Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang tanaman kenanga (cananga odorata) terhadap bakteri penyebab infeksi kulit Staphylococcus aureus in vitro

Abstract

Background: Staphylococcus aureus resistance to antibiotics or Methicillin Resistance Staphylococcus Aureus (MRSA) is a severe problem worldwide with high morbidity and mortality rates, so it is necessary to identify alternative new antibacterial compounds to overcome this problem, especially those that derived from natural ingredients. One of these natural ingredients is the ylang plant (Cananga odorata) because the phytochemical test results show that this plant contains various bacteriostatic compounds. This study aims to determine whether the bark extract of the ylang plant (Cananga odorata) can inhibit the growth of S. aureus.

Methods: In vitro experimental research using ylang bark extract (Cananga odorata) with concentrations of 20%, 60%, and 100% with 96% ethanol diluent. Inhibition test was carried out using the disc diffusion test method with five repetitions.

Results: The average zone of inhibition of the growth of Staphylococcus aureus bacteria was as follows: 20% extract (P1) 11.8 mm; extract 60% (P2) 12.2 mm; extract 100% (P3) 18.2 mm; positive control (K2) 32.4 mm; and negative control (K1) 0 mm. The statistical analysis results showed that the bark extract of the Cananga plant affected the inhibition of S. aureus bacteria at concentrations of 20%, 60%, and 100%.

Conclusion: Ylang plant (Cananga odorata) bark extract with concentrations of 20%, 60%, and 100% was effective in inhibiting the growth of S. aureus bacteria.

 

Latar Belakang: Resistensi bakteri Staphylococcus aureus terhadap antibiotik atau Methicillin Resistance Staphyloccus Aureus (MRSA) merupakan salah satu masalah serius di dunia kesehatan, sehingga perlu diidentifikasi alternatif senyawa antibakteri baru untuk mengatasi masalah tersebut, khususnya yang berasal dari bahan alami. Adapun salah satu bahan alami tersebut yakni tanaman kenanga (Cananga odorata) karena hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung berbagai senyawa bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit batang tanaman kenanga (Cananga odorata) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus.

Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan ekstrak kulit batang tanaman kenanga (Cananga odorata) dengan konsentrasi sebesar 20%, 60%, dan 100% dengan pengencer etanol 96%. Pengujian daya hambat dilakukan dengan menggunakan metode uji difusi cakram sebanyak lima kali pengulangan.

Hasil: Rerata zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah sebagai berikut: ekstrak 20% (P1) 11,8 mm; ekstrak 60% (P2) 12,2 mm; ekstrak 100% (P3) 18,2 mm; kontrol positif (K2) 32,4 mm; dan kontrol negatif (K1) 0 mm. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa ekstrak kulit batang tanaman kenanga berpengaruh terhadap daya hambat bakteri S. aureus pada konsentrasi 20%, 60%, dan 100%.

Kesimpulan: Ekstrak kulit batang tanaman kenanga (Cananga odorata) dengan konsentrasi 20%, 60%, dan 100% efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus

Section

References

  1. Taylor TA, Unakal CG. Staphylococcus Aureus. StatPearls [Internet] Treasure Isl StatPearls Publ. 2021;1–5.
  2. Tong SYC, Davis JS, Eichenberger E, Holland TL, Fowler VG. Staphylococcus aureus Infections : Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management. Clin Microbiol Rev. 2015;28(3):603–61.
  3. Hilda H. Pola Resistensi Bakteri Staphylococus Aureus, Escherichia Coli, Pseudomonas Aeruginosa Terhadap Berbagai Antibiotik. Husada Mahakam J Kesehat. 2017;4(1):11–7.
  4. Nuryah A, Yuniarti N, Puspitasari I. Prevalensi dan Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Majalah Farmaseutik. 2019;15(2):123-9.
  5. Budiani LD, Adiguna MS, and R. S. Denpasar-Bali, “Penatalaksanaan Pioderma Terkini,” 2014.
  6. Tan LTH, Lee LH, Yin WF, Chan CK, Abdul Kadir H, Chan KG, et al. Traditional Uses, Phytochemistry, and Bioactivities of Cananga odorata (Ylang-Ylang). Evid Based Complement Alternat Med. 2015;2015.
  7. Dusturia N, Hikamah SR, Sudiarti D. Efektivitas Antibakteri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) dengan Metode Konvensional terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus. J BIOSHELL. 2016;5(1):324.
  8. Sulistyarsi A, Cahyani FM. Uji Komparatif Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria Acuminata W.T.Ait) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhosa dan Bakteri Staphylococcus Aureus (In Vitro). Pros Semin Nas SIMBIOSIS. 2019;3(0).
  9. Wijayanti DMH. Ekstrak Daun Kedondong Hutan (Spondias Pinnata) Menghambat Pertumbuhan Candida Albicans Dari Penderita Oral Thrush Secara In Vitro. Skripsi Universitas Udayana, Denpasar. 2018.
  10. Wikananda IDARN, Hendrayana MA, Pinatih KJP. Efek Antibakteri Ekstrak Ethanol Kulit Batang Tanaman Cempaka Kuning (M. Champaca L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus. 2019;8(5):1-5.
  11. Sulistyarsi A, Cahyani FM. Uji Komparatif Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria Acuminata WT Ait) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhosa dan Bakteri Staphylococcus Aureus (In Vitro). InProsiding Seminar Nasional SIMBIOSIS 2019 Jan 2 (Vol. 3).
  12. Manik, Dellyna, Triana Hertiani, & Hady Anshory. "Analisis Korelasi antara Kadar Flavonoid dengan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi-Fraksi Daun Kersen (Muntingia calabura L.) TERHADAP Staphylococcus aureus." Khazanah: Jurnal Mahasiswa [Online], 6.2 (2014): 1-12. Web. 1 Dec. 2021
  13. Akbar MRV, Budiarti LY. Ekstrak Metanol Kulit Batang Kasturi dengan Ampisilin terhadap Staphylococcus Aureusin Vitro. Berk Kedokt. 2016;12(1):1–9.
  14. Rasidah, Rasidah, Syahmani Syahmani, and Iriani Rilia. "Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Kulit Batang Tanaman Rambai Padi (Sonneratia alba) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus." Jurnal Jejaring Matematika dan Sains 1.2 (2019): 97-106.
  15. Anita A, Khotimah S, Yanti AH. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Benalu Jambu Air (Dendropthoe pentandra (L.) Miq) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi. Protobiont. 2014;3(2):268–72.

How to Cite

Semadhi, P. G. M., Mahardika, K. I. K., Megayanthi, R. S., Kirana, N. W. P., Palaguna, I. D. G. B. P., & Hendrayana, M. A. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang tanaman kenanga (cananga odorata) terhadap bakteri penyebab infeksi kulit Staphylococcus aureus in vitro. Intisari Sains Medis, 13(1), 6–10. https://doi.org/10.15562/ism.v13i1.1201

HTML
138

Total
113

Share

Search Panel

Putu Gitanjani Mahadewi Semadhi
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ketut Indah Karina Mahardika
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Rena Sari Megayanthi
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ni Wayan Prabasiwi Kirana
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Dewa Gde Bagus Panji Palaguna
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Made Agus Hendrayana
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal