Research Article

Gambaran karakteristik penderita hipertensi dan tingkat kepatuhan minum obat di wilayah kerja puskesmas Kintamani I

Azri Hazwan , Gde Ngurah Indraguna Pinatih

Azri Hazwan
Program Studi Pendidikan Dokter. Email: azri123@gmail.com

Gde Ngurah Indraguna Pinatih
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Online First: May 08, 2017 | Cite this Article
Hazwan, A., Pinatih, G. 2017. Gambaran karakteristik penderita hipertensi dan tingkat kepatuhan minum obat di wilayah kerja puskesmas Kintamani I. Intisari Sains Medis 8(2). DOI:10.15562/ism.v8i2.127


Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan di Indonesia. Seseorang itu dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg. Pada penderita hipertensi harus menjalani terapi dengan minum obat untuk mengontrol tekanan darah agar tidak tercetus komplikasi dari penyakit hipertensi. Dari data yang terdapat di Puskesmas Kintamani I masih terdapat banyak warga di wilayah Kintamani yang menderita hipertensi. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan hipertensi sangat penting agar gejala hipertensi dapat dikontrol. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien minum obat seperti tingkat pengetahuan, pendidikan, dan demografi. Tujuan penelitian ini dilaksanakan agar dapat melihat gambaran kepatuhan minum obat hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah Kintamani I.

Penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini merupakan penduduk yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kintamani I. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 22 - 29 Mei 2015. Teknik sampling yang digunakan merupakan teknik simple random sampling dengan jumlah sample sebanyak 50 orang.

Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan sebanyak 30% pasien mempunyai kepatuhan tinggi terhadap minum obat hipertensi sedangkan sisanya sebesar 70% pasien mempunyai kepatuhan rendah. Untuk mendukung angka keberhasilan pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan adanya penyuluhan penyakit hipertensi sehingga kepatuhan minum obat penderita hipertensi dapat meningkat.

References

Rahajeng E, Tuminah S. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia Jakarta: Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI; 2011.

Baradiro M. Klien Gangguan Kardiovaskuler: Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC; 2008.

Annisa AFN, Wahiddudin , Ansar J. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar. Universitas Hassanudin. 2013.

WHO. Non Comunnicable Disease in Indonesia: A Profile New Delhi: WHO Regional Office For Southeast Asia; 2012.

Balitbang Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Jakarta: Balitbang Kemenkes RI; 2013.

Nurlalili SW, Sudhana W. Gambaran Kepatuhan Minum Obat dan Peran Serta Keluarga pada Keberhasilan Pengobatan Pasien Hipertensi di Desa Timbrah Kecamatan Karangasem pada Januari 2014. Ejournal Universitas Udayana. 2014.

Annindiya AH. Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD “X”. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2012.

Novian A. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diit Pasien Hipertensi. Universitas Negeri Semarang. 2013.

Notoatmodjo S. Metodolog Penelitian Kesehatan Jakarta: Rineka Cipta; 2005.

Ekarini D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Klien Hipertensi dalam Menjalani Pengobatan di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar. Jurnal KEMDASKA. 2012; 3(1).

Utomo GR. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia. 2010.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 747
PDF Downloads : 686