Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Perbedaan jumlah leukosit darah antara pasien apendisitis akut dan apendisitis perforasi sebagai prediktor diagnosis di RSUD Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Indonesia

Abstract

Background. Not all health facilities in Indonesia have an advanced supporting examination to determine patients with acute appendicitis and perforated appendicitis. Several recent studies have shown there are differences in leukocyte count between patients with acute appendicitis and perforated appendicitis, which can be used as a predictor in diagnosing appendicitis and perforated appendicitis.

Methods. This study used an observational analytic research method with a cross sectional approach to 40 patients. Data were taken from the appendicitis patients' medical records at Pulang Pisau Hospital from January to September 2021. The variable is the number of leukocytes between acute appendicitis and perforated appendicitis. ROC analysis was performed to determine the cut-off point of the leukocytes count. The data were calculated with analytical analysis using the Mann-Whitney U test with a significance limit is p <0.05.

Result. In this study, 18 patients had acute appendicitis, and 22 patients had perforated appendicitis. ROC analysis (AUC 0.859) is on the cut-off point of 16,600/uL with a sensitivity of 90.9% and a specificity of 50%. The result of the Mann-Whitney U test is p < 0.05.

Conclusion. There is a significant difference in leukocyte count between patients with acute appendicitis and perforated appendicitis in Pulang Pisau Hospital. The blood leukocyte count can be used as a predictor to differentiate acute appendicitis from perforated appendicitis.

 

Latar Belakang. Belum semua fasilitas kesehatan di Indonesia memiliki pemeriksaan penunjang yang sudah maju untuk menentukan antara pasien akut apendisitis dengan apendisitis perforasi. Beberapa studi belakangan ini memperlihatkan terdapat perbedaan jumlah leukosit antara pasien dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi yang dapat digunakan sebagai prediktor dalam mendiagnosis apendisitis akut dan apendisitis perforasi.

Metode. Studi ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 40 pasien. Data diambil dari rekam medis pasien apendisitis di RSUD Pulang Pisau dari Januari hingga September 2021. Variabel dari penelitian ini adalah jumlah leukosit antara apendisitis akut dan apendisitis perforasi. Dilakukan analisis ROC untuk menentukan  nilai potong dari jumlah leukosit. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney U test dengan nilai signifikansi p < 0,05.

Hasil. Dalam penelitian ini, 18 pasien terdiagnosis apendisitis akut dan 22 pasien terdiagnosis apendisitis perforasi. Analisis ROC (AUC 85.9%) menghasilkan nilai potong jumlah leukosit di 16.600/uL dengan nilai sensitivitas 90.0% dan nilai spesifisitas 50%. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan p < 0,05.

Kesimpulan. Terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai jumlah leukosit antara pasien dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSUD Pulang Pisau. Nilai jumlah leukosit dapat digunakan sebagai prediktor untuk membedakan apendisitis akut dan apendisitis perforasi.

References

  1. Sjamsuhidajat, R dan Jong, Wim De. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC.2012.
  2. Maa, John dan Kirkwood, Kimberly S. Sabiston Textbook Of Surgery. Nineteenth Edition. Philadelphia PA. 2012; 19103-2899.
  3. Agrawal, CS., Adhikari, S., dan Kumar, M. Role Of Serum C-reactive Protein And Leukocyte Count In The Diagnosis Of Acute Appendicitis In Napalese Population. Nepal Med Coll J. 2008;10(1): 11-15.
  4. Adhar A, Lusia S, dan Andi P. Faktor Resiko Kejadian Apendisitis Di Bagian Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Jurnal Preventif. 2017;8(1). p1-58.
  5. Windy CS dan Sabir M. Perbandingan Antara Suhu Tubuh, Kadar Leukosit dan Platelet Distribution Width (PDW) Pada Apendisitis Akut dan Apendisitis Perforasi Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Tadulako. 2016;2(2). p24-32.
  6. Mostbeck G, Adam EJ, Nielsen MB, Claudon M, et al. How To Diagnose Acute Appendicitis: Ultrasound First. Infectious Diseases of Poverty. 2016;5(39). p1-9. doi:10.1007/s13244-016-0469-6.
  7. Kamran H, Naveed D, Nazir A, Hameed M, Ahmed M, Khan U. Role of total leukocyte count in diagnosis of acute appendicitis. J Ayub Med Coll Abbottabad. 2008;20(3):70-71.
  8. Saaiq M, Niaz-Ud-Din, Jalil A, Zubair M, Shah SA. Diagnostic accuracy of leukocytosis in prediction of acute appendicitis. J Coll Physicians Surg Pak. 2014;24(1):67-69.
  9. Lycopoulou L, Mamoulakis C, Hantzi E, et al. Serum amyloid A protein levels as a possible aid in the diagnosis of acute appendicitis in children. Clin Chem Lab Med. 2005;43(1):49-53. doi:10.1515/CCLM.2005.007.
  10. Eriksson S, Granström L, Olander B, Pira U. Leucocyte elastase as a marker in the diagnosis of acute appendicitis. Eur J Surg. 1995;161(12):901-905.
  11. Dalal I, Somekh E, Bilker-Reich A, Boaz M, Gorenstein A, Serour F. Serum and peritoneal inflammatory mediators in children with suspected acute appendicitis. Arch Surg. 2005;140(2):169-173. doi:10.1001/archsurg.140.2.169.
  12. Huda CKN. Perbedaan Jumlah Leukosit pada Pasien Apendisitis Non-Perforasi dan Apendisitis Perforasi di RSD dr. Soebandi Jember. Digital Repository Universitas Jember. 2019. p1-74.
  13. Al-Gaithy ZK. Clinical value of total white blood cells and neutrophil counts in patients with suspected appendicitis: retrospective study. World J Emerg Surg. 2012;7(1):32. Published 2012 Oct 2. doi:10.1186/1749-7922-7-32.

How to Cite

Aritonang, F. V., Soebagio, S., & Aditya, Y. (2022). Perbedaan jumlah leukosit darah antara pasien apendisitis akut dan apendisitis perforasi sebagai prediktor diagnosis di RSUD Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Indonesia. Intisari Sains Medis, 13(1), 289–292. https://doi.org/10.15562/ism.v13i1.1297

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Febria Valentine Aritonang
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Sanjaya Soebagio
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Yan Aditya
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal