Research Article

Hubungan derajat leukopenia terhadap tingkat keparahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada pasien anak yang dirawat di Ruang Kaswari RSUD Wangaya, Denpasar, Indonesia

Erica Lidya Yanti , I Wayan Bikin Suryawan, Made Widiasa

Erica Lidya Yanti
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Wangaya, Denpasar, Indonesia. Email: erica.lidyayanti@gmail.com

I Wayan Bikin Suryawan
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Wangaya, Denpasar, Indonesia

Made Widiasa
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Wangaya, Denpasar, Indonesia
Online First: December 21, 2021 | Cite this Article
Yanti, E., Suryawan, I., Widiasa, M. 2021. Hubungan derajat leukopenia terhadap tingkat keparahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada pasien anak yang dirawat di Ruang Kaswari RSUD Wangaya, Denpasar, Indonesia. Intisari Sains Medis 12(3): 908-911. DOI:10.15562/ism.v12i3.1160


Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) still becomes a public health problem in Indonesia even in the world.  DHF is caused by the dengue virus with various clinical manifestations such as fever, bleeding manifestations and circulatory failure as well. One of the risk factors of severe dengue infection is leukopenia. This study aims to determine the relationship between the degree of leukopenia and the severity of DHF in pediatric patients treated in the Kaswari room of Wangaya Hospital, Denpasar.

Methods: The research was conducted from December 2018 until February 2019 with a cross-sectional analytical method. The subjects of research were children with DHF, admitted in the Wangaya Hospital and fulfilled the inclusion and exclusion criteria. 58 samples were obtained by using consecutive sampling methods. Data were analyzed using SPSS version 21 for Windows.

Results: Most of the respondents with DHF were known to be > 10 years old, both in the shock group (52.9%) and without shock (48.8%). The dominant sex was male (77.4%) in the shock group while female (62.7%) in the group without shock. There was a significant difference between the degree of leukopenia and the severity of DHF (RP=4.29; 95% CI=1.58-11.57; p=0.003) in this study.

Conclusion: There is a significant association between the degree of leucopenia especially with leukocyte value of <5000/Ul and the severity of dengue hemorrhagic fever especially DHF with shock.

 

 

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia. DBD disebabkan oleh virus dengue dengan beragam manifestasi klinis, diantaranya adakah demam, manifestasi perdarahan hingga kegagalan sirkulasi darah. Salah satu faktor resiko dari infeksi dengue berat adalah leukopenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat leukopenia terhadap tingkat keparahan penyakit DBD pada pasien anak yang dirawat di ruang Kaswari RSUD Wangaya kota Denpasar.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang yang dilakukan pada bulan Februari 2019. Penelitian ini melibatkan anak dengan DBD yang dirawat di ruang Kaswari RSUD Wangaya kota Denpasar  mulai 1 Desember 2018 sampai 28 Februari 2019. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 58 sampel. Data dianalisis dengan SPSS versi 21 untuk Windows.

Hasil: Sebagian besar responden dengan DBD diketahui berusia > 10 tahun baik pada kelompok syok (52,9%) maupun tanpa syok (48,8%). Jenis kelamin laki-laki dominan (77,4%) pada kelompok syok sedangkan perempuan (62,7%) pada kelompok tanpa syok. Terdapat perbedaan yang bermakna antara derajat leukopenia dengan tingkat keparahan DBD (RP=4,29; 95%IK=1,58-11,57; p=0.003) pada penelitian ini.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat leukopenia khususnya pada nilai leukosit <5000/Ul terhadap tingkat keparahan demam berdarah dengue khususnya DBD dengan syok. 

References

Wang WH, Urbina AN, Chang MR, Assavalapsakul W, Lu PL, Chen YH, Wang SF. Dengue hemorrhagic fever - A systematic literature review of current perspectives on pathogenesis, prevention and control. J Microbiol Immunol Infect. 2020;53(6):963-978.

Tsheten T, Gray DJ, Clements ACA, Wangdi K. Epidemiology and challenges of dengue surveillance in the WHO South-East Asia Region. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2021;115(6):583-599.

Paranavitane SA, Gomes L, Kamaladasa A, Adikari TN, Wickramasinghe N, Jeewandara C, et al. Dengue NS1 antigen as a marker of severe clinical disease. BMC Infect Dis. 2014;14:570.

Ho TS, Wang SM, Lin YS, Liu CC. Clinical and laboratory predictive markers for acute dengue infection. J Biomed Sci. 2013;20(1):75.

Gregory CJ, Lorenzi OD, Colón L, García AS, Santiago LM, Rivera RC, et al. Utility of the tourniquet test and the white blood cell count to differentiate dengue among acute febrile illnesses in the emergency room. PLoS Negl Trop Dis. 2011;5(12):e1400.

Koibur JG, Satyarsa AB, Gustawan IW, Putra IG, Utama IM. Lingkungan Tempat Tinggal Sebagai Faktor Resiko Infeksi Virus Dengue Pada Anak-Anak. Indonesian Journal for Health Sciences. 2021;5(1):1-7.

Oliveira EC, Pontes ER, Cunha RV, Fróes IB, Nascimento Dd. Hematological abnormalities in patients with dengue. Rev Soc Bras Med Trop. 2009;42(6):682-685.

Khan E, Kisat M, Khan N, Nasir A, Ayub S, Hasan R. Demographic and clinical features of dengue fever in Pakistan from 2003-2007: a retrospective cross-sectional study. PLoS One. 2010;5(9):e12505.

Mayetti. Hubungan Gambaran Klinis dan Laboratorium Sebagai Faktor Risiko Syok pada Demam Berdarah Dengue. Sari Pediatri. 2010;11(5):367-373.

Hadinegoro SR. The revised WHO dengue case classification: does the system need to be modified?. Paediatr Int Child Health. 2012;32 Suppl 1(s1):33-38.

Nguyen TH, Nguyen TL, Lei HY, Lin YS, Le BL, Huang KJ, et al. Association between sex, nutritional status, severity of dengue hemorrhagic fever, and immune status in infants with dengue hemorrhagic fever. Am J Trop Med Hyg. 2005;72(4):370-374.

Sierra B, Perez AB, Vogt K, Garcia G, Schmolke K, Aguirre E, et al. Secondary heterologous dengue infection risk: Disequilibrium between immune regulation and inflammation? Cell Immunol. 2010;262(2):134-140.

Flipse J, Wilschut J, Smit JM. Molecular mechanisms involved in antibody-dependent enhancement of dengue virus infection in humans. Traffic. 2013;14(1):25-35.

Saniathi NKE, Juffrie M, Rianto BUD, Soetjiningsih. Dengue hemorrhagic fever: The role of Soluble E-Selectin, Soluble Intercellular Adhesion Molecule-1 (Sicam-1) and Soluble Vascular Cellular Adhesion Molecule -1 (Svcam-1) in overweight children. Bali Medical Journal. 2019;8(1):183-187.

Risniati Y, Tarigan LH, Tjitra E. Leukopenia sebagai prediktor terjadinya sindrom syok dengue pada anak dengan demam berdarah dengue di RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso. Media Litbang Kesehatan. 2011;21(3):96-103.

Tantracheewathorn T, Tantracheewathorn S. Risk factors of dengue shock syndrome in children. J Med Assoc Thai. 2007;90(2):272-277.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 84
PDF Downloads : 37