Research Article

Pemberian Kombinasi Estrogen Progesteron dan Testosteron Meningkatkan Ekspresi Messenger Ribonucleaic Acid (mRNA) Reseptor Estrogen Alpha dan Androgen pada Vagina Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Dewasa yang Diovarektomi

Luh Yenny Armayanti

Luh Yenny Armayanti
Program Magister Ilmu Biomedik Universitas Udayana. Email: armayanti61@gmail.com
Online First: December 15, 2016 | Cite this Article
Armayanti, L. 2016. Pemberian Kombinasi Estrogen Progesteron dan Testosteron Meningkatkan Ekspresi Messenger Ribonucleaic Acid (mRNA) Reseptor Estrogen Alpha dan Androgen pada Vagina Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Dewasa yang Diovarektomi. Intisari Sains Medis 7(1): 71-75. DOI:10.15562/ism.v7i1.12


Masa menopause merupakan suatu periode terjadinya penurunan sekresi hormon ovarium (estrogen, progesteron dan tetstosteron) dan disertai dengan penurunan ekpresi reseptor hormon seks steroid, khususnya resptor estrogen alpha dan androgen. Perubahan dramatis pada jumlah hormon ovarium menyebabkan terjadi atrofi vulvovaginal yang ditandai dengan vagina menjadi kering, atrofi, dypareunia, serta gangguan bangkitan seksual. Pemberian Hormone Replacement Therapy (HRT) sudah diketahui secara luas dapat meningkatkan integritas vagina pada multipel sel didalam berbagai lapisan, tetapi data mengenai efek pemberian HRT terhadap ekspresi reseptor seks steroid masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kombinasi estrogen progesteron dan testosteron meningkatkan ekspresi messenger ribonucleaic acid (mRNA) reseptor estrogen alpha dan reseptor androgen pada tikus wistar (Rattus norvegicus) dewasa yang diovarektomi. Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental – Post Test Only Control Group Design yang dilakukan di Laboratorium Histologi Universitas Udayana dengan menggunakan 36 ekor Tikus Wistar dewasa (Rattus norvegicus) yang diovarektomi. Tikus dipilih secara random, kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sebanyak 18 ekor (kontrol) diberikan diberikan 2,9 ml aquades per hari sedangkan kelompok kedua sebanyak 18 ekor (perlakuan) diberikan terapi hormon kombinasi estrogen (11µg/hari), progesteron (180 µg/hari) dan testosteron (360 µg/hari) dalam 2,9 ml aquades. Pada hari ke-31, tikus diterminasi dan diambil jaringan vagina. Ekspresi mRNA ERα dan AR akan diukur dengan menggunakan metode real time PCR. Analisis komparasi dengan t-independence test pada data ekspresi mRNA ERα dan AR posttest menunjukkan hasil yang berbeda secara bermakna dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian kombinasi estrogen progesteron dan testosteron meningkatkan ekspresi messenger ribonucleaic acid (mRNA) reseptor estrogen alpha dan androgen pada vagina tikus wistar (Rattus Norvegicus) dewasa yang diovarektomi.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 307
PDF Downloads : 191