Research Article

Hubungan Lymph Vessel Density (LVD) dengan invasi limfatik dan metastasis kelenjar getah bening regional pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Katrin Rotua Simbolon , I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi, Ni Putu Sriwidyani, Luh Putu Iin Indrayani Maker, Herman Saputra, I Made Muliarta

Katrin Rotua Simbolon
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia. Email: dr.katrinsimbolon@gmail.com

I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Ni Putu Sriwidyani
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Luh Putu Iin Indrayani Maker
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Herman Saputra
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

I Made Muliarta
Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
Online First: August 01, 2021 | Cite this Article
Simbolon, K., Dewi, I., Sriwidyani, N., Maker, L., Saputra, H., Muliarta, I. 2021. Hubungan Lymph Vessel Density (LVD) dengan invasi limfatik dan metastasis kelenjar getah bening regional pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia. Intisari Sains Medis 12(2): 606-612. DOI:10.15562/ism.v12i2.1037


Background: Lymph Node Metastasis (LNM) is considered the most important prognostic factor in breast cancer. The progress of lymphatic metastasis is thought to involve the proliferation of lymphatic vessels (lymphangiogenesis), Lymph Vessel Invasion (LVI), and lymph node metastasis step by step. This study aims to evaluate the association between LVD with LVI and regional LNM in invasive breast carcinoma of no special type.

Methods: This study used a cross-sectional analytical study, using a sample of 38 paraffin-embedded tissue from the patient with invasive breast carcinoma of no special type in Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia, in 2018. The sample will be used to assess LVD and LVI by D2-40 immunohistochemistry. Expression of D2-40 with vigorous-intensity was evaluated on the membrane and cytoplasm of lymphatic endothelial cells to determine the definition of lymphatic vessels. Lymph vessel density was determined by counting the number of lumens of peritumoral lymphatic vessels in five fields of view with the densest lymphatic vessel lumen using a Leica microscope (DM750, 400x, area 0.225mm2). Data were analyzed using SPSS version 24 for Windows.

Results: The LVD cut-off value is 16.5 lymphatic vessel lumens/0.225 mm2 (65.4% for sensitivity and area Under the Curve (AUC)=70.2%). Then cases were classified into the category of high LVD (?16,5 lymphatic vessel lumen/0,225 mm2) and low LVD (<16.5 lymphatic vessels lumen/0,225 mm2). The study found a statistically significant association between LVD and lymph vessel invasion (PR=3.6; p=0.043; 95%CI=0.88-14.78) and regional lymph node metastases (PR =1.7; p=0.02; 95%CI=1.03-2.79).

Conclusion: This study proved an association between LVD with lymph vessel invasion and regional lymph node metastases. 

 

Latar Belakang: Metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) dianggap sebagai faktor prognostik yang paling penting pada kanker payudara. Perkembangan metastasis limfatik diduga melibatkan proliferasi pembuluh limfatik (limfangiogenesis), Lymph Vessel Invasion (LVI) atau invasi limfatik, dan metastasis kelenjar getah bening secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara Lymph Vessel Density (LVD) dengan invasi limfatik dan metastasis kelenjar getah bening regional pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan sampel 38 blok parafin dari pasien karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia tahun 2018. Penilaian LVD dan LVI dengan pulasan imunohistokimia D2-40. Ekspresi D2-40 dengan intensitas yang kuat dievaluasi pada membran dan sitoplasma sel endotel limfatik untuk menetapkan definisi pembuluh limfatik. Lymph vessel density ditentukan dengan menghitung jumlah lumen pembuluh limfatik peritumoral pada lima lapangan pandang yang memiliki lumen pembuluh limfatik terpadat, menggunakan mikroskop Leica (DM750, 400x, luas area 0,225mm2). Data dianalisis dengan SPSS versi 24 untuk Windows.

Hasil: Nilai cut-off LVD adalah 16,5 lumen pembuluh limfatik/0,225 mm2 (sensitivitas 65,4% dan Area Under the Curve (AUC)=70,2%). Kemudian kasus dikategorikan menjadi LVD tinggi (?16,5 lumen pembuluh limfatik / 0,225 mm2) dan LVD rendah (<16,5 lumen pembuluh limfatik / 0,225 mm2). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara LVD dengan invasi limfatik (PR=3,6; p=0,043; IK 95%=0,88-14,78) dan metastasis KGB regional (PR=1,7; p=0,02; IK 95%=1,03-2,79).

Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara LVD dengan invasi limfatik dan metastasis KGB regional. 

No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 160
PDF Downloads : 83