Research Article

Karakteristik profil jerawat berdasarkan indeks glikemik makanan pada mahasiswa semester III fakultas kedokteran Universitas Udayana tahun 2014

Mohana Naravenah , Nyoman Suryawati

Mohana Naravenah
Program Studi Pendidikan Dokter. Email: mohana123@gmail.com

Nyoman Suryawati
Bagian/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
Online First: May 08, 2017 | Cite this Article
Naravenah, M., Suryawati, N. 2017. Karakteristik profil jerawat berdasarkan indeks glikemik makanan pada mahasiswa semester III fakultas kedokteran Universitas Udayana tahun 2014. Intisari Sains Medis 8(2). DOI:10.15562/ism.v8i2.129


Jerawat adalah kondisi kulit yang paling umum ditemukan di antara remaja, yang mempengaruhi sekitar 85% dari remaja membawa banyak faktor pemicu. Penelitian ini mengeksplorasi tentang indeks glikemik makanan di kalangan mahasiswa yang menderita jerawat yang dapat menjadi salah satu faktor pemicu jerawat. Desain studi yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan 210 siswa sebagai responden dari Semester 3 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kuesioner diberikan untuk menjawab semua responden. Untuk menentukan indeks glikemik makanan dari masing-masing responden, daftar makanan dimasukkan dalam kuesioner dengan ukuran porsi dan frekuensi asupan makanan. Di antara semua 210 responden hanya 77 responden menderita jerawat dan mayoritas dari mereka adalah 49 perempuan. Usia puncak responden yang menderita jerawat adalah responden yang berusia 18 sampai 20 tahun. Dari segi faktor indeks glikemik makanan,  34 responden yang menderita jerawat memiliki indeks glikemik makanan yang tinggi diikuti oleh 32 responden dikategorikan sebagai memiliki medium indeks glikemik makanan dan 11 responden memiliki indeks glikemik makanan yang rendah. Demikian, dapat disimpulkan bahwa indeks makanan glikemik tinggi dianggap sebagai salah satu faktor pemicu untuk menyebabkan jerawat antara remaja.

References

Sinclair & HF Jordaan. Acne Guideline 2005 Update. South African Medical Journal. 2005; 95 (11): 883-892.

Wood AJ, 1997, Challenges to the hierarchy of evidence: Arch Dermatol. 1997; 137:345-6.

Fleischer AB Jr, Feldman SR, Rapp SR. Introduction.The magnitude of skin disease in the United States. Dermatol Clin. 2000; 18(2): xv–xxi.

Cordain, L. Implications for the role of diet in acne. Semin. Cutan. Med. Surg. 2005; 24, 84-91.

Smith, RN, Mann, NJ; Braue, A; Mäkeläinen, H; Varigos, GA. Measures for Clinical Pracice source of J. Am. Acad. Dermatol. 2007; 57, 247-256.

Schaefer O. When the Eskimo comes to town. Nutr Today. 1997; 16: 8-16.

Schafer T, Nienhaus A, Vieluf D, dkk. Epidemiology of acne in the general population. Br J Dermatol. 2001; 145:100–4.

Kilkenny M, Acne in Victorian adolescents: associations with age, gender, puberty and psychiatric symptoms. J Paediatr Child Health. 1997; 33(5): 430-433.

White GM, Recent findings in the epidemiologic evidence, classification, and subtypes of acne vulgaris. J Am Acad Dermatol. 1998; 39(2, pt 3) S34- S37.

Adebamowo CA, 2005 Journal of the Academy of Dermatology, High School Dairy Intake and Teenage Acne.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 27
PDF Downloads : 10