Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Hubungan tingkat pendidikan dan sikap terhadap pilihan pengobatan trauma muskuloskeletal di kota Banda Aceh, Indonesia

Abstract

Introduction: The prevalence of musculoskeletal trauma in Indonesia is increasing. Complications that occur due to mishandling are often found in health facilities. The development of medical health facilities has not made people switch from traditional medicine as an alternative treatment for musculoskeletal trauma that has been passed down for generations. Education and attitude can be factors in considering risks in choosing the right treatment. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and attitude towards musculoskeletal trauma treatment options.

Method: This research method is an observational analytic with a cross-sectional design. The research subjects were residents of Banda Aceh City was as many as 200 respondents who were carried out in eleven public health centers representing nine sub-districts in Banda Aceh City.

Result: The results of this study indicate that 108 (54.0%) respondents chose traditional medicine while 92 (46.0%) other respondents chose medical treatment as a solution for treating musculoskeletal trauma. Respondents with secondary education chose traditional medicine by 62.7%, while respondents with higher education chose traditional medicine by 42.9%. Respondents with a sufficient attitude chose traditional medicine by 95.6%, while respondents with a good attitude chose traditional medicine by 31.4%. Based on the results of the Spearman rho test, it showed that there was a relationship between educational level (p=0.039) and attitude (p=0.000) towards the choice of musculoskeletal trauma treatment.

Conclusion: Various promotive efforts and health education, especially musculoskeletal trauma, need to be continuously carried out by both health workers and policy makers to improve people's attitudes in choosing the right treatment and reducing the number of complications due to mishandling of musculoskeletal trauma in Banda Aceh City.

 

Pendahuluan: Prevalensi trauma muskuloskeletal di Indonesia semakin meningkat. Komplikasi yang terjadi akibat kesalahan penanganan banyak ditemukan di fasilitas kesehatan.  Berkembangnya fasilitas kesehatan medis tidak membuat masyarakat beralih dari pengobatan tradisional sebagai alternatif pengobatan trauma muskuloskeletal yang sudah turun temurun. Pendidikan dan sikap dapat menjadi faktor dalam mempertimbangkan risiko dalam memilih pengobatan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan sikap terhadap pilihan pengobatan trauma muskuloskeletal.

Metode: Metode penelitian ini berupa analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah penduduk Kota Banda Aceh sebanyak 200 responden yang dilaksanakan pada sebelas puskesmas yang mewakili sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 108 (54,0%) responden memilih pengobatan tradisional sedangkan 92 (46,0%) responden lainnya memilih pengobatan medis sebagai solusi untuk penanganan trauma muskuloskeletal. Responden dengan pendidikan menengah memilih pengobatan tradisional sebesar 62,7%, sedangkan responden dengan pendidikan tinggi memilih pengobatan tradisional sebesar 42,9%. Responden dengan sikap yang cukup memilih pengobatan tradisional sebesar 95,6%, sedangkan responden dengan sikap yang baik memilih pengobatan tradisional sebesar 31,4%. Berdasarkan hasil uji Spearmann rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,039) dan sikap (p=0,000) terhadap pilihan pengobatan trauma muskuloskeletal.

Simpulan: Berbagai upaya promotif dan penyuluhan kesehatan khususnya trauma muskuloskeletal perlu terus dilakukan baik dari tenaga kesehatan maupun pemegang kebijakan untuk meningkatkan sikap masyarakat dalam memilih pengobatan yang tepat serta menekan angka komplikasi akibat kesalahan penanganan trauma muskuloskeletal di Kota Banda Aceh.

References

  1. Nabian MH, Zadegan SA, Zanjani LO, Mehrpour SR. Epidemiology of joint dislocations and ligamentous/tendinous injuries among 2,700 patients: Five-year trend of a tertiary center in Iran. Arch Bone Jt Surg. 2017;5(6):424–32.
  2. Beckett S, Seidelman L, Hanney WJ, Liu X RC. Prevalence of Musculoskeletal Injury Among Collegiate Marching Band and Color Guard Members. Med Probl Perform Art. 2015;30(2):1-9.
  3. Tami AM, Bika Lele EC, Mekoulou Ndongo J, Ayina Ayina CN, Guessogo WR, Lobe Tanga MY, et al. Epidemiology of musculoskeletal disorders among the teaching staff of the university of douala, cameroon: Association with physical activity practice. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(11):1-8.
  4. Pohlman J. Prevalence Of Musculoskeletal Injuries Among World Class. Indiana University Thesis. 2021.
  5. Senarath M, Thalwaththe S, Tennakoon S. Prevalence of Selected Musculoskeletal Disorders among the Students of Faculty of Allied Health Sciences, University of Peradeniya. J Musculoskelet Disord Treat. 2021;7(2):5–9.
  6. Alberta Municipal Health and Safety Association (AMHSA). Musculoskeletal Injuries (MSI) » Alberta Municipal Health and Safety Association Safety Awareness Programs [Internet]. [cited 2022 Jul 14]. Available from: https://amhsa.devcogroup.com/musculoskeletal-injuries-msi/
  7. Sugiyarto S, Rifai A. Penatalaksanaan Cedera Muskuloskeletal pada Korban Kecelakaan melalui Simulasi Evaluasi pada Masyarakat Awam. J MID-Z (Midwivery Zigot) J Ilm Kebidanan. 2022;5(1):64–71.
  8. Riskesdas. Kementerian Kesehatan RI : Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019;
  9. Sumirat W. Perilaku Masyarakat Pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. J Ilm Pendidik Sosiologi-Antropologi. 2015;5(2):1-9.
  10. Ariyani DC, Susilo R. Gambaran Persepsi Dan Kepercayaan Pasien Fraktur yang Berobat di Pengobatan Tra- disional Batra Al- Qaromah di Desa Cirahab Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. J Keperawatan Muhammadiyah. 2020;5(9):75–81.
  11. Kurnia SH, Kosasih CE, P AP. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Pasien Patah Tulang Berobat ke Pengobatan Tradisional Ahli Tulang di Sumedang. Fak Ilmu Keperawatan Univ Padjadjaran. 2013;2:1–14.
  12. Odatuwa-Omagbemi DO, Adiki TO, Elachi CI, Bafor A. Complications of traditional bone setters (TBS) treatment of musculoskeletal injuries: Experience in a private setting in Warri, south-south Nigeria. Pan Afr Med J. 2018;30:1–8.
  13. Worku N, Tewelde T, Abdissa B, Merga H. Preference of Traditional Bone Setting and associated factors among trauma patients with fracture at Black Lion Hospital in Addis Ababa, Ethiopia: Institution based cross sectional study. BMC Res Notes. 2019;12(1):10–5.
  14. Ogunlusi JD, Oluwadiya KS, Ogunlusi OO, Oginni LM, Oyedeji OA, Ibligaami O. Acquired boneless forearm as a complication of traditional bone setting. Orthopedics. 2008;31(3):1–2.
  15. Syaifulloh MK. Faktor Kepercayaan Masyarakat terhadap Pengobatan Medis dan Alternatif. 2019.
  16. Zakaria MM, Mahzuni D, Septiani A. Pengobatan Alternatif Penyakit Tulang Studi Kasus Kearifan Lokal Para Terapis Penyakit Tulang Di Wilayah Jawa Barat. Patanjala J Penelit Sej dan Budaya. 2019;11(3):431-438.
  17. Badan pusat Statistik. Potret Pendidikan Indonesia : Statistik Pendidikan 2020 [Internet]. Badan Pusat Statistik; 2020. Available from: https://www.bps.go.id
  18. Terhadap KP. Pengobatan tradisional sangkal putung hj . murni di kabupaten semarang. 2014.
  19. Khusnul D, Nadila MRT. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Membeli Obat Tradisional di Kota Luwuk. J Farm Galen. 2022;9(2):78–91.
  20. Iranisa, Nasution M. Komitmen Pemerintah pada Program Wajib Belajar 12 Tahun. Bul APBN. 2022;8:12–15.
  21. Umboh JC, Wagiu AMJ, Lengkong AC. Gambaran Health Belief Model pada Penanganan Fraktur. e-CliniC. 2021;9(1):198–203.
  22. Joan PR. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penderita Fraktur Memilih Pengobatan Tradisional di Pengobatan Tradisional Patah Tulang P.Gurusinga Kecamatan Medan Tuntungan. USU Press. 2011;
  23. Fadlilah S, Rahil NH. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Cidera Muskuloskeletal Pada Pemain Futsal. J Keperawatan BSI. 2019;7(1):66–75.
  24. Seni NNA, Ratnadi NMD. Theory of Planned Behavior Untuk Memprediksi Niat Berinvestasi. E-Jurnal Ekon dan Bisnis Univ Udayana. 2017;12:4043-49.

How to Cite

Rahman, S., Ramazani, A. K. ., Satria, D., Azharuddin, & Salawati, L. . (2023). Hubungan tingkat pendidikan dan sikap terhadap pilihan pengobatan trauma muskuloskeletal di kota Banda Aceh, Indonesia. Intisari Sains Medis, 14(1), 81–87. https://doi.org/10.15562/ism.v14i1.1589

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel