Research Article

Gambaran evaluasi tingkat nyeri pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka dan laparoskopi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2016

Dewa Ayu Wahyu Diantari , IGL Ngr Agung Artha Wiguna, I Wayan Niryana

Dewa Ayu Wahyu Diantari
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Email: wahyudiantari96@gmail.com

IGL Ngr Agung Artha Wiguna
SMF/Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah

I Wayan Niryana
SMF/Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah
Online First: May 01, 2018 | Cite this Article
Diantari, D., Wiguna, I., Niryana, I. 2018. Gambaran evaluasi tingkat nyeri pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka dan laparoskopi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2016. Intisari Sains Medis 9(2). DOI:10.15562/ism.v9i2.158


Radang pada usus buntu merupakan peradangan dari apendiks vermiformis. Pasien pasca operasi radang usus buntu yang ditangani dengan bedah terbuka atau laparoskopi akan merasakan suatu sensasi nyeri dari tindakan pembedahan yang dilakukan. Tujuan: Mengetahui gambaran evaluasi tingkat nyeri secara umum dan berdasarkan karakteristik data sampel. Metode: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasional. Sampel ialah pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka dan laparoskopi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar dari tahun 2016 dari hari pertama hingga hari ketiga pasca operasi. Pengambilan data menggunakan data sekunder, meliputi: skor VAS (visual analog scale) yang telah tertera pada rekam medis pasien. Tingkat nyeri dilihat dari hari pertama hingga hari ketiga pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka dan laparoskopi. Hasil: Terdapat sebanyak 44 orang pasien bedah terbuka memberikan gambaran tingkat nyeri yang terdata pada hari pertama 75% nyeri ringan dan 25% nyeri sedang, hari kedua 2,3% tanpa nyeri, 86,4% nyeri sedang, dan 11,4 nyeri berat, serta pada hari ketiga 9,1% tanpa nyeri, 88,6 nyeri ringan, 2,3% nyeri sedang. Terdapat pula 6 orang pasien dengan laparoskopi yang terdata pada hari pertama 50% tanpa nyeri dan  50% nyeri ringan, pada hari kedua 66,7% tanpa nyeri dan 33,3% nyeri ringan, serta pada hari ketiga 83,3% tanpa nyeri dan 16,7% nyeri ringan. Simpulan: Gambaran evaluasi tingkat nyeri pasien pasca operasi radang usus buntu dengan bedah terbuka adalah nyeri ringan, sedangkan untuk laparoskopi adalah tanpa nyeri. 

Keywords


References

DAFTAR PUSTAKA

Dorland W.A.N. 2000. Dorland’s IllustRatingd Medical Dictionary. 29th ed. Terjemahan: Huriawati Hartanto. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. p.142.

Sjamsuhidajat, R. dan De Jong W. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC

Eylin. 2009. Karakteristik pasien dan diagnosis histologi pada kasus radang usus buntu berdasarkan data registasi di departemen patologi anatomi fakultas kedokteran universitas indonesia rumah sakit umum pusat nasional cipto mangunkusumo pada tahun 2003-2007.

Breivik H, Borchgrenvink PC, Allen SM et al (2008) Assessment of pain. Br J Anaesth 101 (1) : 17-24

Brunner,Suddarth.(2005).Keperawatan Medikal Bedah.(edisi 8).Jakarta : EGC

Hawker GA, Mian S, Kendzerka T, French M. Measure of Adult Pain. Arthritis Care and Research.2011; 63: 240-52

Cindrawati Langanawa.2013.Gambaran Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di Ruangan Bedah RSUD Prof.Dr.Hi.Aloei Saboe

Rahma,M dan Beattie,J. 2005. Managing Postoperative Pain Through Giving Patient Control

American Collage Surgeon. 2014. Open Surgery and Laparoscopy in appendicitis. https://www.journal.elsevier.com/journal-of-the-american-collage-of-surgeons. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2017


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 322
PDF Downloads : 265