadakis MA, editors. Lange current medical diagnosis and treatment. 49th ed. New York: Lange; 2010.p.1111-5.
  4. Chiasson JL. Diagnosis and treatment of diabetic ketoacidosis and the hyperglycemic hyperosmolar state. Canadian Medical Association Journal. 2003;168(7):859-66. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-319-27316-7_21-1
  5. Yehia BR, Epps KC, Golden SH. Diagnosis and management of diabetic ketoacidosis in adults. Hospital Physician. 2008;15:21-35. http://dx.doi.org/10.1211/pj.2022.1.129204
  6. Umpierrez GE, Murphy MB, Kitabachi AE. Diabetic ketoacidosis and hyperglycemic hyperosmolar syndrome. Diabetes Spectrum. 2002;15(1):28-35. http://dx.doi.org/10.2337/diaspect.15.1.28
  7. American Diabetes Association. Hyperglycemic crisis in diabetes. Diabetes Care. 2004;27(1):94- 102. http://dx.doi.org/10.2337/diacare.27.2007.s94
  8. Alberti KG. Diabetic acidosis, hyperosmolar coma, and lactic Acidosis. In: Becker KL, editor. Principles and practice of endocrinology and metabolism. 3rd ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2004.p.1438-49.
  9. Ennis ED, Kreisberg RA. Diabetic ketoacidosis and the hyperglycemic hyperosmolar syndrome. In: LeRoith D, Taylor SI, Olefsky JM, editors. Diabetes mellitus is a fundamental and clinical text. 2nd ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2000.p.336-46.
  10. Wallace TM, Matthews DR. Recent advances in the monitoring and management of diabetic ketoacidosis. Q J Med. 2004;97(12):773-80. http://dx.doi.org/10.1093/qjmed/hch132
  11. Trachtenbarg DE. Diabetic ketoacidosis. American Family Physician. 2005;71(9): 1705-14.
  12. Kitabachi AE, Wall BM. Management of diabetic ketoacidosis. American Family Physician. 1999;60:455-64.
  13. Devanand, Tyagi, L., Anupam, & Kant, K. A comparative study to assess the prevalence rate of CAD among type 2 DM patient and non type 2DM patient in Selective Hospitals etawah district. GFNPSS Global Nursing Journal Of India. 2020;3(Ii):221. Https://doi.org/10.46376/Gnji/3.Ii.2020.221-224
  14. Zendjabil M. Glycated albumin. Clinica chimica acta; international journal of clinical chemistry. 2020;502:240–244. https://doi.org/10.1016/j.cca.2019.11.007
  15. Chume, F. C., Freitas, P. A. C., Schiavenin, L. G., Pimentel, A. L., & Camargo, J. L. Glycated albumin in diabetes mellitus: a meta-analysis of diagnostic test accuracy. Clinical chemistry and laboratory medicine. 2022;60(7):961–974. https://doi.org/10.1515/cclm-2022-0105
  16. Chang, D. C., Xu, X., Ferrante, A. W., Jr, & Krakoff, J. Reduced plasma albumin predicts type 2 diabetes and is associated with greater adipose tissue macrophage content and activation. Diabetology & metabolic syndrome. 2019;11:14. https://doi.org/10.1186/s13098-019-0409-y

How to Cite

Wirayanti Puteri, M. W. (2023). Sebuah Tinjuan Pustaka Serum albumin sebagai marker prognostik pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan ketoasidosis diabetic (KAD). Intisari Sains Medis, 14(3), 1156–1160. https://doi.org/10.15562/ism.v14i3.1794

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Made Widya Wirayanti Puteri
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal