Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Non-eosinofilia pada Infeksi Trichuris trichiura: sebuah laporan kasus

Abstract

Background: Trichuris trichiura or whipworm is a Platyhelminthes parasite infecting the human gastrointestinal tract. Trichuris trichiura is a soil-transmitted helminth (STH). A tropical climate like Indonesia is an ideal place for STH. Prevalence of STH is still high in Indonesia, ranging from 2,5 – to 62 %. This parasite lives in the human colon, consuming blood, and nutrition from its host as well as usually manifests with eosinophilia incomplete blood count. However, this case study aims to evaluate the non-eosinophilia in Trichuris trichiura infection.

Case Presentation: In this case, the patient is an 11 years old male with symptoms of diarrhea and dehydration; there are also signs of mild dehydration from a physical examination. Several tests are taken to assess the cause of diarrhea, such as a complete blood count (CBC) test which the result is only leukocytosis and slight monocyte increase, no elevation of eosinophil. Trichuris trichiura egg was found on the microscopic stool observation.

Conclusion: Some studies show a significant association between the elevation of eosinophil and trichuriasis infection. However, the case report shows leukocytosis only, without elevation of eosinophil. Eosinophilia could be used as a marker of Trichuriasis infection, especially in the acute phase, but not all trichuriasis infections are followed by eosinophilia. This might be because of the natural course of the disease itself and the defense mechanism of the parasite.

 

 

Latar Belakang: Trichuristrichiura atau cacing cambuk adalah parasit dari jenis cacing pipih yang menyerang saluran pencernaan manusia.Trichuris trichiura merupakan jenis cacing soil-transmitted helminth (STH) yang dapat berkembang biak dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia. Prevalensi kecacingan di Indonesia masing cukup tinggi dan angkanya bervariasi di tiap wilayah, berkisar antara 2,5 – 62 %. Parasit ini hidup di usus besar manusia, memakan darah, dan nutrisi dari inangnya serta biasanya bermanifestasi dengan eosinofilia dalam hitung darah lengkap. Namun, studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi non-eosinofilia pada infeksi Trichuris trichiura.

Presentasi Kasus: Kasus yang kami dapatkan adalah anak laki-laki 11 tahun dengan keluhan buang air besar cair dan dehidrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda dehidrasi ringan. Untuk mencari penyebab keluhannya dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan darah lengkap dimana didapatkan peningkatan pada sel darah putih dan sedikit peningkatan monosit, namun tidak disertai dengan peningkatan eosinofil. Pada pemeriksaan feses didapatkan gambaran telur cacing Trichuris trichiura.

Kesimpulan: Beberapa penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peningkatan eosinofil dengan trichuriasis. Namun, pada pasien ini hanya didapatkan leukositosis tanpa diikuti dengan peningkatan eosinofil. Eosinofil dapat dijadikan penanda infeksi terutama pada fase awal trichuriasis, namun tidak semua kasus ditemukan eosinofilia. Hal ini dapat terjadi karena mekanisme perjalanan penyakit itu sendiri dan juga mekanisme pertahanan dari parasit (Trichuristrichiuria) itu sendiri.

References

  1. Darlan DM, Rozi MF, Yulfi H. Overview of Immunological Responses and Immunomodulation Properties of Trichuris sp.: Prospects for Better Understanding Human Trichuriasis. Life (Basel). 2021;11(3):188.
  2. Jiero S. Korelasi antara Nilai Eosinofil dengan Infeksi Soil-Transmitted Helminth pada Anak [Tesis]. Univeritas Sumatera Utara. 2015.
  3. Hardianti U, Urip, Jiwintarum Y. Prevalensi Kecacingan Golongan STH (Soil Transmitted Helminth) pada AnakUsia 3 – 6 Tahun Pasca Gempa Bumi di Desa Sembalung Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Analis Medika Bio Sains. 2019;1(1):85-90.
  4. Husada G. parasitologikedokteran IV. Jakarta: BalaiPenerbit FKUI; 2006.
  5. Darlan DM, Tala ZZ, Amanta C, Warli SM, Arrasyid NK. Correlation Between Soil Transmitted Helminth Infection and Eosinophil Levels among Primary School Children in Medan. Open Access Maced J Med SCI. 2017;5(2):142-146.
  6. Wijayanti L, Sari Y, Marufah S, Listyaningsih E, Haryati S. The prevalence of parasitic gastrointestinal infection and hygiene knowledge in elementary school children in Boyolali district. Bali Medical Journal. 2021;10(2):749-752.
  7. Bedah S, Syafitri A. Infeksi Kecacingan pada Anak Usia 8-14 Tahun di RW 007 Tanjung Lengkong Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2018;10(1):20-31.
  8. Bestari RS, Supargiyono, Sumarni, Suyoko. Correlation between Soil-Transmitted Helminth (STH) Infection and Eosinophil Score on Residents Around Landfill of Mojosongo Village, Jebres Sub-District, Surakarta City. TMJ. 2017;4(1):6-15.
  9. Schulte C, Krebs B, Jelinek T, Nothdurft HD, Sonnenburg F, Löscher T. Diagnostic Significance of Blood Eosinophilia in Returning Travelers. Clinical Infectious Diseases. 2002;34(3):407-411.
  10. Rusjdi SR. Infeksi Cacing dan Alergi. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015;4(1):322-325.
  11. Girgis NM, Gundra UM, Loke P. Immune Regulation during Helminth Infections. PLOS Pathogens. 2013;9(4):1-3
  12. O’Connell EM, Nutman TB. Eosinophilia in Infectious Diseases. Immunol Allergy Clin North Am. 2015;35(3):493-552.

How to Cite

Putra, I. M. C. D., Sumardika, I. N. G., Pramana, I. M. D., & Sari, N. L. P. S. K. (2022). Non-eosinofilia pada Infeksi Trichuris trichiura: sebuah laporan kasus. Intisari Sains Medis, 13(1), 171–174. https://doi.org/10.15562/ism.v13i1.1277

HTML
79

Total
0

Share

Search Panel

I Made Cahyadi Dwi Putra
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Nyoman Gde Sumardika
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Made Dharma Pramana
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ni Luh Putu Siska Kahari Sari
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal